• Tentang Kami
Thursday, April 23, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Dikukuhkan Sebagai Guru Besar, Uceng Soroti Pelemahan Independensi Lembaga Negara

Zainal, yang akrab disapa Uceng, dikenal sebagai akademisi UGM yang aktif berkontribusi dalam pengembangan hukum tata negara.

byredaksi
January 15, 2026
in Cendekia, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pakar hukum tata negara Zainal Arifin Mochtar dikukuhkan sebagai guru besar UGM

Pakar hukum tata negara Zainal Arifin Mochtar dikukuhkan sebagai guru besar UGM. [Dok UGM]

0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Ahli Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar, secara resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Hukum UGM, Kamis (15/1/2026).

Prosesi pengukuhan yang berlangsung di Balai Senat UGM tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Mantan Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Ketua Mahkamah Konstitusi Arsul Sani, Wakil Menteri Hukum dan HAM Eddy Hiariej, serta Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas.

BERITA MENARIK LAINNYA

7 Bilah Gamelan Hilang di FIB UGM, Polisi Selidiki Pelaku Pencurian

Fakta dan Kronologi Polemik ‘Mati Syahid’ Jusuf Kalla: Dari Mimbar UGM ke Jalur Hukum

Zainal, yang akrab disapa Uceng, dikenal sebagai akademisi yang aktif berkontribusi dalam pengembangan hukum tata negara. Ia juga konsisten menyuarakan kritik terhadap praktik korupsi, dominasi oligarki, serta penyalahgunaan kekuasaan oleh pemerintah.

Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Konservatisme yang Menguat dan Independensi Lembaga Negara yang Melemah: Mencari Relasi dan Mendesah Jalan Perbaikan”, Zainal menyoroti kecenderungan melemahnya lembaga-lembaga negara independen akibat menguatnya konservatisme politik.

Ia menilai, dominasi konservatisme telah mengikis kemandirian berbagai institusi negara dan menjadi peringatan serius bagi masa depan demokrasi di Indonesia.

“Lembaga-lembaga independen menjadi pihak yang paling terdampak. Hampir semuanya mengalami gangguan. Bahkan tidak menutup kemungkinan Bank Indonesia juga akan kehilangan independensinya jika melihat perkembangan yang ada,” ungkapnya.

Zainal menegaskan bahwa kondisi tersebut mencerminkan persoalan politik yang serius. Menurutnya, pelemahan independensi lembaga negara merupakan ancaman nyata terhadap demokrasi, bukan sekadar dinamika biasa.

“Ini adalah alarm berbahaya bagi demokrasi. Jika dibiarkan, dampaknya akan sangat besar,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa menguatnya konservatisme politik kerap berjalan beriringan dengan meningkatnya kecenderungan otoritarianisme. Hal itu ditandai dengan pemusatan kekuasaan pada satu aktor eksekutif dan melemahnya peran lembaga-lembaga penopang demokrasi.

“Ketika konservatisme menguat, tawaran otoritarianisme juga tinggi. Akhirnya terjadi sentralisasi kekuasaan. Lembaga demokrasi perlahan melemah, dan kita sudah melihat proses itu dimulai dari pelemahan KPK,” jelasnya.

Menanggapi wacana pemilihan kepala daerah secara tidak langsung melalui DPRD, Zainal menilai gagasan tersebut masih berada dalam pola yang sama. Ia menyebut mekanisme tersebut berpotensi mempermudah elite politik menguasai daerah.

“Pemilihan tidak langsung dilakukan karena ada keinginan mengontrol daerah. Pemilihan langsung memang bisa dikendalikan, tapi tidak sepenuhnya. Jika hanya melalui kesepakatan politik elite, kualitas demokrasinya jauh lebih lemah,” ujarnya.

Zainal menekankan bahwa pemulihan demokrasi harus dilakukan bersama-sama. Menurutnya, tanggung jawab memperkuat demokrasi tidak hanya berada di pundak akademisi atau fakultas hukum, tetapi seluruh elemen kelembagaan dan masyarakat.

“Solusinya adalah kembali memperkuat demokrasi. Dan itu bukan hanya tugas fakultas hukum, melainkan kerja bersama seluruh institusi,” pungkasnya.

Sementara itu, Jusuf Kalla menyampaikan bahwa gagasan-gagasan Zainal selama ini memberikan kontribusi penting bagi kemajuan bangsa.

“Pemikirannya bermanfaat bagi kita semua untuk membawa bangsa ini tetap berada di jalur demokrasi yang benar,” ujarnya.

Tokoh nasional lainnya, Ganjar Pranowo, juga menilai pandangan Zainal mencerminkan kekhawatiran nyata atas kondisi saat ini, di mana berbagai lembaga negara menunjukkan kecenderungan konservatif.

“Hari ini kita harus waspada karena ada tanda-tanda menuju otoritarianisme. Beberapa pihak bahkan tidak lagi bebas menyampaikan pendapat,” katanya.

Ia menambahkan, pemikiran Zainal memberikan pencerahan bagi publik. “Selamat kepada Mas Uceng sebagai profesor dan aktivis yang konsisten menyuarakan kebenaran berdasarkan data, fakta, dan kajian ilmiah,” tutupnya. (populi.id/Hadid Pangestu)

Tags: demokrasihukum tata negarakonservatisme politikpelemahan independensi lembaga negaraUcengUGMZainal Arifin Mochtar

Related Posts

Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara hilangnya 7 bilah gamelan di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM).

7 Bilah Gamelan Hilang di FIB UGM, Polisi Selidiki Pelaku Pencurian

April 17, 2026
Tangkapan layar mantan wapres Jusuf Kalla saat ceramah di Masjid Kampus UGM yang belakangan dituding melakukan penistaan agama

Fakta dan Kronologi Polemik ‘Mati Syahid’ Jusuf Kalla: Dari Mimbar UGM ke Jalur Hukum

April 14, 2026
Ilustrasi Aparatur Sipil Negara atau ASN

Akademisi UGM Sebut Kebijakan WFH untuk ASN Berpotensi Kurangi Produktivitas

April 11, 2026
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X bersama dengan Bupati Sleman, Harda Kiswaya menghadiri peluncuran kelembagaan 80.081 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang digelar serentak melalui daring, bertempat di Halaman Kantor Kalurahan Sinduadi Mlati Sleman, Senin (21/7). (dok.Prokopim)

Guru Besar UGM Kritik Kebijakan Pemerintah Alihkan Sebagian Besar Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih

April 1, 2026
Ilustrasi nilai tukar Rupiah

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Pengamat: Berpotensi Ganggu Stabilitas Pangan Domestik

March 26, 2026
Ilustrasi puasa

Puasa dapat Picu Autofagi, Apa Itu?

March 4, 2026
Next Post
Ilustrasi hukum

Respon Polemik KUHP Baru, Wamenkum: Ikuti Prosesnya Saja

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.