YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pemerintah Kota Yogyakarta tengah gencar melakukan penataan kota dari sampah-sampah visual berupa kabel fiber optik yang mengantung di udara. Langkah yang diambil Pemkot Yogyakarta yakni merelokasi kabel-kabel semrawut itu menggunakan sistem ducting atau penanaman kabel di bawah tanah.
Penataan kabel fiber optik yang tumpang tindih di udara itu dilakukan sebagai upaya untuk memperindah kawasan Kota Yogyakarta. Langkah itu dinilai krusial mengingat posisi strategis Yogyakarta sebagai kota wisata sekaligus penunjang kawasan Sumbu Filosofi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta, Umi Akhsanti, mengungkapkan bahwa pada tahun ini (2026) Pemkot Yogyakarta telah menyelesaikan pembangunan ducting fiber optik sepanjang 840 meter di koridor Jalan Kenari, membentang dari Simpang Mandala Krida hingga Simpang Balai Kota Yogyakarta.
Sebanyak 26 kabel udara yang sebelumnya malang-melintang dikatakan kini telah direlokasi ke dalam tanah. Selain diturunkan, pemerintah juga melakukan simplifikasi atau penyederhanaan menjadi 13 kabel terintegrasi yang dikelola 11 penyelenggara telekomunikasi di Kota Yogyakarta.
“Penataan jaringan telekomunikasi itu tidak hanya meningkatkan estetika kawasan perkotaan, tapi juga mendukung keamanan infrastruktur, efisiensi pemanfaatan ruang, serta penguatan ekosistem digital dalam mendukung transformasi digital di Kota Yogyakarta,” ucapnya.
“Ke depan, Pemkot Yogyakarta akan terus melakukan penataan utilitas dan relokasi kabel fiber optik dengan pola kolaborasi di lokasi-lokasi strategis. Sehingga tercipta ruang kota yang semakin tertata dan berdaya saing,” jelasnya.
Kepala Diskominfo Kota Yogyakarta, Ignatius Trihastono, menuturkan target penataan kabel fiber optik udara menggunakan sistem ducting pada tahun ini menyasar wilayah batas-batas kota. Sebelumnya, pihaknya telah selesai menata kabel-kabel semrawut yang ada di batas Kota Yogyakarta dengan Kabupaten Sleman, di sekitar UGM dan Kampus UII Jalan Cik Di Tiro.
Sementara itu, pada tahun ini dikatakan ada lima ruas jalan yang menjadi sasaran utama program ducting.
“Tahun ini kami upayakan di batas-batas kota Jalan Magelang, Jalan Wates, Jalan Solo, Gejayan, dan Jalan Parangtritis. Ada lima (titik), sehingga nanti batas-batas kota memasuki wilayah Kota Yogyakarta, nuansanya berbeda. Kalau masuk Kota Yogyakarta, kabelnya sudah tidak semrawut lagi,” tutur dia.
Disinggung terkait target Kota Yogyakarta bisa bersih dari kabel fiber optik udara, Trihastono menjelaskan akan mulai ekskalasi denganenggandeng pihak swasta pada 2027. Hal itu dikatakan sesuai arahan dari Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.
Sedangkan pada sisa waktu hingga akhir 2026, pihaknya sedang menyiapkan payung hukum untuk memastikan program ducting berjalan sesuai regulasi. (populi.id/Dewi Rukmini)










![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)

