• Tentang Kami
Thursday, April 30, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Tingkat Kemacetan Lalu Lintas di Indonesia Kian Parah, Pengamat Sarankan Gunakan AI untuk Atasi

Tingkat kemacetan di lima kota besar mencapai 54,9 persen, dengan waktu terbuang hingga 118 jam per pengemudi setiap tahun.

byredaksi
April 30, 2026
in Cendekia, headline
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ilustrasi kemacetan di kota besar di Indonesia

Ilustrasi kemacetan di kota besar di Indonesia. [vecteezy/Muhammad Bintang]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Permasalahan kemacetan di kawasan perkotaan masih menjadi tantangan utama dalam sistem transportasi di Indonesia.

Pendekatan pengendalian lalu lintas yang bersifat statis dinilai belum mampu merespons dinamika pergerakan kendaraan secara real-time.

BERITA MENARIK LAINNYA

Bulu Tangkis Indonesia Catat Sejarah Terburuk Usai Terhenti di Fase Grup Thomas Cup 2026

Benarkah Klaim Indonesia Negara Paling Bahagia? Psikolog Ungkap Faktanya

Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya waktu tempuh, antrean panjang, serta inefisiensi jaringan jalan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan memaparkan kondisi aktual transportasi di Indonesia.

Ia menyebut jumlah kendaraan pada tahun 2025 mencapai 172,9 juta unit dengan pertumbuhan rata-rata 4,5 persen per tahun. Tingkat kemacetan di lima kota besar mencapai 54,9 persen, dengan waktu terbuang hingga 118 jam per pengemudi setiap tahun.

Kerugian ekonomi akibat kemacetan bahkan mencapai Rp77 triliun atau sekitar 2,2 persen dari GDP Jakarta.

“Kondisi ini menunjukkan perlunya transformasi menuju sistem transportasi berbasis data dan terintegrasi,” ucap Dirjen Aan dalam webinar bertajuk “Mengurai Kemacetan Kota dengan Artificial Intelligence: Transformasi Manajemen Lalu Lintas Menuju Smart Mobility di Indonesia” sebagaimana dilansir dari laman UGM, Kamis (30/4/2026.

Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah telah mengembangkan sistem berbasis Intelligent Transportation Systems (ITS) seperti Area Traffic Control System (ATCS) dan Arterial Transport Management System (AtMS).

Sistem tersebut telah diterapkan di ratusan simpang dan puluhan ruas jalan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan lalu lintas. Selain itu, implementasi ITS juga diterapkan pada transportasi publik melalui program Teman Bus yang telah beroperasi di 14 wilayah metropolitan.

Program itu didukung oleh 817 unit bus dan 57 unit feeder dengan tingkat keterisian mencapai 71,42 persen. Layanan ini bahkan berhasil menarik 72 persen pengguna beralih dari moda sepeda motor dan 23 persen dari kendaraan pribadi.

“Ke depan, penerapan ITS memiliki peluang besar untuk analisis data lalu lintas dan pengendalian sistem secara adaptif, meskipun masih menghadapi tantangan regulasi dan kesiapan kelembagaan,” pungkasnya.

Pelaksana Harian Kepala Pustral UGM Ikaputra menyampaikan bahwa transformasi sistem transportasi perlu diarahkan pada pendekatan yang adaptif dan berbasis data.

Ia menilai perkembangan kecerdasan buatan membuka peluang besar dalam meningkatkan kinerja sistem transportasi modern. Teknologi seperti machine learning dan Large Language Models memungkinkan pengolahan data lalu lintas secara real-time serta prediksi kemacetan secara lebih akurat.

Namun, penerapan teknologi ini masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur digital, integrasi data, serta kesiapan sumber daya manusia.

“AI tidak hanya menjadi alat bantu analisis, tetapi turut berpotensi menjadi bagian inti dalam sistem manajemen lalu lintas modern,” kata Ikaputra.

Guru Besar Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan UGM M. Zudhy Irawan menjelaskan peran kecerdasan buatan dalam sistem transportasi masa depan. Ia menilai kebutuhan terhadap AI semakin mendesak seiring meningkatnya kompleksitas sistem transportasi dan volume data yang dihasilkan.

