SLEMAN, POPULI.ID – Kekalahan tipis 0-1 dari Barito Putera pada laga Championship 2025/26 pekan ke-24, Sabtu (11/4/2026) lalu memang menjadi pil pahit bagi PSS Sleman. Namun, asa untuk terbang tinggi ke Super League musim depan masih terbuka lebar di depan mata. PSS Sleman saat ini masih memegang kendali di puncak klasemen Grup Timur dengan koleksi 49 poin, hanya terpaut satu angka dari Barito Putera di posisi kedua.
Dengan tiga laga tersisa, tidak ada ruang lagi untuk kesalahan. Berikut adalah hitung-hitungan dan skenario yang harus dijalani Kim Kurniawan dan kolega untuk mengunci tiket promosi otomatis:
Target Harga Mati: Tambahan 9 Poin
Skenario paling aman bagi PSS Sleman adalah menyapu bersih tiga laga sisa dengan kemenangan. Jika berhasil meraih hasil sempurna, tim berjuluk Super Elang Jawa akan mendapatkan tambahan sembilan poin dan mengakhiri musim dengan total 58 poin. Dengan perolehan ini, posisi PSS dipastikan tidak akan tergoyahkan oleh rival mana pun, karena mereka memegang nasib di tangan sendiri.
Menutup Pintu Bagi Barito Putera dan Persipura
Hitung-hitungan matematis menunjukkan bahwa 58 poin adalah angka keramat bagi PSS. Karena jika PSS mencapai poin tersebut, Barito Putera yang kini mengantongi 48 poin maksimal hanya akan meraih 57 poin meskipun mereka memenangkan semua laga sisa. Sementara itu, Persipura Jayapura yang berada di posisi ketiga dengan 47 poin hanya mampu mencapai maksimal 56 poin jika menyapu bersih kemenangan. Artinya, sapu bersih kemenangan akan membuat perolehan poin PSS tidak mungkin terkejar.
Memanfaatkan Tren Positif Melawan Tiga Lawan Terakhir
PSS Sleman dijadwalkan akan menghadapi Persiku Kudus, Persiba Balikpapan, dan PSIS Semarang di pengujung musim ini. Kabar baiknya, Laskar Sembada memiliki catatan impresif melawan ketiga tim tersebut. Sepanjang musim ini, PSS selalu berhasil memetik kemenangan kala bersua dengan Persiku, Persiba, maupun PSIS. Rekor pertemuan yang dominan ini menjadi modal kepercayaan diri tinggi bagi para pemain untuk mengulangi kesuksesan yang sama di laga-laga final ini.
Suara dari Ruang Ganti
Di tengah tekanan tinggi persaingan promosi, pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, meminta anak asuhnya untuk tidak goyah dan tetap menjaga level konsentrasi maksimal.
“Artinya kami tetap selalu fokus, konsentrasi, dan yang paling penting konsisten. Karena di pertandingan tersisa ini kita tahu lawan yang dihadapi bukan tim mudah,” ujar Ansyari.
Ia juga menekankan betapa pentingnya soliditas tim dalam menghadapi tiga laga penentuan ini. Menurutnya, promosi adalah hasil dari tanggung jawab kolektif seluruh elemen tim.
“Kondisi pemain bagus, kekeluargaannya bagus, dan kami punya support yang sama antar pemain. Jadi ketika pemain yang tidak main juga memberikan support yang luar biasa. Jadi menjaga asa ini harus sama-sama, harus punya rasa tanggung jawab bersama, dan yang paling penting adalah kerja keras dan fokus,” tegasnya.
Kini, perjuangan Super Elja memasuki fase napas terakhir. Dengan fokus yang terjaga dan dukungan penuh dari publik Sleman, tangga menuju kasta tertinggi sudah berada dalam jangkauan.










