• Tentang Kami
Friday, January 16, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Pemerintah Batal Naikkan Cukai Hasil Tembakau, Pakar UMY: Tambah Beban Ekonomi

Diah menyayangkan keputusan pemerintah yang menahan kenaikan cukai, karena hal itu dianggap sebagai bentuk kealpaan

byredaksi
October 14, 2025
in Cendekia, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
pakar ekonomi UMY Diah Setyawati Dewanti

pakar ekonomi UMY Diah Setyawati Dewanti. [Dok UMY]

0
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

BANTUL, POPULI.ID – Keputusan pemerintah tidak menaikkan cukai hasil tembakau tahun ini dinilai bertentangan dengan upaya pengendalian konsumsi barang berbahaya dan berpotensi menambah beban ekonomi negara di masa depan.

Kebijakan tersebut juga dianggap mengabaikan fakta bahwa dampak rokok tidak hanya dirasakan oleh perokok aktif, tetapi juga masyarakat luas melalui meningkatnya pembiayaan kesehatan publik.

BERITA MENARIK LAINNYA

Super Flu Punya Karakter Cepat Menular, Tapi Tak Perlu Panik

Pakar UMY: Venezuela Berisiko Kehilangan Legitimasi Usai Maduro Ditangkap

Pandangan ini disampaikan oleh Pakar Ekonomi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Diah Setyawati Dewanti.

Menurut Diah, cukai rokok seharusnya tidak dipandang sebagai instrumen peningkatan penerimaan negara, melainkan sebagai bentuk kompensasi atas kerugian sosial dan ekonomi yang ditimbulkan oleh konsumsi rokok. Ia menegaskan, seiring dengan meningkatnya inflasi dan pendapatan masyarakat, penyesuaian tarif cukai perlu dilakukan agar tetap relevan dan efektif dalam menekan tingkat konsumsi.

“Kalau dari sisi ekonomi kesehatan, cukai rokok itu bukan penerimaan negara. Ia lebih mirip kompensasi atas kerugian yang ditanggung negara akibat menurunnya kualitas sumber daya manusia karena dampak rokok. Jika dibiarkan stagnan, kebijakan tersebut dapat menimbulkan ketimpangan antara tujuan ekonomi dan kesehatan masyarakat,” jelasnya dikutip dari laman UMY, Selasa (14/10/2025).

Diah menyayangkan keputusan pemerintah yang menahan kenaikan cukai, karena hal itu dianggap sebagai bentuk kealpaan terhadap kepentingan jangka panjang masyarakat. Ia menilai, kebijakan tersebut justru dapat mendorong peningkatan jumlah perokok baru, khususnya di kalangan remaja dan usia muda yang cenderung lebih sensitif terhadap harga murah dan paparan iklan.

“Kalau cukai tidak naik, akan banyak perokok muda baru. Mereka bisa membeli sejak dini, lalu ketagihan hingga dewasa. Akhirnya kesehatan mereka menurun, dan negara menanggung biaya pengobatannya lewat BPJS. Mereka membayar iuran kecil, tapi biaya pengobatannya besar. Ini bentuk abai terhadap kesehatan publik,” tegas Diah.

Selain menimbulkan dampak kesehatan, kebijakan ini juga berpotensi memperdalam ketimpangan sosial. Masyarakat berpenghasilan rendah, yang cenderung menjadi konsumen utama produk tembakau, akan semakin terjebak dalam perilaku konsumtif yang merugikan secara ekonomi dan kesehatan.

Melihat hal tersebut, Diah menekankan perlunya sinergi antara Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan untuk menata ulang kebijakan pengendalian rokok di Indonesia. Ia menilai bahwa pemerintah tidak hanya perlu menaikkan harga rokok, tetapi juga memperkuat aspek edukasi publik, pelarangan iklan, serta penyediaan layanan berhenti merokok secara luas.

“Jika kebijakan stagnasi cukai rokok terus berlanjut, dampaknya bukan hanya menekan kesehatan publik, tetapi juga mengancam efisiensi ekonomi nasional dalam jangka panjang. Pemerintah seharusnya menjadikan kenaikan cukai sebagai langkah strategis untuk membatasi konsumsi dan memperkuat kesadaran publik. Maka dari itu, segeralah naikkan cukai rokok untuk menyelamatkan perekonomian dan kesehatan masyarakat,” pungkasnya.

Tags: bebancukaiDiah Setyawati Dewantihasil tembakaupakar ekonomiUMY

Related Posts

Ilustrasi influenza

Super Flu Punya Karakter Cepat Menular, Tapi Tak Perlu Panik

January 9, 2026
Ilustrasi Venezuela

Pakar UMY: Venezuela Berisiko Kehilangan Legitimasi Usai Maduro Ditangkap

January 7, 2026
Ilustrasi pilkada

Pakar Politik UMY: Pilkada Dipilih DPRD Berisiko Melemahkan Demokrasi Lokal

January 3, 2026
Ilustrasi sekolah

Banyak Anak Papua Putus Sekolah, Ekonom UMY: Negara Lemah Bangun SDM

January 2, 2026
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia

Dipicu Tekanan Global, Ekonomi Indonesia Diperkirakan Alami Perlambatan pada 2026

December 31, 2025
Ilustrasi diabetes MODY

Mengenal Jenis Diabetes MODY yang Muncul di Usia Muda, Apa Itu?

December 19, 2025
Next Post
Massa buruh yang tergabung dalam Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar aksi damai di kawasan Tugu Yogyakarta, Selasa (14/10/2025).

Buruh DIY Desak UMP 2026 Naik 50 Persen

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.