Large Language Models dinilai mampu memahami bahasa manusia, menganalisis data kompleks, serta mengambil keputusan secara adaptif. Kemampuan ini memungkinkan sistem transportasi menjadi lebih responsif terhadap perubahan kondisi di lapangan.

“LLM mampu membuat keputusan cerdas seperti manusia dalam mengoptimalkan sinyal lalu lintas dan memprediksi arus kendaraan,” ungkapnya.

Zudhy juga memaparkan bahwa LLM memiliki empat peran utama dalam sistem transportasi. Pertama, sebagai pemroses informasi dari berbagai sumber seperti sensor, kamera, GPS, dan laporan pengguna.

Kedua, sebagai pengkode pengetahuan yang mengorganisasi aturan lalu lintas dan perilaku pengguna jalan. Ketiga, sebagai generator komponen untuk mendukung pengembangan sistem berbasis AI. Keempat, sebagai fasilitator keputusan yang mampu memberikan solusi optimal dalam pengelolaan lalu lintas.

Lebih lanjut, Zudhy menyoroti bahwa penerapan LLM juga telah digunakan dalam berbagai aspek transportasi modern. Teknologi ini dimanfaatkan pada kendaraan otonom, sistem lampu lalu lintas adaptif, transportasi publik, hingga navigasi cerdas.

Selain itu, LLM juga berperan dalam meningkatkan keselamatan jalan dan efisiensi logistik. Meski demikian, terdapat sejumlah risiko yang perlu diantisipasi dalam implementasinya.

“Teknologi ini memang memberi banyak kemudahan dalam mengelola transportasi, tetapi kita tidak boleh abai terhadap risikonya, terutama terkait akurasi informasi dan keamanan data yang harus benar-benar dijaga,” tuturnya.

Di sisi lain, tantangan implementasi AI dalam transportasi juga mencakup isu privasi data dan keamanan siber. Sistem transportasi modern mengandalkan data perjalanan pengguna yang berpotensi menimbulkan risiko kebocoran informasi.

Selain itu, bias dalam sistem AI dapat memengaruhi keputusan yang dihasilkan, terutama bagi wilayah terpencil atau kelompok rentan. Permasalahan lain terkait regulasi dan tanggung jawab hukum juga masih menjadi perhatian.

“Tanpa tata kelola yang jelas, pemanfaatan AI justru berpotensi menghadirkan risiko baru, sehingga aspek etika, regulasi, dan perlindungan pengguna harus menjadi prioritas,” tegas Zudhy.

Tags: Aan SuhananDirjen Perhubungan DaratindonesiakemacetanKementerian Perhubungansistem transportasiTeknik Sipil UGMZudhy Irawan

Related Posts

Pasangan ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, saat bertanding di ajang Thomas Cup 2026.

Bulu Tangkis Indonesia Catat Sejarah Terburuk Usai Terhenti di Fase Grup Thomas Cup 2026

April 29, 2026
Ilustrasi bahagia

Benarkah Klaim Indonesia Negara Paling Bahagia? Psikolog Ungkap Faktanya

March 1, 2026
Sosiolog UGM, Arie Sujito

Arie Sujito: Indonesia Tengah Hadapi Krisis Berlapis

February 27, 2026
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menandatangani perjanjian dagang di Washington DC, Kamis, pada 19 Februari 2026.

6 Catatan Soal Perjanjian Dagang Baru RI-AS: Produk Amerika Bakal Banjiri Pasar Lokal?

February 21, 2026
ilustrasi PHK

PHK Meningkat Berpotensi Destruktif, Hempri: Pemerintah Jangan Abai

February 9, 2026
Bendera IOC

Rusia Sebut IOC Pakai Standar Ganda Respon Soal Sikap Indonesia Tolak Visa Atlet Israel

October 23, 2025
Next Post
skuad PSS Sleman melakoni latihan

Menghitung Peluang PSS Sleman Promosi ke Super League

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.