• Tentang Kami
Monday, August 10, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Serupa Little Aresha, Wali Kota Hasto Wardoyo Sebut 33 Daycare di Yogyakarta Belum Berizin

dalam dua hari terakhir telah dilakukan penyisiran TPA-TPA yang berkoordinasi dengan pemangku wilayah masing-masing kelurahan. Pihaknya pun mendata ada puluhan daycare yang belum berizin. 

byredaksi
April 28, 2026
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyebut 33 daycare belum berizin saat konferensi pers di Mapolresta Yogyakarta, Senin (28/4/2026).

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyebut 33 daycare belum berizin saat konferensi pers di Mapolresta Yogyakarta, Senin (28/4/2026). [populi.id/Dewi Rukmini]

0
SHARES
16
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Kasus kekerasan anak Daycare Little Aresha mengungkap tabir carut-marutnya perizinan tempat penitipan anak di Kota Yogyakarta.

Pemerintah Kota Yogyakarta pun bergerak cepat melakukan sweeping (penyisiran) atau pendataan jasa penitipan anak yang ada di Bumi Mataram. Hasilnya separuh daycare atau tempat penitipan anak (TPA) di Kota Yogyakarta belum berizin.

BERITA MENARIK LAINNYA

Gubernur DIY Sri Sultan HB X Lantik Sembilan Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemda DIY

Pakuwon Mall Bantah Pemasangan Pagar Terkait Isu Antisipasi Kerusuhan

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan dalam dua hari terakhir telah dilakukan penyisiran TPA-TPA yang berkoordinasi dengan pemangku wilayah masing-masing kelurahan. Pihaknya pun mendata ada puluhan daycare yang belum berizin.

“Kami dapatkan (data) ada 37 daycare yang sudah berizin dan 33 lainnya belum berizin. Nanti kami akan audit dan angka itu masih akan terus bertambah,” ucap Hasto saat konferenai pers di Mapolresta Yogyakarta, Senin (28/4/2026).

Hasto menyebut selama ini belum ada ketentuan untuk audit secara reguler di TPA. Sehingga ke depan, Pemkot Yogyakarta bersama DPRD Kota Yogyakarta akan membuat ketentuan terkait audit rutin serta standarisasi TPA di Kota Yogyakarta.

“Tentu ini jadi sebuah pembelajaran bagi kami bahwa regulasi ke depan harus lebih baik,” katanya.

Pendampingan Korban 

Walkot Hasto memastikan Pemkot Yogyakarta akan memberikan pendampingan psikologis kepada korban anak dan orang tua korban. Para psikolog yang ada di seluruh Puskesmas Kota Yogyakarta akan diterjunkan untuk memberikan pendampingan psikologi kepada seluruh korban terdampak. Termasuk dokter anak dan dokter ahli gizi juga bakal diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan tumbuh kembang anak secara fisik.

“Kami juga menyiapkan langkah untuk penilaian terhadap gangguan tumbuh kembang. Karena kemarin, kami audiensi dengan keluarga korban, banyak sekali yang melaporkan tentang gangguan-gangguan tumbuh kembang anak, termasuk stunting,” ungkap dia.

Selain itu, Pemkot Yogyakarta memberikan pendampingan hukum bagi keluarga korban. Pihaknya telah membentuk tim konsultasi hukum yang akan mencatat laporan-laporan dari para orang tua korban dan memastikan tidak ada laporan yang terlewat.

Lebih lanjut, Hasto menyebut telah mengidentifikasikan 15 daycare atau TPA lain yang sementara bisa menampung sampai 78 anak-anak yang menjadi korban. Langkah itu dinilai darurat mengingat sebagian besar orang tua korban bekerja dan terpaksa menitipkan anak ke TPA.

“Kemudian kami memutuskan untuk memberikan pembiayaan sampai akhir semester. Pemkot Yogyakarta bisa menanggung memberikan pendampingan dan pembiayaan kepada korban,” lanjutnya.

Penguatan Standarisasi Sistem Layanan Pengasuhan Anak 

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyampaikan keperihatinan sangat dalam atas dugaan kasus kekerasan anak Daycare Little Aresha.

