• Tentang Kami
Wednesday, June 17, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Hari Ini Yogyakarta dan Sekitarnya Tercatat Digoyang Gempa 2 Kali

wilayah Yogyakarta dan sekitarnya merasakan dua kali gempa dalam sehari. Terbaru pusat gempa berada di wilayah Bantul

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
January 27, 2026
in headline, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi gempa

Ilustrasi gempa. [pexels/Luan Rezende]

0
SHARES
29
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Gempa bumi kembali mengguncang wilayah Yogyakarta dan sekitarnya pada Selasa (27/1/2026) siang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tersebut memiliki kekuatan Magnitudo 4,4.

Pusat gempa berada di wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi gempa disebut berada sekitar 15 kilometer timur laut Bantul, dengan kedalaman 11 kilometer.

BERITA MENARIK LAINNYA

Dinkes Bantul Targetkan 460 Ribu Warga Berpartisipasi dalam Program CKG Tahun Ini

10 SD Muhammadiyah Terbaik di Kota Yogyakarta

Informasi awal dari BMKG melalui akun media sosial X menyebutkan, “Gempa Mag:4.4, 27-Jan-2026 13:15:32WIB, Lok:7.87LS, 110.49BT (15 km TimurLaut BANTUL-DIY), Kedlmn:11 Km.”

BMKG menyampaikan bahwa informasi awal tersebut mengutamakan kecepatan penyampaian kepada masyarakat dan data masih dapat mengalami pembaruan seiring proses analisis lanjutan. Namun, BMKG memastikan kekuatan gempa tercatat sebesar Magnitudo 4,5.

Kejadian gempa pada siang hari ini menjadi yang kedua kalinya dirasakan masyarakat Yogyakarta dalam satu hari.

Sebelumnya, pada Selasa pagi pukul 08.20 WIB, wilayah Yogyakarta dan sekitarnya juga merasakan getaran gempa yang berpusat di Pacitan, Jawa Timur. BMKG mencatat gempa pagi tersebut dirasakan dengan intensitas II MMI di sejumlah wilayah.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadhi, dalam keterangan tertulis.

Ardhianto menyebut gempa bumi ini merupakan gempa bumi dangkal.

“Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Opak,” jelasnya.

Pihaknya mencatat getaran gempa dirasakan di DIY dan sebagian wilayah Jawa Tengah dan Pacitan, Jawa Timur.

“Gempa bumi ini dirasakan di Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, Sleman, Kota Yogyakarta, Klaten dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan seperti terdapat truk bermuatan melintas), Wonogiri, Purworejo, Trenggalek, Solo, Pacitan, Magelang dengan skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan sedikit orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang),” bebernya.

BMKG mencatat hingga pukul 13.45 WIB menunjukkan adanya aktivitas 14 gempa bumi susulan dengan magnitudo terbesar M 2,0. BMKG pun mengimbau agar masyarakat selalu waspada dan memperhatikan informasi resmi dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga diminta mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG serta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.

Tags: Ardhianto SeptiadhibantulBMKGgempaPacitanSesar OpakYogyakarta

Related Posts

ilustrasi pemeriksaan kesehatan

Dinkes Bantul Targetkan 460 Ribu Warga Berpartisipasi dalam Program CKG Tahun Ini

June 16, 2026
Ilustrasi sekolah SD di Sleman

10 SD Muhammadiyah Terbaik di Kota Yogyakarta

June 11, 2026
Sejumlah pengayuh becak sedang mangkal atau menunggu penumpang di kawasan Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, pada Senin (8/6/2026).

Malioboro Steril Kendaraan Bermotor pada Akhir November 2026, Diganti Becak Listrik

June 9, 2026
Panglima Front Jihad Islam (FJI) Abdurahman saat melakukan laporan balik pihak Gereja Misi Sejahtera (GMS) terkait pemalsuan dokumen oleh ke Polda DIY, Senin (8/6/2026).

FJI Laporkan Balik GMS ke Polda DIY, Sebut Ada Manipulasi Izin Tempat Ibadah

June 9, 2026
Ilustrasi penganiayaan

Polisi Bekuk Pelaku Penganiaya Petugas TPR Parangtritis

June 5, 2026
YOGYAKARTA, POPULI.ID - Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjadi sorotan dalam agenda pertemuan Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, pada Kamis (4/6/2026). Kasus tersebut disinggung langsung di hadapan para pemimpin daerah sebagai pengingat keras dalam menyusun kebijakan publik. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, usai kegiatan. Dia mengungkapkan, dalam agenda silahturahmi Forkopimda se-Jawa Bali itu diisi dengan beberapa paparan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah menteri. Seperti diketahui, pertemuan itu dihadiri sejumlah menteri dan gubernur di wilayah Jawa dan Bali. Antara lain Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) Amalia Adininggar Widyasanti. Dalam kegiatan itu tampak hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sedangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Pramono Anung, serta Gubernur Banten Andra Soni tidak terlihat menghadiri kegiatan itu. "Pada dasarnya memotivasi kami semua para kepala daerah. Secara umum, yang saya tangkap adalah kami dibayar oleh rakyat, jadi jangan sekali-kali sakiti hati rakyat," ungkapnya. Selain membahas isu-isu strategis seperti penanganan hoaks, penguatan kepemimpinan daerah (pimda), dan pencegahan konflik melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Forum tersebut juga secara khusus menyoroti gaya hidup flexing atau pamer aparat negara dan akuntabilitas kebijakan. Kasus penangkapan Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung, atas kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG juga dijadikan contoh nyata agar para kepala daerah lebih mawas diri. Poin penekanan yang diberikan terkait pentingnya menjaga benteng pertahanan, baik secara personal maupun sistemik. "Salah satu yang disinggung seperti itu (soal kasus MBG). Jadi maksudnya bahwa jaga-jaga diri baik secara sistem, jangan sampai kami salah membuat kebijakan. Karena ada beberapa kebijakan yang kami tidak bermaksud tapi kebijakannya salah, bisa memperkaya pihak lain. Apalagi kalau ada mensrea (niat jahat)," jelasnya. Dia menyebut menjadi kepala daerah itu bukan hal yang mudah. Karena seluruh kepala daerah diharapkan dapat bekerja lebih all-out dan selektif dalam merancang program kerja demi memastikan setiap anggaran negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kalau kami bikin program, sebenarnya itu bermanfaat atau tidak. Walaupun suratnya lengkap, barangnya ada, tapi kalau ternyata sudah diadakan tapi tidak berguna untuk masyarakat, nanti malah menjadi salah satu tindakan koruptif," katanya. "Memang tidaj ada korupsi secara langsung tapi koruptif. Untuk apa kami belanja sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh masyarakat, begitu kurang lebih," tandasnya.

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

June 5, 2026
Next Post
Kondisi tumpukan sampah di sudut-sudut Pasar Induk Buah dan Sayur Giwangan, Kota Yogyakarta, Selasa (27/1/2026).

Tumpukan Sampah Menggunung di Sudut Pasar Giwangan, Pedagang: Bikin Pusing

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.