• Tentang Kami
Sunday, June 7, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Kios Pasar Terban Urung Memadai, Penjahit dari Jalan Dr. Sardjito Pindah ke Demangan Baru

Sejumlah penjahit yang sebelumnya punya kios di Jalan Dr. Sardjito ada yang mengikuti relokasi ke Pasar Terban tetapi ada pula yang memilih rute lain buka di Jalan Demangan Baru

byredaksi
January 20, 2026
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Penjahit yang sebelumnya mangkal di kawasan Jalan Dr. Sardjito sementara memilih pindah ke Demangan Baru sembari menunggu kelayakan kios anyar di Pasar Terban

Penjahit yang sebelumnya mangkal di kawasan Jalan Dr. Sardjito sementara memilih pindah ke Demangan Baru sembari menunggu kelayakan kios anyar di Pasar Terban. [populi.id/Dewi Rukmini]

0
SHARES
41
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Puluhan kios permak jeans yang berada di sepanjang Jalan Dr. Sardjito, Kelurahan Terban, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta sudah ditinggalkan pemiliknya.

Sejumlah kios semi permanen itu kini tinggal menyisakan puing triplek, papan atau spanduk nama kios, hingga beberapa pakaian dan tas bekas. Aktivitas jahit menjahit sudah tak terlihat di lokasi tersebut.

BERITA MENARIK LAINNYA

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

Menteri PKP Maruarar Sirait Klaim Realisasi Program KUR Perumahan dan Bedah Rumah di DIY Tertinggi pada 2026

Tak jauh dari lokasi kios, tepatnya di dekat lampu APILL, terpasang spanduk yang menginformasikan bahwa kios permak jeans pindah ke komplek Pasar Terban. Meski begitu, ada beberapa kios yang menempelkan tulisan pindah ke lokasi lain, satu di antaranya di Jalan Demangan Baru.

Seorang penjahit, Mulyadi, (50), mengatakan sesuai surat pemberitahuan relokasi terakhir, para penjahit harus mengosongkan kios pada 15 Januari 2025. Para penjahit pun mengikuti aturan itu, sehingga pada 14 Januari 2025 mulai memindahkan barang-barang.

Dikatakan, sebagian besar penjahit langsung pindah menempati kios baru di Pasar Terban yang sudah disediakan pemerintah. Akan tetapi ada beberapa penjahit yang memilih mencari kios baru di tempat lain, termasuk dirinya.

“Total yang direlokasi ada sekitar 70-an, itu ada pedagang kuliner, servis sepatu, tas, dan penjahit permak. Sebetulnya memang banyak yang ke Pasar Terban. Tapi kalau permak banyak yang cari kios di luar. Kalau yang pindah di Jalan Demangan Baru sebanyak tujuh atau delapan penjahit, tapi kami juga ambil di pasar,” terangnya, Selasa (20/01/2026).

Mulyadi menyebut ada beberapa pertimbangan tidak langsung menempati kios yang sudah disediakan di Pasar Terban. Di antaranya karena barang-barangnya tidak muat jika dipindah ke kios Pasar Terban.

Kios penjahit yang ada di kawasan Jalan Dr. Sardjito mulai dibersihkan oleh Pemkot Yogyakarta. Sebagian penjahit direlokasi ke Pasar Terban sebagian lainnya memilih buka di tempat lain di antaranya di Jalan Demangan Baru
Kios penjahit yang ada di kawasan Jalan Dr. Sardjito mulai dibersihkan oleh Pemkot Yogyakarta. Sebagian penjahit direlokasi ke Pasar Terban sebagian lainnya memilih buka di tempat lain di antaranya di Jalan Demangan Baru. [populi.id/Dewi Rukmini]
“Di sana kan cuma 3×2 meter (ukuran kios), itupun sudah ada dua meja cor. Jadi untuk meletakkan barang tidak muat. Saya kan punya dua set mesin jahit dan obras, kalau masuk set bahan semua tidak muat. Belum lagi celana punya pelanggan,” katanya.

Menurutnya, keberadaan dua meja cor membuat kios di Pasar Terban sempit untuk penjahit. Selain itu, kios penjahit di Pasar Terban juga dinilai terlalu terbuka untuk menyimpan barang-barang.

Maka, penjahit harus melakukan perombakan agar mesin jahit bisa masuk dan barang-barang bisa disimpan ketika ditinggal pulang. Kendati demikian, perombakan kios tidak bisa serta merta dan harus mengikuti aturan pasar. Oleh karena itu, dia memilih mencari tempat lain terlebih dahulu.

“Sekarang di sana kan sedang dicarikan solusi. Kami menunggu solusi itu dan harapannya ingin menempati Pasar Terban, karena kami semua minat ke pasar. Semoga nanti ada kebijakan yang bisa mendukung,” tuturnya.

Penjahit lainnya, Setiono, memilih tidak pindah ke Pasar Terban karena kios yang disediakan pemerintah dinilai kurang cocok untuk penjahit. Sehingga dia harus melakukan perombakan agar nyaman untuk menjahit.

“Kalau teman-teman sih sebagian ambil kios itu, tapi saya tidak. Ya harus modal lagi dan tidak siap pakai, masalahnya di situ,” ucap dia.

Di sisi lain, dia menilai lokasi Jalan Demangan Baru lebih strategis bagi penjahit permak pakaian. Sebab, lokasinya mudah ditemukan dan pelanggan tidak perlu parkir.

