• Tentang Kami
Saturday, April 11, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home News Global

Pakar UMY: Venezuela Berisiko Kehilangan Legitimasi Usai Maduro Ditangkap

penangkapan Presiden Venezuela oleh Amerika Serikat dinilai berpotensi menciptakan krisis legitimasi negara. Dalam kondisi tersebut, masyarakat kehilangan rujukan otoritas yang jelas

byredaksi
January 7, 2026
in Global, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi Venezuela

Ilustrasi masyarakat Venezuela mengibarkan bendera. [pexels/Renan Braz]

0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

BANTUL, POPULI.ID – Pemimpin yang berpotensi muncul pasca-invasi Amerika Serikat ke Venezuela dinilai berisiko kehilangan legitimasi dan hanya menjadi perpanjangan kepentingan asing.

Pakar Sosiologi Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Zuly Qodir menilai pergantian kekuasaan yang terjadi melalui tekanan eksternal kerap melahirkan ilusi perubahan politik di tengah masyarakat.

BERITA MENARIK LAINNYA

Dosen Hukum Pidana UMY Minta Kejagung Transparan Terkait Pemeriksaan Kajari Karo Usai Kasus Amsal Sitepu

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL di Lebanon, Ini Kata Dosen UMY

Menurut Zuly, dalam banyak kasus masyarakat yang merasa kecewa terhadap pemimpin sebelumnya cenderung memberikan dukungan kepada siapa pun yang menggantikannya, tanpa terlebih dahulu menilai secara kritis proses dan kepentingan di balik pergantian kekuasaan tersebut.

“Ketika masyarakat sudah tidak suka dengan pemimpin lama, lalu ada kekuatan asing yang menurunkannya, sering kali dukungan langsung diberikan. Padahal, pemimpin yang diangkat melalui campur tangan asing berpotensi besar menjadi pemimpin boneka,” ujar Zuly dilansir dari laman UMY, (7/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa euforia perubahan semacam ini kerap menutup kesadaran publik terhadap risiko jangka panjang. Dukungan politik yang dibangun semata-mata atas dasar ketidaksukaan terhadap rezim lama tidak selalu berujung pada lahirnya pemerintahan yang lebih baik atau berpihak pada kepentingan rakyat.

“Ilusi perubahan ini berbahaya. Yang penting bukan hanya siapa yang diganti, tetapi bagaimana proses pergantian itu terjadi dan untuk kepentingan siapa,” tegasnya.

Guru Besar Ilmu Sosiologi Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) UMY tersebut menilai pemimpin hasil intervensi asing umumnya terikat pada kepentingan pihak yang mendukungnya. Dalam konteks Venezuela, potensi tersebut dinilai semakin kuat mengingat posisi strategis negara itu sebagai salah satu produsen minyak dunia.

Lebih lanjut, penangkapan Presiden Venezuela oleh Amerika Serikat dinilai berpotensi menciptakan krisis legitimasi negara. Dalam kondisi tersebut, masyarakat kehilangan rujukan otoritas yang jelas, sementara kendali pemerintahan justru beralih ke aktor eksternal.

Risiko ini semakin besar karena adanya keretakan di kalangan elite Venezuela, baik di ranah politik, militer, maupun intelijen. Perbedaan sikap elite terhadap kepemimpinan dan intervensi asing dinilai membuka ruang instabilitas yang lebih luas di tingkat masyarakat.

Zuly juga mengingatkan bahwa dukungan publik terhadap pemimpin pasca-invasi dapat dengan mudah dimanipulasi melalui narasi penyelamatan dan stabilisasi. Dalam situasi krisis, masyarakat cenderung mencari figur pengganti secara cepat, tanpa ruang refleksi yang memadai.

Oleh karena itu, keberadaan kelompok masyarakat yang independen dan kritis dinilai sangat penting untuk mengawal proses perubahan politik. Menurutnya, tanpa kontrol sosial yang kuat, transisi kekuasaan berisiko sepenuhnya dikendalikan oleh aktor eksternal.

“Harus ada kelompok kritis yang mengawal, mempertanyakan, dan mengawasi. Jika tidak, perubahan kepemimpinan ini justru akan melahirkan persoalan baru yang lebih besar,” pungkasnya.

Tags: amerika serikatLegitimasiSosiologi PolitikUMYVenezuelaZuly Qodir

Related Posts

Kajari Karo Danke Rajagukguk saat menghadiri sidang dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI

Dosen Hukum Pidana UMY Minta Kejagung Transparan Terkait Pemeriksaan Kajari Karo Usai Kasus Amsal Sitepu

April 7, 2026
Dosen Hubungan Internasional UMY, Idham Badruzaman.

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL di Lebanon, Ini Kata Dosen UMY

April 3, 2026
Ilustrasi imunisasi

Pakar Kesehatan Ingatkan Pentingnya Imunisasi untuk Putus Rantai Penularan Campak

March 16, 2026
Logo mobil buatan pabrikan India, Mahindra, yang dikabarkan bakal jadi rekanan Indonesia untuk pemenuhan operasional Koperasi Desa Merah Putih

Akademisi UMY Desak Pemerintah Kaji Ulang Soal Impor Mobil India: Tidak Rasional

February 25, 2026
Pemandangan Gunung Api Purba Nglanggeran di Gunungkidul

Pakar Sebut 3 Hal Penting Kembangkan Pariwisata di Gunungkidul

February 24, 2026
Ilustrasi pernikahan

Banyak Kaum Muda Tunda Pernikahan, Guru Besar UMY Beber Faktor Penyebabnya

February 22, 2026
Next Post
Tim relawan dan BPBD Bantul melakukan penanganan rumah warga yang terdampak bencana cuaca ekstrem

Pemkab Bantul Siapkan Rp2,3 M Benahi 11 Titik Terdampak Bencana

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.