• Tentang Kami
Sunday, March 15, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Terganggu Tumpukan Sampah, Omzet Penjual Angkringan di Pasar Giwangan Anjlok

Sampah yang menggunung di kawasan pasar induk buah dan sayuran Giwangan dikeluhkan sejumlah pedagang termasuk penjaja angkringan yang biasa mangkal di lokasi

byGalih Priatmojo
January 28, 2026
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Terganggu Tumpukan Sampah, Omzet Penjual Angkringan di Pasar Giwangan Anjlok
0
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

BERITA MENARIK LAINNYA

Kronologi Kebakaran di Bank BPD DIY Wirobrajan, Data dan Dana Nasabah Dipastikan Aman

2 Pemuda dan Balita di Mantrijeron Jadi Korban Ledakan Petasan

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Puji (42), duduk terdiam menunggu pelanggan datang ke warung angkringannya pada Selasa (27/1/2026). Sesekali ia menyeruput segelas teh hangat sambil memandang jauh di antara aktivitas pedagang Pasar Induk Buah dan Sayur Giwangan, Kota Yogyakarta, DIY.
Pandangannya tampak sayu melihat kursi angkringan yang masih saja kosong, padahal saat itu sudah memasuki jam makan siang. Biasanya, kursi-kursi tersebut sudah dipenuhi jejeran pelanggan yang memesan minum untuk melepas dahaga.
Alih-alih keramaian pelanggan, justru tumpukan sampah buah dan sayuran lah yang memenuhi pandangan mata Puji.
Bagaimana tidak? Warung angkringan Puji berada tepat di samping depo sampah Pasar Induk Buah dan Sayur Giwangan.
Depo yang seharusnya menjadi tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS 3R) itu kini penuh tumpukan karung sampah. Saking penuhnya, penampungan sampah tersebut tampak meluber sampai bahu jalan.
“Sudah sebulan lebih sampah-sampah tidak diangkut. Padahal dulu setiap pagi pasti diangkut, tapi mulai sebulan ini menumpuk,” ungkap Puji kepada Populi.id, Selasa (27/1/2026).
Dia mengaku tak tahu alasan pasti tumpukan sampah di Pasar Induk Giwangan itu tidak segera diangkut.
Dia merasa tumpukan sampah itu sangat mengganggu aktivitas jualannya. Lantaran, bau tak sedap yang bersumber dari tumpukan sampah membuat pelanggannya berpikir dua kali untuk mampir.
“Ya sangat berpengaruh, sekarang jadi sepi. Pelanggan yang mau makan pasti mikir-mikir lagi kalau baunya begini. Jangankan pelanggan, kami yang nunggu juga agak mual, pernapasannya juga agak engap,” katanya.
Sejak tumpukan sampah tak diangkut, Puji mengaku mengalami penurunan pemasukan. Jika biasanya bisa menjual 50 gelas minuman per hari. Kini dia hanya bisa menjual minuman di bawah 20 gelas per hari.
“Ya kebanyakan dibungkus bawa pulang. Kalau diminum di sini pada tidak mau. Saya juga jadi sering libur karena mikirin sampah itu, daripada tidak laku,” tutur dia.
Sementara itu, Pengawas Kebersihan Pasar Induk Giwangan, Sugeng, mengungkapkan ada sebanyak tujuh titik tumpukan sampah yang muncul di Pasar Induk Giwangan.
Kondisi yang berlangsung sebulan terakhir itu muncul karena pada 2025 armada pengangkut sampah tidak pasti datang.
Ditambah, pada awal 2026 TPA Piyungan sudah benar-benar ditutup, sehingga semakin memperparah tumpukan sampah di pasar rakyat tersebut.
“Dari dinas sudah berkoordinasi dan masih mencari cara untuk menyelesaikan masalah ini,” kata dia.
Sugeng menyebut, sebagian besar tumpukan itu berupa sampah organik dari sisa sayur dan buah-buahan busuk. Bahkan sebesar 70 persen berupa buah jeruk busuk atau tak layak jual (BS).
“Kalau semua sampah mau diangkut dalam sehari, membutuhkan 7 armada karena beratnya bisa sampai 30-an ton. Kalau kondisi sampah dari awal nol ton, paling 3 hari diangkut satu armada bisa cukup,” pungkasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)
Tags: angkringanGiwanganpasar induk dan buah giwangansampahTPA PiyunganYogyakarta

Related Posts

Kantor BPD DIY Wirobrajan terbakar Kamis malam (12/3/2026). (Polresta Yogyakarta)

Kronologi Kebakaran di Bank BPD DIY Wirobrajan, Data dan Dana Nasabah Dipastikan Aman

March 13, 2026
2 Pemuda dan Balita di Mantrijeron Jadi Korban Ledakan Petasan

2 Pemuda dan Balita di Mantrijeron Jadi Korban Ledakan Petasan

March 11, 2026
PT Taru Martani, satu di antara BUMD milik Pemda DIY

Deretan Skandal PT Taru Martani, Dari Korupsi Belasan Miliar hingga Tudingan Pemberangusan Serikat Pekerja

March 12, 2026
Aktivitas Mudik Lebaran Mulai Terasa di Terminal Giwangan

Aktivitas Mudik Lebaran Mulai Terasa di Terminal Giwangan

March 10, 2026
Harga Tiket Bus ke Sumatra di Terminal Giwangan Naik Rp110 Ribu Jelang Lebaran

Harga Tiket Bus ke Sumatra di Terminal Giwangan Naik Rp110 Ribu Jelang Lebaran

March 10, 2026
Duduk Perkara Aksi Mogok Kerja Pekerja PT Taru Martani

Duduk Perkara Aksi Mogok Kerja Pekerja PT Taru Martani

March 10, 2026
Next Post
Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes

Bukan ke Persib, Maarten Paes Mau Ukir Sejarah Bersama Ajax

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.