YOGYAKARTA, POPULI.ID – Polresta Yogyakarta telah mengamankan dan memeriksa pengemudi mobil Honda Brio yang terlibat kecelakaan lalu lintas dengan pebalap Aldi Satya Mahendra di Simpang Pingit, Kota Yogyakarta.
Berdasarkan pemeriksaan pada Kamis (19/3/2026), pihak kepolisian memastikan bahwa insiden tersebut merupakan kecelakaan lalu lintas dan tidak disertai aksi penganiayaan fisik.
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat mobil Honda Brio tersebut mendahului Aldi yang tengah berlatih sepeda (road bike).
Mobil tersebut kemudian berhenti mendadak di depan korban sehingga benturan tidak terhindarkan.
“Mobil Brio ini nyalip, pada saat nyalip itu hampir menabrak saudara Aldi, langsung nyalip berhenti di depannya, sehingga Mas Aldi-nya kaget, nabrak dari belakang,” kata Pandia kepada wartawan, Kamis (19/3/2026).
Pandia juga mengklarifikasi kabar yang viral di media sosial mengenai dugaan pengeroyokan terhadap Aldi.
Setelah melakukan pemeriksaan terhadap korban, rekan korban, serta sejumlah saksi di lokasi kejadian, polisi menyatakan tidak ada kontak fisik atau kekerasan yang dilakukan oleh pengemudi maupun rekan-rekannya.
“Setelah kemarin kami laksanakan pemeriksaan kepada saudara Aldi dan temannya, menyampaikan tidak ada penganiayaan, yang bersangkutan sendiri menyampaikan,” tegas Pandia.
Ia menambahkan bahwa ancaman yang diterima Aldi di kawasan Bangirejo hanya berupa ancaman secara lisan atau verbal.
Peristiwa yang terjadi pada Rabu (18/3/2026) pagi sekitar pukul 06.30 WIB ini mengakibatkan Aldi Satya Mahendra mengalami cedera serius.
Pebalap asal Bantul tersebut menderita keretakan pada tulang tangan kiri serta luka terbuka pada jari tengah yang harus mendapatkan tindakan jahitan.
Cedera ini mengancam keikutsertaan Aldi dalam seri kedua WorldSSP 2026 di Sirkuit Autodromo Internacional do Algarve, Portugal, yang dijadwalkan berlangsung pada 27-29 Maret mendatang.
Padahal, juara dunia WSSP300 ini direncanakan berangkat menuju Spanyol untuk persiapan balap pada 25 Maret.
Hingga saat ini, Unit Gakkum Polresta Yogyakarta masih terus mendalami kasus ini dengan memintai keterangan dari para saksi dan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi.
“Sementara masih kami periksa dan mintai keterangan,” pungkas Pandia.











