• Tentang Kami
Senin, Agustus 31, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

79 Kali Kebakaran Misterius di Seyegan Sleman, Pemilik Rumah Sebut Kerugian Capai Rp 40 Juta

Fenomena kebakaran misterius yang telah terjadi 79 kali di rumah warga di Seyegan masih diselidiki oleh tim peneliti UGM dan UPN Veteran Yogyakarta dengan dugaan sementara terkait gas metana dari dalam tanah.

byredaksi
Juni 2, 2026
in headline, Sleman
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kondisi rumah di Padukuhan Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Seyegan, Sleman, Selasa (2/6/2026).

Kondisi rumah di Padukuhan Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Seyegan, Sleman, Selasa (2/6/2026). [populi.id/Hadid Pangestu]

0
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Fenomena kebakaran misterius yang terjadi di rumah warga di Padukuhan Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, masih terus berlanjut. Hingga Selasa (2/6/2026) pagi, kebakaran dilaporkan telah terjadi sebanyak 79 kali.

Tim peneliti dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta dan Universitas Gadjah Mada (UGM) hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti peristiwa tersebut. Dugaan sementara mengarah pada keberadaan gas metana yang berasal dari dalam tanah.

BERITA MENARIK LAINNYA

Bupati Sleman Siap Temui Kemendikdasmen, Cari Solusi Keluarkan 4.278 Anak dari Status Tak Sekolah

Tanggapi Isu Kenaikan Gaji Kepala Daerah, Bupati Sleman: Yang Saya Cari Amal Jariyah

Pemilik rumah, Muftiana, mengatakan api telah membakar berbagai peralatan rumah tangga, mulai dari sofa, bed cover, hingga sejumlah perlengkapan dapur. Akibat kejadian berulang tersebut, kerugian yang dialaminya diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

“Kalau kerugian saya hitung sekitar Rp 40 juta, tapi dalam dua hari terakhir bisa bertambah karena apinya belum reda dan masih bisa muncul kapan saja,” kata Muftiana.

Berdasarkan pantauan di lokasi, api masih sempat membakar sprei yang sedang dijemur di belakang rumah. Menurut Muftiana, titik kemunculan api paling sering berada di bagian tengah rumah.

Situasi tersebut membuat dirinya dan keluarga harus terus berjaga. Mereka bergantian tidur untuk mengantisipasi munculnya kebakaran susulan.

“Kalau tidur saya juga was-was. Kami sekeluarga gantian, paling lama tidur tiga jam. Dari jam 8 sampai jam 11 masih tidur, lalu rolling jaga dengan suami, bapak, dan ibu,” ujarnya.

Karena khawatir dengan keselamatan keluarga, mereka terpaksa mengungsi ke bangunan di samping rumah yang dianggap lebih aman. Namun, lokasi pengungsian sementara itu juga sempat terdampak kebakaran.

“Kami mengungsi di samping rumah, tapi api juga sempat membakar bagian belakang bangunan yang kami pakai untuk mengungsi,” ungkapnya.

Muftiana menambahkan, sejumlah peneliti dari UGM melakukan pemantauan hingga dini hari untuk mencari sumber permasalahan. Salah satu metode yang digunakan adalah menerbangkan drone guna mendeteksi titik panas di sekitar lokasi.

“Tadi malam sampai jam 1, tim dari UGM datang dari berbagai fakultas. Mereka menerbangkan drone untuk memantau titik panas. Pengamatan dilakukan malam hari supaya tidak banyak gangguan dari kendaraan,” katanya.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Sleman bersama sejumlah instansi terus memberikan pendampingan dan bantuan logistik kepada keluarga terdampak.

“Kalau dari Pemkab Sleman dan jajarannya masih mendampingi. Apa yang dibutuhkan disuplai. Dari BPBD dan Kemensos juga memberikan bantuan logistik. Kami juga menggunakan alat pemadam api ringan sendiri, ditambah bantuan dari Damkar,” jelasnya.

Muftiana menyebut tim peneliti dari UGM dan UPN Veteran Yogyakarta dijadwalkan menyampaikan hasil penelitian terbaru pada Selasa sore.

“Para pakar rencananya sore ini datang untuk menyamakan hasil penelitian. Informasi yang saya dengar, tim dari UGM dan UPN akan menyampaikan hasilnya Selasa sore,” pungkasnya. (populi.id/Hadid Pangestu)

Tags: KasurankebakaranSeyeganSleman

Related Posts

Bupati Sleman Harda Kiswaya

Bupati Sleman Siap Temui Kemendikdasmen, Cari Solusi Keluarkan 4.278 Anak dari Status Tak Sekolah

Agustus 5, 2026
Bupati Sleman Harda Kiswaya

Tanggapi Isu Kenaikan Gaji Kepala Daerah, Bupati Sleman: Yang Saya Cari Amal Jariyah

Agustus 5, 2026
Anggota medis melakukan evakuasi jenazah pria lanjit usia yang tertemper di Timur Fly Over Janti, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY, Minggu (3/8/2026). (Polresta Sleman)

Lansia Pencari Rongsok Tewas Tertemper Kereta Api di Janti, KAI Ingatkan Hal Ini

Agustus 3, 2026
Polisi melakukan penyelidikan kekerasan jalanan di Jalan Laksda Adi Sucipto, Maguwoharjo, Sleman, DIY, Minggu (2/8/2026). (Polresta Sleman)

Pelajar Asal Tangerang Selatan Jadi Korban Tembakan Air Softgun di Sleman

Agustus 3, 2026
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Mustadi.

Laptop bagi Siswa SMP Tak Wajib, Disdik Sleman: Hanya Berlaku bagi Kelas Digital Pilihan

Juli 28, 2026
Polisi menunjukkan barang bukti pencurian motor di wilayah Tempel, Sleman, DIY, Senin (27/7/2026).

Residivis Curi Motor Tamu Salon di Tempel, Sempat Ubah Warna dan Rusak Nomor Rangka

Juli 28, 2026
Next Post
Salah satu massa aksi Bela Nadiem saat menyampaikan orasi di depan Kantor Kejati DIY, Selasa (2/6/2026).

Aksi Bela Nadiem Makarim di Yogyakarta, Driver Ojol: Kami Tidak Lupa Jasanya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

Februari 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

Juni 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

Juni 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

Juni 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

Mei 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.