• Tentang Kami
Friday, January 16, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home News Global

Trump Jadikan Greenland Panggung untuk Memperluas Imperium Ideologis Amerika

kepada sekutu, khususnya Denmark, Trump mengirim sinyal tekanan agar negara itu lebih sejalan dengan agenda keamanan AS di kawasan.

byredaksi
January 16, 2026
in Global, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
wilayah Greenland yang berupaya direbut Amerika

wilayah Greenland yang berupaya direbut Amerika [pexels/Mikhail Nilov]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

BANTUL, POPULI.ID – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam pidatonya menyebutkan bahwa Amerika Serikat ingin merebut Greenland dengan cara apapun.

Ia mengatakan jika dapat mengendalikan wilayah Denmark, maka akan berpengaruh besar kepada keamanan negara Amerika Serikat, mengingat meningkatnya aktivitas Rusia dan China di Arktik. Trump menambahkan jika tidak segera merebut Greenland, Rusia dan China akan melakukan hal tersebut.

BERITA MENARIK LAINNYA

Rusia Siaga Satu Respon Agresi Amerika ke Greenland

Dikukuhkan Sebagai Guru Besar, Uceng Soroti Pelemahan Independensi Lembaga Negara

Guru Besar Departemen Hubungan Internasional UGM, Prof Nur Rachmat Yuliantoro menilai keinginan Trump yang ingin merebut Greenland merupakan suatu hal yang perlu ditanggapi serius, namun menurutnya hal ini bukanlah kebijakan yang realistis.

“Meskipun Greenland secara geografis memiliki wilayah yang strategis dan menjadikan ia penting bagi sistem pertahanan AS, jalur pelayaran masa depan, dan akses ke mineral kritis, namun kehendak dalam ‘merebut’ wilayah ini bukanlah suatu hal yang realistis,” jelasnya, dilansir dari laman UGM, Jumat (16/1/2026).

Nur menjelaskan bahwa keinginannya tersebut merupakan ciri khas Trump yang provokatif, langsung pada sasaran, dan penuh daya kejut, dengan tetap ada perhitungan geopolitik.

“Saya kira, akan lebih tepat membaca keinginan Trump sebagai bargaining tactic dan signal politics, dengan tiga target audiens,” ungkapnya.

Dari kacamata Nur, di hadapan publik Amerika, Trump menampilkan diri sebagai pemimpin yang siap “mengamankan aset”, demi keamanan nasional.

Namun kepada sekutu, khususnya Denmark, ia mengirim sinyal tekanan agar negara itu lebih sejalan dengan agenda keamanan AS di kawasan.

Sementara, kepada publik dunia yang lebih luas, Trump hendak memberi pesan kepada Rusia dan Tiongkok bahwa AS akan terus meluaskan hegemoninya.

Sikap Trump yang ingin merebut Greenland dengan cara apapun tersebut, kata Nur, dapat dilihat dari sisi kepribadiannya sebagai pemimpin, meskipun hal ini menurutnya bukan faktor tunggal.

Nur menegaskan narsisme politik yang dimiliki Trump memperkuat kecenderungan personalisasi geopolitik, yang mana teritori diperlakukan seperti properti dan hubungan internasional layaknya negosiasi bisnis.

Di saat yang sama Trump pun turut mengekspos kecenderungan ekspansionisme transaksional, yaitu ingin menegaskan bahwa Amerika Serikat dapat mendominasi, bukan bermaksud membangun imperium ideologis.

“Trump menjadikan Greenland sebagai “panggung,” kehendaknya merebut wilayah ini terbukti efektif menciptakan kegaduhan, menguji reaksi, dan menggeser batas-batas wacana diplomatik,” jelasnya.

Dalam konteks ini, Greenland sebagai simbol “major deal” yang menunjukkan siapa yang kuat dan siapa pula yang harus menyesuaikan diri. Namun jika Trump benar-benar mewujudkan keinginan dalam merebut Greenland, menurut Nur akan berdampak serius terhadap stabilitas global.

“Apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat tersebut merupakan bentuk tantangan terbuka terhadap kedaulatan negara dan penentuan nasib sendiri,” imbuhnya.

Tidak hanya sampai di situ, kebijakan tersebut secara langsung merusak legitimasi tatanan internasional berbasis aturan yang berdampak pada hubungan trans-Atlantik sehingga menjadi terguncang. Selain itu, kondisi Denmark dan Greenland semakin panas, Uni Eropa bereaksi semakin keras, dan NATO kian melemah secara politik.

“Jika hal ini terjadi akan menunjukkan semakin tersisihnya norma dan hukum internasional sehingga digantikan oleh kekuatan material dan pemaksaan kehendak. Penanda bagi pergeseran tatanan internasional menjadi lebih kasar, transaksional, dan penuh dengan risiko,” pungkasnya.

Tags: amerikagreenlandNur Rachmat YuliantoroprovokasiTrumpUGM

Related Posts

Ilustrasi militer Rusia

Rusia Siaga Satu Respon Agresi Amerika ke Greenland

January 16, 2026
Pakar hukum tata negara Zainal Arifin Mochtar dikukuhkan sebagai guru besar UGM

Dikukuhkan Sebagai Guru Besar, Uceng Soroti Pelemahan Independensi Lembaga Negara

January 15, 2026
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Trump Berlakukan Tarif 25 Persen Terhadap Negara yang Berbisnis dengan Iran

January 13, 2026
Ilustrasi konten media sosial

Marak Konten Seksual Palsu, Dosen UGM Ingatkan Hal Ini

January 9, 2026
Ilustrasi MBG

Evaluasi Program MBG, Ahli Gizi UGM: Penyedia Makan Serahkan ke Sekolah

January 8, 2026
peta Greenland yang belakangan santer ingin diambil alih oleh Amerika Serikat

Amerika Berupaya Caplok Greenland, NATO Pasang Badan

January 7, 2026
Next Post
Ilustrasi militer Rusia

Rusia Siaga Satu Respon Agresi Amerika ke Greenland

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.