“Kalau di Pasar Terban kan harus masuk dan parkir dulu. Kalau di pinggir jalan itu sangat berpengaruh mendatangkan pelanggan. Karena orang-orang pulang kerja tinggal mampir sebentar. Makanya sebagian pindah ke sini,” katanya.

Senada, Indra (42), penjahit dari Jalan Dr. Sardjito juga lebih memilih pindah ke Jalan Demangan Baru. Sebab, ia merasa nyaman dan terbiasa membuka lapak menjahit di pinggir jalan. Apalagi, rata-rata pelanggannya hanya mampir sebentar sehingga tidak mau parkir.

“Saya sudah puluhan tahun terbiasa di pinggir jalan, toh langganan saya juga kadang tidak mau parkir. Biasanya mereka turun dari kendaraan dan langsung saya kasih (jahitannya). Tapi nanti saya tetap buka di sana (Pasar Terban),” tutupnya. (populi.id/Dewi Rukmini)

Tags: Demangan BaruJalan Dr. Sardjitopasar terbanpenjahitRelokasiYogyakarta

Related Posts

YOGYAKARTA, POPULI.ID - Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjadi sorotan dalam agenda pertemuan Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, pada Kamis (4/6/2026). Kasus tersebut disinggung langsung di hadapan para pemimpin daerah sebagai pengingat keras dalam menyusun kebijakan publik. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, usai kegiatan. Dia mengungkapkan, dalam agenda silahturahmi Forkopimda se-Jawa Bali itu diisi dengan beberapa paparan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah menteri. Seperti diketahui, pertemuan itu dihadiri sejumlah menteri dan gubernur di wilayah Jawa dan Bali. Antara lain Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) Amalia Adininggar Widyasanti. Dalam kegiatan itu tampak hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sedangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Pramono Anung, serta Gubernur Banten Andra Soni tidak terlihat menghadiri kegiatan itu. "Pada dasarnya memotivasi kami semua para kepala daerah. Secara umum, yang saya tangkap adalah kami dibayar oleh rakyat, jadi jangan sekali-kali sakiti hati rakyat," ungkapnya. Selain membahas isu-isu strategis seperti penanganan hoaks, penguatan kepemimpinan daerah (pimda), dan pencegahan konflik melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Forum tersebut juga secara khusus menyoroti gaya hidup flexing atau pamer aparat negara dan akuntabilitas kebijakan. Kasus penangkapan Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung, atas kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG juga dijadikan contoh nyata agar para kepala daerah lebih mawas diri. Poin penekanan yang diberikan terkait pentingnya menjaga benteng pertahanan, baik secara personal maupun sistemik. "Salah satu yang disinggung seperti itu (soal kasus MBG). Jadi maksudnya bahwa jaga-jaga diri baik secara sistem, jangan sampai kami salah membuat kebijakan. Karena ada beberapa kebijakan yang kami tidak bermaksud tapi kebijakannya salah, bisa memperkaya pihak lain. Apalagi kalau ada mensrea (niat jahat)," jelasnya. Dia menyebut menjadi kepala daerah itu bukan hal yang mudah. Karena seluruh kepala daerah diharapkan dapat bekerja lebih all-out dan selektif dalam merancang program kerja demi memastikan setiap anggaran negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kalau kami bikin program, sebenarnya itu bermanfaat atau tidak. Walaupun suratnya lengkap, barangnya ada, tapi kalau ternyata sudah diadakan tapi tidak berguna untuk masyarakat, nanti malah menjadi salah satu tindakan koruptif," katanya. "Memang tidaj ada korupsi secara langsung tapi koruptif. Untuk apa kami belanja sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh masyarakat, begitu kurang lebih," tandasnya.

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

June 5, 2026
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, saat berbincang dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada Kamis (4/6/2026).

Menteri PKP Maruarar Sirait Klaim Realisasi Program KUR Perumahan dan Bedah Rumah di DIY Tertinggi pada 2026

June 5, 2026
Sejumlah Menteri dan Gubernur saat berjalan menuju ruang pertemuan bersama Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, Kamis (4/6/2026).

Menteri dan Kepala Daerah se-Jawa Bali Berkumpul di Kantor Gubernur DIY, Bahas Identifikasi Masalah Lokal

June 5, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, secara simbolis menyerahkan TNKTB kepada perwakilan komunitas bentor Kota Yogyakarta dalam kegiatan penyaluran 50 unit becak listrik dan pemusnahan 50 bentor di KUPT Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Rabu (3/6/2026).

Pemkot Yogyakarta Salurkan 50 Unit Becak Listrik Bantuan CSR PT KAI kepada Pengayuh Bentor

June 3, 2026
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Fahri Hamzah melakukan pemantaun Kampung Lampion, Kotabaru, Kota Yogyakarta, DIY, Jumat (29/5/2026).

Fahri Hamzah Dorong Penataan Bantaran Sungai Code Yogyakarta Jadi Model Nasional

May 29, 2026
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyaksikkan penyembelihan sapi kurban dari Presiden Prabowo untuk warga di kawasan Sungai Code, Rabu (27/5/2026)

Presiden Prabowo Bagikan Sapi Kurban ke Warga Bantaran Kali Sungai Code

May 27, 2026
Next Post
Bupati Pati, Sudewo dikenal dengan sederet catatan kontroversi, dari menantang demonstran hingga kini terseret kasus korupsi

Jejak Kontroversi Bupati Pati Sudewo: Dari Pajak Gila-gilaan hingga Korupsi Rel Kereta Api

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.