YOGYAKARTA, POPULI.ID – Separuh beban Partini (72), warga Kampung Bintaran Kulon, Kelurahan Wirogunan, Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta, seolah menguap ketika terpilih sebagai penerima program peningkatan kualitas rumah tidak layak huni.
Perasaan bahagia serta rasa syukur memenuhi hati Partini saat mengetahui rumahnya akan diperbaiki Pemerintah Kota Yogyakarta dan CSR perusahaan lewat program bedah rumah.
Di tengah permukiman padat dan gang sempit Kampung Bintaran Kulon itu rumah Partini berdiri. Rumah sepetak berukuran sekitar 4×5 meter itu berjejeran dengan rumah warga lainnya.
Dari luar, rumah itu tampak biasa. Namun begitu masuk, terlihat jelas sejumlah bagian atap rumah berlubang. Akibatnya ketika hujan, air bebas menerobos masuk dan membuat basah barang-barang di dalam rumah.
“Kalau mau tidur, kasur selalu saya beri alas gombal (baju tidak terpakai) dan plastik, supaya tidak basah kena air hujan yang masuk rumah. Setiap hujan ember-ember juga ditata di dalam rumah untuk menampung air yang masuk,” ucap Partini kepada Populi.id, Minggu (12/4/2026).
Di rumah itu, Partini tinggal bersama anak dan cucunya. Meski usianya sudah renta, namun Partini masih semangat mencari rupiah dengan berjualan sembako dan jajanan di rumahnya.
Tak hanya itu, Partini juga masih aktif menjadi asisten rumah tangga panggilan jika ada yang membutuhkan tenaganya.
Oleh karena itu, dia sangat bersyukur masih mendapatkan perhatian dari pemerintah.
“Alhamdulillah, dalem (saya) sangat senang dan terharu. Kalau tidak mendapatkan bantuan bedah rumah itu, saya tidak bisa apa-apa (membenarkan atap),” katanya.
Anak Partini, Wanti (52), menambahkan atap rumah ibunya sudah rusak sejak beberapa tahun lalu atau sekitar sebelum Pandemi Covid-19. Dikatakan, awalnya hanya bagian samping yang berlubang.
Namun seiring berjalannya waktu, lubang tersebut semakin besar hingga membuat air hujan masuk rumah.
“Kami sekeluarga senang bisa dapat bantuan. Setidaknya atap rumah tidak bocor lagi jadi bisa tidur dengan tenang saat hujan,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua RT 05 RW 02 Kampung Bintaran Kulon, Surya Eka Saputra, mengungkapkan pengusulan program bedah rumah itu sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu.
Rumah Partini dipilih sebagai penerima bantuan tersebut karena memenuhi kriteria rumah tidak layak huni (RTLH).
“Dalam program bedah rumah nanti yang diganti adalah ternit dan atapnya. Kalau masih ada sisa, nanti akan dibantukan untuk menganti alas lantai. Besok Rabu (15/4/2026), pengurus RW dan pemilik rumah akan rapat untuk membahas pelaksanaan program bedah rumah tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, program bedah rumah tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama bagi warga tidak mampu dan yang membutuhkan perhatian. (populi.id/Dewi Rukmini)











