• Tentang Kami
Monday, April 13, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Aktivis di Yogyakarta Gelar Aksi Tolak Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

Juru bicara aksi, Bung Koes, mengatakan bahwa penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional pada momentum Hari Pahlawan merupakan keputusan yang ahistoris

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
November 10, 2025
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Aksi massa menolak penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional di depan Monumen Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Yogyakarta, Senin (10/11/2025).

Aksi massa menolak penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional di depan Monumen Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Yogyakarta, Senin (10/11/2025).

0
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Jogja Memanggil menggelar aksi di depan Monumen Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Senin (10/11/2025). Aksi ini digelar untuk menolak penetapan Presiden kedua RI, Soeharto, sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Prabowo Subianto.

Massa mulai berkumpul di depan Monumen TKR sekitar pukul 10.30 WIB. Mereka membentangkan berbagai poster dan spanduk bertuliskan “Soeharto Bukan Pahlawan”, “Presiden Pelanggar HAM”, dan “Menolak Bungkam”, sembari melakukan orasi bergantian.

BERITA MENARIK LAINNYA

Dubes Inggris Kunjungi Yogyakarta, GKR Mangkubumi: Bahas Penataan Transportasi

Dubes Inggris Berkunjung ke Stasiun Yogyakarta, Pererat Hubungan Inggris dan Yogyakarta

Juru bicara aksi, Bung Koes, mengatakan bahwa penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional pada momentum Hari Pahlawan merupakan keputusan yang ahistoris dan mengkhianati semangat reformasi.

“Ini sungguh disayangkan. Tahun 1998 rakyat tumpah ruah menuntut Soeharto turun dari jabatan karena pelanggaran HAM, korupsi, dan perampasan lahan. Dengan menobatkannya sebagai pahlawan, rezim Prabowo–Gibran sedang menantang rakyat dan merusak nalar demokrasi,” ujarnya di sela aksi.

Menurutnya, keputusan tersebut menunjukkan tidak adanya empati terhadap korban kebijakan represif Orde Baru. Ia juga menyinggung bahwa penetapan Soeharto dilakukan bersamaan dengan pemberian gelar pahlawan kepada Marsinah dan Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dua sosok yang justru menjadi korban dan penentang rezim Soeharto.

“Ini ironis. Marsinah dibunuh militer di masa Orde Baru, sementara Gus Dur mendesak agar Soeharto mundur. Menyamakan mereka dalam deretan pahlawan adalah bentuk pengkhianatan terhadap reformasi. Gong kematian reformasi adalah ketika Soeharto menjadi pahlawan,” kata Bung Koes.

Adapun aksi digelar di depan Monumen TKR karena lokasi tersebut dianggap memiliki simbolisme kuat terhadap figur Soeharto yang berlatar militer. Monumen tersebut juga berhadapan langsung dengan Kantor DPD Partai Golkar DIY.

“TNI dan Golkar adalah dua entitas yang menjadi alat kekuasaan Soeharto untuk menindas rakyat,” ucap Bung Koes.

Perwakilan dari Forum Cik Di Tiro, Tri Wahyu, menyebut penetapan Soeharto sebagai pahlawan sebagai kematian reformasi 1998. Ia menilai kebijakan tersebut memperlihatkan arah pemerintahan saat ini yang semakin menjauh dari nilai demokrasi dan keadilan sosial.

“Reformasi 1998 sudah mati, dan pembunuhnya adalah Prabowo Subianto, mantan menantu Soeharto, bersama Gibran bin Jokowi. Ini kabar duka bagi gerakan demokratisasi di Yogyakarta,” tegasnya.

Tri yang juga merupakan bagian dari gerakan aktivis 1998 menyinggung kembali kasus pembunuhan wartawan Udin yang terjadi di masa Orde Baru dan belum tuntas hingga kini. Ia menyebut situasi ini menunjukkan bahwa warisan ketidakadilan Orde Baru masih hidup.

“Bagaimana mungkin Marsinah dan Gus Dur disandingkan dengan Soeharto? Ini jelas desain politik. Soeharto adalah target utama, sementara Gus Dur dan Marsinah hanya dijadikan gimmick untuk memoderasi perlawanan publik,” ujarnya.

Tags: Aktivisgelar pahlawanOrde BaruPahlawanSoehartoYogyakarta

Related Posts

Dubes Inggris Kunjungi Yogyakarta, GKR Mangkubumi: Bahas Penataan Transportasi

Dubes Inggris Kunjungi Yogyakarta, GKR Mangkubumi: Bahas Penataan Transportasi

April 8, 2026
Dubes Inggris Berkunjung ke Stasiun Yogyakarta, Pererat Hubungan Inggris dan Yogyakarta

Dubes Inggris Berkunjung ke Stasiun Yogyakarta, Pererat Hubungan Inggris dan Yogyakarta

April 8, 2026
Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, Bantul saat beberapa waktu lalu ditinjau sejumlah anggota DPRD DIY

Pasca Libur Lebaran 2026, WALHI Nilai Pengelolaan Sampah Yogyakarta Belum Optimal

April 8, 2026
Suasana toko plastik di belakang Pasar Kranggan, Kota Yogyakarta, Selasa (7/4/2026). Sejumlah penjual mengeluhkan naiknya harga plastik hingga memengaruhi penjualan

Harga Plastik di Yogyakarta Melonjak 100 Persen, Pedagang: Penjualan Menurun

April 7, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Wali Kota Yogyakarta Reformasi Sektor Pendidikan, Targetkan PPDB SD Tampung 3.700 Siswa Baru

April 7, 2026
PLN Siagakan Layanan Listrik Berlapis Kawal IHR Triple Crown 2026 di Bantul

PLN Siagakan Layanan Listrik Berlapis Kawal IHR Triple Crown 2026 di Bantul

April 6, 2026
Next Post
Buronan kasus penganiayaan dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolsek Jetis, Senin (10/11/2025).

Pelaku Penganiayaan di Sarkem Tertangkap Usai Buron Satu Tahun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.