• Tentang Kami
Thursday, July 23, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Dikukuhkan Sebagai Guru Besar, Uceng Soroti Pelemahan Independensi Lembaga Negara

Zainal, yang akrab disapa Uceng, dikenal sebagai akademisi UGM yang aktif berkontribusi dalam pengembangan hukum tata negara.

byredaksi
January 15, 2026
in Cendekia, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pakar hukum tata negara Zainal Arifin Mochtar dikukuhkan sebagai guru besar UGM

Pakar hukum tata negara Zainal Arifin Mochtar dikukuhkan sebagai guru besar UGM. [Dok UGM]

0
SHARES
16
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Ahli Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar, secara resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Hukum UGM, Kamis (15/1/2026).

Prosesi pengukuhan yang berlangsung di Balai Senat UGM tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Mantan Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Ketua Mahkamah Konstitusi Arsul Sani, Wakil Menteri Hukum dan HAM Eddy Hiariej, serta Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas.

BERITA MENARIK LAINNYA

Perempuan Rentan Terpapar Autoimun, Pakar Reumatologi: Perlu Manajemen Stres

Soroti Pengalihan Isu Kasus Febrie Adriansyah, Ini Kata Pakar UMY

Zainal, yang akrab disapa Uceng, dikenal sebagai akademisi yang aktif berkontribusi dalam pengembangan hukum tata negara. Ia juga konsisten menyuarakan kritik terhadap praktik korupsi, dominasi oligarki, serta penyalahgunaan kekuasaan oleh pemerintah.

Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Konservatisme yang Menguat dan Independensi Lembaga Negara yang Melemah: Mencari Relasi dan Mendesah Jalan Perbaikan”, Zainal menyoroti kecenderungan melemahnya lembaga-lembaga negara independen akibat menguatnya konservatisme politik.

Ia menilai, dominasi konservatisme telah mengikis kemandirian berbagai institusi negara dan menjadi peringatan serius bagi masa depan demokrasi di Indonesia.

“Lembaga-lembaga independen menjadi pihak yang paling terdampak. Hampir semuanya mengalami gangguan. Bahkan tidak menutup kemungkinan Bank Indonesia juga akan kehilangan independensinya jika melihat perkembangan yang ada,” ungkapnya.

Zainal menegaskan bahwa kondisi tersebut mencerminkan persoalan politik yang serius. Menurutnya, pelemahan independensi lembaga negara merupakan ancaman nyata terhadap demokrasi, bukan sekadar dinamika biasa.

“Ini adalah alarm berbahaya bagi demokrasi. Jika dibiarkan, dampaknya akan sangat besar,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa menguatnya konservatisme politik kerap berjalan beriringan dengan meningkatnya kecenderungan otoritarianisme. Hal itu ditandai dengan pemusatan kekuasaan pada satu aktor eksekutif dan melemahnya peran lembaga-lembaga penopang demokrasi.

“Ketika konservatisme menguat, tawaran otoritarianisme juga tinggi. Akhirnya terjadi sentralisasi kekuasaan. Lembaga demokrasi perlahan melemah, dan kita sudah melihat proses itu dimulai dari pelemahan KPK,” jelasnya.

Menanggapi wacana pemilihan kepala daerah secara tidak langsung melalui DPRD, Zainal menilai gagasan tersebut masih berada dalam pola yang sama. Ia menyebut mekanisme tersebut berpotensi mempermudah elite politik menguasai daerah.

“Pemilihan tidak langsung dilakukan karena ada keinginan mengontrol daerah. Pemilihan langsung memang bisa dikendalikan, tapi tidak sepenuhnya. Jika hanya melalui kesepakatan politik elite, kualitas demokrasinya jauh lebih lemah,” ujarnya.

Zainal menekankan bahwa pemulihan demokrasi harus dilakukan bersama-sama. Menurutnya, tanggung jawab memperkuat demokrasi tidak hanya berada di pundak akademisi atau fakultas hukum, tetapi seluruh elemen kelembagaan dan masyarakat.

“Solusinya adalah kembali memperkuat demokrasi. Dan itu bukan hanya tugas fakultas hukum, melainkan kerja bersama seluruh institusi,” pungkasnya.

Sementara itu, Jusuf Kalla menyampaikan bahwa gagasan-gagasan Zainal selama ini memberikan kontribusi penting bagi kemajuan bangsa.

“Pemikirannya bermanfaat bagi kita semua untuk membawa bangsa ini tetap berada di jalur demokrasi yang benar,” ujarnya.

Tokoh nasional lainnya, Ganjar Pranowo, juga menilai pandangan Zainal mencerminkan kekhawatiran nyata atas kondisi saat ini, di mana berbagai lembaga negara menunjukkan kecenderungan konservatif.

“Hari ini kita harus waspada karena ada tanda-tanda menuju otoritarianisme. Beberapa pihak bahkan tidak lagi bebas menyampaikan pendapat,” katanya.

Ia menambahkan, pemikiran Zainal memberikan pencerahan bagi publik. “Selamat kepada Mas Uceng sebagai profesor dan aktivis yang konsisten menyuarakan kebenaran berdasarkan data, fakta, dan kajian ilmiah,” tutupnya. (populi.id/Hadid Pangestu)

Tags: demokrasihukum tata negarakonservatisme politikpelemahan independensi lembaga negaraUcengUGMZainal Arifin Mochtar

Related Posts

Ilustrasi perempuan terkena autoimun

Perempuan Rentan Terpapar Autoimun, Pakar Reumatologi: Perlu Manajemen Stres

July 21, 2026
Ilistrasi hukum yang berkeadilan

Soroti Pengalihan Isu Kasus Febrie Adriansyah, Ini Kata Pakar UMY

July 16, 2026
Ilustrasi kerusakan lingkungan

Kerusakan Lingkungan di Indonesia Kian Parah, Arqom: Akibat Manusia Serakah

July 12, 2026
Seniman Arahmaiani menunjukkan karya kritiknya terhadap demokrasi di era Orde Baru dalam forum diskusi Refleksi Peristiwa Kudatuli bertajuk Seni dan Demokrasi bersama filsuf ST Sunardi (baju putih) serta sejarawan Hilmar Farid (pojok kanan) di Temulawak, Sleman, Kamis (9/7/2026)

Refleksi Peristiwa Kudatuli dalam Seni dan Demokrasi yang Hari Ini Diretas

July 9, 2026
Ilustrasi melakukan banyak pekerjaan, kerja sampingan

Mencuat Tren Polyworking, Siasat Bertahan Hidup Zaman Now

July 8, 2026
Sejumlah tokoh yang hadir dalam forum Nusantara Young Leaders dikepung oleh ribuan mahasiswa di gerbang kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (15/6/2026).

Ribuan Mahasiswa Hadang Sejumlah Menteri di Forum Nusantara Young Leaders UGM

June 16, 2026
Next Post
Ilustrasi hukum

Respon Polemik KUHP Baru, Wamenkum: Ikuti Prosesnya Saja

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.