• Tentang Kami
Tuesday, July 28, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Terungkap dari Laporan Karyawan, Ini Kronologi Penggerebekan Daycare di Umbulharjo Yogyakarta

Kasus dugaan penganiayaan balita di Daycare Little Aresha Yogyakarta terungkap dari laporan seorang karyawan yang resah melihat perlakuan tidak manusiawi, hingga akhirnya polisi melakukan penggerebekan dan penyelidikan.

byredaksi
April 26, 2026
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Garis polisi terpasang di pagar Daycare Little Aresha, Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, usai digerebek jajaran Polresta Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026).

Garis polisi terpasang di pagar Daycare Little Aresha, Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, usai digerebek jajaran Polresta Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026). [populi.id/Dewi Rukmini]

0
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Tempat penitipan anak atau daycare di Jalan Pakel Baru Utara, Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta digerebek jajaran Polresta Yogyakarta, pada Jumat (24/4/2026) malam. Daycare bernama Little Aresha itu digerebek polisi karena diduga melakukan tindakan penganiayaan terhadap balita yang dititipkan di sana.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, membenarkan adanya kejadian penggerebekkan tersebut. Dikatakan, saat ini kasus dugaan penganiayaan balita tersebut masih didalami penyidik.

BERITA MENARIK LAINNYA

Nekat Melaju Saat Palang Turun, Truk Box Hantam Perlintasan KA Timoho

Polisi Kantongi Identitas Penyokong Dana DPO Penganiaya Pelajar di Kotabaru

“Benar ada kejadian itu. Masih didalami oleh penyidik, nanti mereka baru pendalaman. Senin depan baru kami rilis,” ucap Pandia, Sabtu (25/4/2026).

Kapolresta Yogyakarta menceritakan kronologis kasus tersebut terungkap hingga pihak kepolisian melakukan penggerebekkan daycare Little Aresha pada Jumat (24/4/2026) malam. Diceritakan, kasus itu terungkap berkat laporan dari seorang karyawan yang melihat perlakuan teehadap bayi dan balita di daycare tersebut kurang manusiawi.

“Awalnya ada karyawan melihat bahwa perlakuan terhadap bayi atau anak yang dititipkan di sana kurang manusiawi. Sehingga kurang sesuai dengan hati nuraninya, karena mungkin ada yang dianiaya atau ditelantarkan,” ucapnya.

Karena alasan tak sesuai hati nurani, karyawan tersebut lantas mengundurkan diri dari pekerjaan atau resign. Namun, ijazahnya justru ditahan pemilik daycare, sehingga melaporkan hal itu ke polisi.

“Karena mendapatkan informasi tersebut, kami langsung tindak lanjuti,” paparnya.

Pantauan Populi.id pada Sabtu (25/4/2026), garis polisi tampak terpasang di pagar bangunan rumah yang menjadi lokasi daycare bernama Little Aresha. Pagar dan pintu tempat penitipan anak itu dalam kondisi tertutup serta tidak terlihat aktivitas apapun.

Warga setempat berinisial F (40), mengaku tidak ada hal mencurigakan dalam keseharian tempat penitipan anak tersebut. Dikatakan, setiap hari dia hanya melihat aktivitas penjemputan dan pengantaran anak saja.

“Sebenarnya normal-normal saja, tidak ada yang mencurigakan kalau dilihat dari luar. Ya saya kaget setelah tahu ada kejadian itu (dugaan penganiayaan anak),” ucapnya.

Bahkan, lanjutnya, terkadang anak-anak diajak berjemur secara bergiliran di halaman rumah F karena bersebelahan dengan lokasi daycare. Dia pun juga tak melihat ada hal mencurigakan, karena anak-anak main bersama pengasuhnya seperti biasa.

Walaupun begitu, F menyebut, setiap hari memang selalu terdengar suara anak-anak atau bayi menangis. Namun, dia menilai itu normal karena berpikir anak-anak tersebut sedang rewel.

“Tapi memang tertutup tempatnya,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)

Tags: daycareKombes Pol Eva Guna PandiaPenganiayaanpenitipan anakPolresta Yogyakarta

Related Posts

Bangkai patahan palang pintu perlintasan sebidang di JPL 349, Jalan Timoho, Kelurahan Demangan, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta, setelah ditabrak sebuah truk box misterius pada Selasa (21/7/2026).

Nekat Melaju Saat Palang Turun, Truk Box Hantam Perlintasan KA Timoho

July 21, 2026
Kanit 3 Satreskrim Polresta Yogyakarta, Ipda Gara Kinarta Immanuel Purba, saat ditemui di Mapolresta Yogyakarta, pada Selasa (7/7/2026).

Polisi Kantongi Identitas Penyokong Dana DPO Penganiaya Pelajar di Kotabaru

July 7, 2026
satu tersangka mereka ulang adegan ketika membacok pelajar hingga mengakibatkan meninggal dunia dalam rekontruksi di halaman Mapolresta Yogyakarta, pada Selasa (7/7/2026).

Polresta Yogyakarta Gelar Rekonstruksi Penganiayaan Tewaskan Pelajar di Kotabaru, Korban Terkena Bacok di Dada

July 7, 2026
Tersangka kekerasan kepada balita di Daycare Little Aresha saat dibawa ke mobil tahanan.

Kasus Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Meluas, Tersangka Kini 27 Orang

July 6, 2026
Viral Dugaan Pelecehan di Malioboro, Polisi: CCTV Tak Temukan Bukti

Viral Dugaan Pelecehan di Malioboro, Polisi: CCTV Tak Temukan Bukti

July 6, 2026
Tersangka kekerasan kepada balita di Daycare Little Aresha saat dibawa ke mobil tahanan.

13 Tersangka Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha Dilimpahkan ke Kejari Yogyakarta

June 25, 2026
Next Post
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, saat mengunjungi Kampung Mrican, Condongcatur, Depok, Sleman, Jumat (24/4/2026).

AHY Apresiasi Revitalisasi Kampung Mrican Sleman, Dorong Jadi Model Penataan Permukiman Nasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.