• Tentang Kami
Wednesday, April 22, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Kios Pasar Terban Urung Memadai, Penjahit dari Jalan Dr. Sardjito Pindah ke Demangan Baru

Sejumlah penjahit yang sebelumnya punya kios di Jalan Dr. Sardjito ada yang mengikuti relokasi ke Pasar Terban tetapi ada pula yang memilih rute lain buka di Jalan Demangan Baru

byredaksi
January 20, 2026
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Penjahit yang sebelumnya mangkal di kawasan Jalan Dr. Sardjito sementara memilih pindah ke Demangan Baru sembari menunggu kelayakan kios anyar di Pasar Terban

Penjahit yang sebelumnya mangkal di kawasan Jalan Dr. Sardjito sementara memilih pindah ke Demangan Baru sembari menunggu kelayakan kios anyar di Pasar Terban. [populi.id/Dewi Rukmini]

0
SHARES
33
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Puluhan kios permak jeans yang berada di sepanjang Jalan Dr. Sardjito, Kelurahan Terban, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta sudah ditinggalkan pemiliknya.

Sejumlah kios semi permanen itu kini tinggal menyisakan puing triplek, papan atau spanduk nama kios, hingga beberapa pakaian dan tas bekas. Aktivitas jahit menjahit sudah tak terlihat di lokasi tersebut.

BERITA MENARIK LAINNYA

Diduga Kelebihan Muatan, Sebanyak 12 Mahasiswa UAD Terjebak di dalam Lift

PLN Dukung Geliat Ekonomi Kreatif lewat Konser Sarga Festival di Yogyakarta

Tak jauh dari lokasi kios, tepatnya di dekat lampu APILL, terpasang spanduk yang menginformasikan bahwa kios permak jeans pindah ke komplek Pasar Terban. Meski begitu, ada beberapa kios yang menempelkan tulisan pindah ke lokasi lain, satu di antaranya di Jalan Demangan Baru.

Seorang penjahit, Mulyadi, (50), mengatakan sesuai surat pemberitahuan relokasi terakhir, para penjahit harus mengosongkan kios pada 15 Januari 2025. Para penjahit pun mengikuti aturan itu, sehingga pada 14 Januari 2025 mulai memindahkan barang-barang.

Dikatakan, sebagian besar penjahit langsung pindah menempati kios baru di Pasar Terban yang sudah disediakan pemerintah. Akan tetapi ada beberapa penjahit yang memilih mencari kios baru di tempat lain, termasuk dirinya.

“Total yang direlokasi ada sekitar 70-an, itu ada pedagang kuliner, servis sepatu, tas, dan penjahit permak. Sebetulnya memang banyak yang ke Pasar Terban. Tapi kalau permak banyak yang cari kios di luar. Kalau yang pindah di Jalan Demangan Baru sebanyak tujuh atau delapan penjahit, tapi kami juga ambil di pasar,” terangnya, Selasa (20/01/2026).

Mulyadi menyebut ada beberapa pertimbangan tidak langsung menempati kios yang sudah disediakan di Pasar Terban. Di antaranya karena barang-barangnya tidak muat jika dipindah ke kios Pasar Terban.

Kios penjahit yang ada di kawasan Jalan Dr. Sardjito mulai dibersihkan oleh Pemkot Yogyakarta. Sebagian penjahit direlokasi ke Pasar Terban sebagian lainnya memilih buka di tempat lain di antaranya di Jalan Demangan Baru
Kios penjahit yang ada di kawasan Jalan Dr. Sardjito mulai dibersihkan oleh Pemkot Yogyakarta. Sebagian penjahit direlokasi ke Pasar Terban sebagian lainnya memilih buka di tempat lain di antaranya di Jalan Demangan Baru. [populi.id/Dewi Rukmini]
“Di sana kan cuma 3×2 meter (ukuran kios), itupun sudah ada dua meja cor. Jadi untuk meletakkan barang tidak muat. Saya kan punya dua set mesin jahit dan obras, kalau masuk set bahan semua tidak muat. Belum lagi celana punya pelanggan,” katanya.

Menurutnya, keberadaan dua meja cor membuat kios di Pasar Terban sempit untuk penjahit. Selain itu, kios penjahit di Pasar Terban juga dinilai terlalu terbuka untuk menyimpan barang-barang.

