• Tentang Kami
Wednesday, January 21, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Kota Yogyakarta Catat Penurunan Signifikan Volume Sampah Organik Basah, Depo Jadi Lebih Bersih dan Tak Bau

Haryoko mengatakan program Mas JOS berorientasi pada pemisahan sampah organik langsung dari sumbernya, yaitu dari rumah-rumah warga.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
October 17, 2025
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Ahmad Haryoko.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Ahmad Haryoko. [populi.id/Gregorius Bramantyo]

0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS) yang diterapkan di Kota Yogyakarta mulai menunjukkan kemajuan. Program tersebut diklaim berhasil menekan volume sampah yang masuk ke depo atau tempat penampungan sementara (TPS).

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Ahmad Haryoko, menyatakan gerakan Mas JOS mampu mengurangi timbulan sampah organik basah sebanyak 15 sampai 17 ton per hari. Meski begitu, pihaknya tetap berusaha mencapai target pengurangan sampah organik basah sebesar 50 ton per hari pada akhir tahun 2025 ini.

BERITA MENARIK LAINNYA

Bakal Dikerjakan April 2026, Pembangunan Jembatan Kewek Adopsi Gaya Indische

Progres Rencana Pembangunan Ulang Jembatan Kewek: DPUPKP Uji Tanah Keras untuk Pondasi

“Kami terus kejar target sampai 50 ton per hari, karena sekarang ini emberisasi masih belum merata,” jelasnya, Jumat (17/10/2025).

Haryoko mengatakan program Mas JOS berorientasi pada pemisahan sampah organik langsung dari sumbernya, yaitu dari rumah-rumah warga. Sejak pelaksanaannya yang semakin intens, program ini mampu mengumpulkan sampah organik dari masyarakat dengan volume pengiriman antara 500 hingga 600 ember per hari.

“Program ini sangat membantu karena sampah yang sudah terpilah organiknya tidak masuk ke TPS, sehingga sampah yang residu (anorganik) di TPS menjadi lebih bersih,” katanya.

Untuk memanfaatkan sampah organik basah yang sudah terpilah dan tidak masuk ke depo, pihak terkait bekerja sama dengan beberapa offtaker yang berasal dari kalangan peternak. Saat ini ada lima offtaker aktif yang bertugas mengumpulkan sampah organik basah dari rumah warga. Mayoritas offtaker ini berasal dari luar Kota Yogyakarta karena mereka memenuhi kebutuhan peternakan dalam skala besar.

“Di dalam kota sendiri kan nggak tersedia peternakan sebesar itu,” jelas Haryoko.

Ia menegaskan penanganan sampah di Kota Yogyakarta menunjukkan perkembangan positif, dengan lima depo utama hampir seluruhnya sudah tertata dengan baik. Kuota pembuangan sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi DIY hingga akhir tahun masih menyisakan kapasitas yang cukup besar.

“Kuotanya diberikan akhir September, kami menerima sekitar 3.000-an ton, tapi sampai saat ini pengiriman belum mencapai 3.000, masih ada sisa sekitar 1.000 ton,” tuturnya.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menekankan pentingnya keberhasilan program Mas JOS, khususnya inisiatif pengumpulan sampah organik melalui emberisasi. Program ini memfokuskan pada pengumpulan limbah makanan dari rumah tangga, seperti sisa nasi dan sayur, yang sebelumnya berkontribusi besar terhadap bau dan lindi di depo.

“Kemarin hampir tertahan mendekati 15 ton per hari, dengan hampir 600 ember besar per hari tercollecting sisa nasi, sisa sayur, yang biasanya itu lari ke depo. Itulah yang membuat depo itu sering bau. Sangat berpengaruh kalau gerakan ember ini sukses, ya depo tidak bau, lindinya tidak ada, kering,” bebernya.

Tags: Ahmad HaryokoDinas Lingkungan Hiduphasto wardoyoMas JossampahYogyakarta

Related Posts

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta, Hasri Nilam Baswari, ditemui di kantornya pada Selasa (20/1/2026).

Bakal Dikerjakan April 2026, Pembangunan Jembatan Kewek Adopsi Gaya Indische

January 21, 2026
DPUPKP Kota Yogyakarta melakukan pengujian tanah di Jembatan Kewek sebelum dilakukan revitalisasi, Selasa (20/1/2026).

Progres Rencana Pembangunan Ulang Jembatan Kewek: DPUPKP Uji Tanah Keras untuk Pondasi

January 20, 2026
Penjahit pemilik kios Thole di Pasar Terban tengah melayani pelanggannya, Selasa (20/1/2026)

Sugiarto Rogoh Kocek hingga Rp1 Juta Lebih Rombak Kios Relokasi di Pasar Terban

January 20, 2026
Penjahit yang sebelumnya mangkal di kawasan Jalan Dr. Sardjito sementara memilih pindah ke Demangan Baru sembari menunggu kelayakan kios anyar di Pasar Terban

Kios Pasar Terban Urung Memadai, Penjahit dari Jalan Dr. Sardjito Pindah ke Demangan Baru

January 20, 2026
Wisatawan mencoba fasilitas air siap minum yang disediakan Pemkot Yogyakarta di kawasan Malioboro. [Dok Pemkot Yogyakarta]

Tekan Sampah Plastik, Pemkot Yogyakarta Sediakan 5 Fasilitas Air Siap Minum di Malioboro

January 14, 2026
Lincah.id & Gelaskaca Productions Hadirkan “Let’s Poppin! YK”: An Intimate Concert Across Generation” menghadirkan Ari Lasso hingga Rizky Febian

Konser Bertajuk Let’s Poppin! YK Bakal Dihelat di SCH, Hadirkan Ari Lasso hingga Rizky Febian

January 13, 2026
Next Post
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin mengikuti kegiatan ro'an atau bersih-bersih pesantren di Kendal sambut Hari Santri

Sambut Hari Santri, Wagub Jateng Taj Yasin Ikut "ro'an" di Pesantren

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.