YOGYAKARTA, POPULI.ID – Keluhan warga terkait lambannya perbaikan jalan menuju Rusunawa Balirejo, Kelurahan Muja Muju, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, menjadi sorotan setelah viral di media sosial. Warga mengeluhkan akses jalan yang terganggu akibat proyek pemasangan paving block yang belum kunjung selesai.
Keluhan tersebut diunggah melalui akun Instagram @merapi_uncover pada Sabtu (20/6/2026). Dalam unggahan itu disebutkan bahwa perbaikan jalan sepanjang kurang lebih 150 meter telah dimulai sejak awal Juni. Namun hingga 20 Juni 2026, pekerjaan disebut baru mencapai sekitar 33 meter dan dalam sepekan terakhir tidak terlihat aktivitas pengerjaan.
Menanggapi hal itu, Ketua RT 53 Balirejo, Benny Budiyo, mengatakan keterlambatan proyek bukan disebabkan pekerjaan yang mangkrak, melainkan karena material paving block yang dibutuhkan belum tersedia.
“Saya kemarin juga sempat ditelepon Pak Lurah dan saya juga menghubungi Dinas PU. Sebenarnya itu hanya karena keterlambatan pemasangan paving block,” kata Benny saat diwawancarai.
Menurutnya, informasi yang diterima dari pelaksana proyek menyebutkan bahwa material paving masih dalam proses pengiriman dari penyedia karena harus menunggu antrean produksi.
“Karena memang paving block itu, saya tanya ke pihak PU dan penyedia jasa, baru datang hari ini karena masih menunggu antrean paving,” ujarnya.
Benny menjelaskan, sebelumnya sempat ada pengiriman paving block ke lokasi proyek. Namun material tersebut tidak dapat digunakan karena ukuran dan spesifikasinya tidak sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.
Ia menuturkan, keterlambatan pasokan juga dipengaruhi tingginya permintaan paving dengan spesifikasi tertentu yang tidak dijual bebas di toko bangunan.
“Ya karena menunggu paving-nya belum jadi, masih antre. Kualitas yang dibutuhkan itu K-12, jadi bukan paving yang ada di toko-toko bangunan. Ketebalannya sekitar 8 sentimeter dan cukup kuat dilalui kendaraan berat,” jelasnya.
Benny mengaku sengaja meminta kualitas paving yang sama dengan paving lama yang sebelumnya digunakan di kawasan tersebut. Menurutnya, kualitas material harus menjadi perhatian agar hasil pekerjaan dapat bertahan dalam jangka panjang.
“Karena dulu jalan itu dibangun melalui proyek skala kawasan dari provinsi. Saya minta yang bagus karena itu aset kami,” tegasnya.
Sementara itu, petugas keamanan RT 53 Balirejo, Laksono Agung, membenarkan bahwa pekerjaan sempat terhenti selama beberapa hari akibat kendala material.
“Jalan di depan rusun itu memang harus diganti paving yang baru. Standar dalam RAB mengharuskan menggunakan paving dari penyedia tertentu, sementara permintaan di sana sedang tinggi,” katanya.
Menurut Laksono, sempat ada material yang dikirim ke lokasi. Namun setelah diperiksa, ukuran paving tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan sehingga harus dikembalikan.
“Kemarin sudah sempat datang, tetapi ukurannya tidak sesuai sehingga dipulangkan lagi. Itu yang membuat pekerjaan agak terlambat,” ujarnya.
Ia menyebut secara keseluruhan proyek seharusnya dapat selesai dalam waktu sekitar satu bulan. Namun dalam sepekan terakhir pengerjaan terhambat karena menunggu material pengganti.
“Kalau proyeknya sendiri sudah berjalan sekitar dua minggu lalu. Hanya saja seminggu terakhir memang terhenti karena menunggu material,” katanya.
Laksono mengakui ada sejumlah warga yang merasa terganggu karena akses kendaraan menjadi terbatas. Untuk mengurangi dampaknya, pihak lingkungan menyediakan area parkir sementara bagi warga yang rumahnya berada di bagian ujung jalan.
“Ada warga yang merasa aktivitasnya terganggu karena punya kendaraan. Saya juga menyediakan tempat parkir di sini, jaraknya sekitar 50 sampai 70 meter. Saya paham memang tidak nyaman, tetapi ini untuk kebaikan bersama,” ujarnya.
Meski demikian, ia berharap masyarakat dapat melihat proyek tersebut dari sisi positif karena hasil akhirnya akan memberikan manfaat bagi lingkungan.
“Orang kan punya pola pikir berbeda-beda. Kalau saya mengambil sisi positifnya saja,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta, Umi Akhsanti, memastikan pihaknya telah meminta penyedia jasa untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan.
“Kami sudah meminta penyedia untuk segera menyelesaikan pekerjaan,” kata Umi.
DPUPKP berharap pasokan material segera tersedia sehingga pengerjaan jalan menuju Rusunawa Balirejo dapat dilanjutkan dan selesai sesuai target yang telah ditetapkan. (populi.id/Hadid Pangestu)










![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)