Maka, penjahit harus melakukan perombakan agar mesin jahit bisa masuk dan barang-barang bisa disimpan ketika ditinggal pulang. Kendati demikian, perombakan kios tidak bisa serta merta dan harus mengikuti aturan pasar. Oleh karena itu, dia memilih mencari tempat lain terlebih dahulu.

“Sekarang di sana kan sedang dicarikan solusi. Kami menunggu solusi itu dan harapannya ingin menempati Pasar Terban, karena kami semua minat ke pasar. Semoga nanti ada kebijakan yang bisa mendukung,” tuturnya.

Penjahit lainnya, Setiono, memilih tidak pindah ke Pasar Terban karena kios yang disediakan pemerintah dinilai kurang cocok untuk penjahit. Sehingga dia harus melakukan perombakan agar nyaman untuk menjahit.

“Kalau teman-teman sih sebagian ambil kios itu, tapi saya tidak. Ya harus modal lagi dan tidak siap pakai, masalahnya di situ,” ucap dia.

Di sisi lain, dia menilai lokasi Jalan Demangan Baru lebih strategis bagi penjahit permak pakaian. Sebab, lokasinya mudah ditemukan dan pelanggan tidak perlu parkir.

“Kalau di Pasar Terban kan harus masuk dan parkir dulu. Kalau di pinggir jalan itu sangat berpengaruh mendatangkan pelanggan. Karena orang-orang pulang kerja tinggal mampir sebentar. Makanya sebagian pindah ke sini,” katanya.

Senada, Indra (42), penjahit dari Jalan Dr. Sardjito juga lebih memilih pindah ke Jalan Demangan Baru. Sebab, ia merasa nyaman dan terbiasa membuka lapak menjahit di pinggir jalan. Apalagi, rata-rata pelanggannya hanya mampir sebentar sehingga tidak mau parkir.

“Saya sudah puluhan tahun terbiasa di pinggir jalan, toh langganan saya juga kadang tidak mau parkir. Biasanya mereka turun dari kendaraan dan langsung saya kasih (jahitannya). Tapi nanti saya tetap buka di sana (Pasar Terban),” tutupnya. (populi.id/Dewi Rukmini)

Tags: Demangan BaruJalan Dr. Sardjitopasar terbanpenjahitRelokasiYogyakarta

Related Posts

Petugas Damkarmat Kota Yogyakarta mengevakuasi 12 mahasiswa UAD yang terjebak di dalam lift kampus yang berada di Jalan Kapas, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, pada Senin (20/4/2026).

Diduga Kelebihan Muatan, Sebanyak 12 Mahasiswa UAD Terjebak di dalam Lift

April 21, 2026
PLN menghadirkan booth layanan untuk mendukung gelaran konser musik Sarga Festival di Stadion Kridosono Kota Yogyakarta, Minggu (19/4/2026).

PLN Dukung Geliat Ekonomi Kreatif lewat Konser Sarga Festival di Yogyakarta

April 21, 2026
Warga Yogyakarta, Amelia (20), mendapatkan hadiah utama permaian Lucky Strings di Booth PLN dalam konser Sarga Festival di Stadion Kridosono Kota Yogyakarta, Minggu (19/4/2026).

Permainan Lucky Strings Booth PLN di Konser Sarga Festival Diserbu Penonton

April 20, 2026
Dubes Inggris Kunjungi Yogyakarta, GKR Mangkubumi: Bahas Penataan Transportasi

Dubes Inggris Kunjungi Yogyakarta, GKR Mangkubumi: Bahas Penataan Transportasi

April 8, 2026
Dubes Inggris Berkunjung ke Stasiun Yogyakarta, Pererat Hubungan Inggris dan Yogyakarta

Dubes Inggris Berkunjung ke Stasiun Yogyakarta, Pererat Hubungan Inggris dan Yogyakarta

April 8, 2026
Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, Bantul saat beberapa waktu lalu ditinjau sejumlah anggota DPRD DIY

Pasca Libur Lebaran 2026, WALHI Nilai Pengelolaan Sampah Yogyakarta Belum Optimal

April 8, 2026
Next Post
Bupati Pati, Sudewo dikenal dengan sederet catatan kontroversi, dari menantang demonstran hingga kini terseret kasus korupsi

Jejak Kontroversi Bupati Pati Sudewo: Dari Pajak Gila-gilaan hingga Korupsi Rel Kereta Api

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.