• Tentang Kami
Friday, July 17, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

79 Kali Kebakaran Misterius di Seyegan Sleman, Pemilik Rumah Sebut Kerugian Capai Rp 40 Juta

Fenomena kebakaran misterius yang telah terjadi 79 kali di rumah warga di Seyegan masih diselidiki oleh tim peneliti UGM dan UPN Veteran Yogyakarta dengan dugaan sementara terkait gas metana dari dalam tanah.

byredaksi
June 2, 2026
in headline, Sleman
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kondisi rumah di Padukuhan Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Seyegan, Sleman, Selasa (2/6/2026).

Kondisi rumah di Padukuhan Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Seyegan, Sleman, Selasa (2/6/2026). [populi.id/Hadid Pangestu]

0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Fenomena kebakaran misterius yang terjadi di rumah warga di Padukuhan Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, masih terus berlanjut. Hingga Selasa (2/6/2026) pagi, kebakaran dilaporkan telah terjadi sebanyak 79 kali.

Tim peneliti dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta dan Universitas Gadjah Mada (UGM) hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti peristiwa tersebut. Dugaan sementara mengarah pada keberadaan gas metana yang berasal dari dalam tanah.

BERITA MENARIK LAINNYA

Pria di Sleman Cetak 202 Lembar Uang Palsu Pakai Printer, Modusnya Belanja Rokok

Diduga Jadi Korban Mafia Tanah, Ahli Waris di Sleman Kaget Sertifikat Rumah Beralih Nama dan Diagunkan ke Bank

Pemilik rumah, Muftiana, mengatakan api telah membakar berbagai peralatan rumah tangga, mulai dari sofa, bed cover, hingga sejumlah perlengkapan dapur. Akibat kejadian berulang tersebut, kerugian yang dialaminya diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

“Kalau kerugian saya hitung sekitar Rp 40 juta, tapi dalam dua hari terakhir bisa bertambah karena apinya belum reda dan masih bisa muncul kapan saja,” kata Muftiana.

Berdasarkan pantauan di lokasi, api masih sempat membakar sprei yang sedang dijemur di belakang rumah. Menurut Muftiana, titik kemunculan api paling sering berada di bagian tengah rumah.

Situasi tersebut membuat dirinya dan keluarga harus terus berjaga. Mereka bergantian tidur untuk mengantisipasi munculnya kebakaran susulan.

“Kalau tidur saya juga was-was. Kami sekeluarga gantian, paling lama tidur tiga jam. Dari jam 8 sampai jam 11 masih tidur, lalu rolling jaga dengan suami, bapak, dan ibu,” ujarnya.

Karena khawatir dengan keselamatan keluarga, mereka terpaksa mengungsi ke bangunan di samping rumah yang dianggap lebih aman. Namun, lokasi pengungsian sementara itu juga sempat terdampak kebakaran.

“Kami mengungsi di samping rumah, tapi api juga sempat membakar bagian belakang bangunan yang kami pakai untuk mengungsi,” ungkapnya.

Muftiana menambahkan, sejumlah peneliti dari UGM melakukan pemantauan hingga dini hari untuk mencari sumber permasalahan. Salah satu metode yang digunakan adalah menerbangkan drone guna mendeteksi titik panas di sekitar lokasi.

“Tadi malam sampai jam 1, tim dari UGM datang dari berbagai fakultas. Mereka menerbangkan drone untuk memantau titik panas. Pengamatan dilakukan malam hari supaya tidak banyak gangguan dari kendaraan,” katanya.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Sleman bersama sejumlah instansi terus memberikan pendampingan dan bantuan logistik kepada keluarga terdampak.

“Kalau dari Pemkab Sleman dan jajarannya masih mendampingi. Apa yang dibutuhkan disuplai. Dari BPBD dan Kemensos juga memberikan bantuan logistik. Kami juga menggunakan alat pemadam api ringan sendiri, ditambah bantuan dari Damkar,” jelasnya.

Muftiana menyebut tim peneliti dari UGM dan UPN Veteran Yogyakarta dijadwalkan menyampaikan hasil penelitian terbaru pada Selasa sore.

“Para pakar rencananya sore ini datang untuk menyamakan hasil penelitian. Informasi yang saya dengar, tim dari UGM dan UPN akan menyampaikan hasilnya Selasa sore,” pungkasnya. (populi.id/Hadid Pangestu)

Tags: KasurankebakaranSeyeganSleman

Related Posts

Jumpa pers kasus peredaran uang palsu di Mororejo, Tempel, Sleman, Rabu (15/7/2026).

Pria di Sleman Cetak 202 Lembar Uang Palsu Pakai Printer, Modusnya Belanja Rokok

July 16, 2026
PKBH UAJY memberikan pendampingan hukum kepada keluarga almarhum Komaridin yang diduga menjadi korban mafia tanah di Kabupaten Sleman, Senin (13/7/2026).

Diduga Jadi Korban Mafia Tanah, Ahli Waris di Sleman Kaget Sertifikat Rumah Beralih Nama dan Diagunkan ke Bank

July 14, 2026
Ilustrasi ibadah haji

Sebanyak 465 Calon Jemaah Haji Khusus 2027 Ikuti Manasik Lebih Awal

July 12, 2026
Kebakaran melanda Vrama Billiard and Cafe serta Kanaya Munch & Migle, Jumat (3/7/2026) pagi.

Tempat Nongkrong dan Billiard di Mergangsan Kebakaran, Diduga Korsleting

July 3, 2026
Polisi menggiring tersangka pencurian berankas di Godean, Sleman, DIY, Kamis (2/6/2026).

Butuh Dana untuk Lamaran, Pemuda di Godean Nekat Curi Brankas Tetangga Berisi Rp13,5 Juta

July 2, 2026
Satu unit alat berat ekscavator dikerahkan untuk membongkar bangunan liar di atas saluran irigasi di Padukuhan Sedan, Kalurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY, Rabu (1/7/2026).

Komitmen Pemkab Sleman Tertibkan Bangunan Liar di Atas Saluran Irigasi hingga TKD

July 2, 2026
Next Post
Salah satu massa aksi Bela Nadiem saat menyampaikan orasi di depan Kantor Kejati DIY, Selasa (2/6/2026).

Aksi Bela Nadiem Makarim di Yogyakarta, Driver Ojol: Kami Tidak Lupa Jasanya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.