“Peristiwa ini bukan hanya melukai anak-anak sebagai korban, tetapi juga menguncang kepercayaan publik terhadap layanan pengasuhan anak,” katanya.

Kementerian PPPA menegaskan bahwa setiap bentuk kekerasan anak adalah pelanggaran serius terhadap hak anak dan tidak bisa ditoleransi dalam kondisi apapun. Oleh karena itu, dia mendorong proses hukum bisa berjalan secara tegaa, transparan, dan berkeadilan.

“Seluruh korban harus mendapatkan perlindungan serta pendampingan psikologus dan hukum secara komprehensif. Selain itu, harus dilakukan penelusuran menyeluruh untuk memastikan tidak ada korban lain yang terabaikan,” tambahnya.

Arifah menyebut, kasus tersebut menjadi pengingat pentingnya sistem pengawasan layanan pengasuhan anak, khususnya di daycare masih perlu diperkuat. Apalagi masih ditemukan lembaga tempat penitipan anak yang belum memenuhi aapek perizinan dan standarisasi.

“Celah itu harus segera dibenahi. Kami terus mendorong penguatan standarisasi layanan pengasuhan melalui kebijakan Taman Asuh Ramah Anak (TARA) yang menekankan keamanan, kualitas pengasuhan, kompetensi pengasuh, serta pengawasan berkelanjutan,” paparnya.

Dia mengajak seluruh pemerintah daerah untuk melakukan pendataan dan evaluasi  terhadap seluruh layanan daycare. Terutama memastikan kepatuhan terhadap standar dan perizinan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengasuh melalui pelatihan dan sertifikasi.

“Kepada masyarakat kami mengimbau untuk lebih selektif dalam memilih layanan pengasuhan anak dan tidak ragu melaporkan apabila menemukan indikasi kekerasan,” kata Arifah.

“Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Negara harus hadir, masyarakat harus peduli, dan semua pihak harus memastikan bahwa setiap anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, bebas dari kekerasan, dan penuh kasih sayang,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)

Tags: Berizindaycarehasto wardoyokekerasanlittle areshapenitipan anakwali kota yogyakartaYogyakarta

Related Posts

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, melantik sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Bangsal Kepatihan, kompleks Kantor Gubernur DIY, pada Rabu (5/8/2026).

Gubernur DIY Sri Sultan HB X Lantik Sembilan Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemda DIY

August 5, 2026
Sejumlah titik sekitar Pakuwon Mall dilakukan pemasangan pagar, Senin (3/7/2026).

Pakuwon Mall Bantah Pemasangan Pagar Terkait Isu Antisipasi Kerusuhan

August 5, 2026
Penyidik Unit PPA Satreskrim Polresta Yogyakarta sedang mengecek berkas perkara kasus kekerasan anak Daycare Little Aresha, di ruangannya pada Selasa (28/7/2026).

Update Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha: Dua Anak Ketua Yayasan Ikut Diperiksa

July 31, 2026
Kanit PPA Satreskrim Polresta Yogyakarta, Iptu Apri Sawitri, saat ditemui pada Kamis (30/7/2026).

Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Daycare Little Aresha, Dua Tak Ditahan

July 30, 2026
Pengolahan sampah perolisis memanfaatkan minyak jelantah di Bank Sampah Berlian, Tompeyan, Kota Yogyakarta, Minggu (26/7/2026).

Bank Sampah Berlian Kembangkan Inovasi Ubah Sampah Residu dan Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar

July 27, 2026
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY Kusno Wibowo.

Proyek PSEL DIY Masih Matangkan Persiapan, Pembangunan Ditargetkan Dimulai Akhir 2026

July 27, 2026
Next Post
Kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek yang menghantam KRL di Stasiun Bekasi berdampak pada sejumlah perjalanan kereta api termasuk dari wilayah Daop 6 Yogyakarta, Selasa (28/4/2026)

Sejumlah Perjalanan KA Dibatalkan Imbas Laka Argo Bromo, Daop 6 Yogyakarta Minta Maaf

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.