YOGYAKARTA, POPULI.ID – Penjaga gawang muda PSIM Yogyakarta, Cahya Supriadi, tengah menjadi buah bibir berkat performa gemilangnya di kompetisi BRI Super League musim 2025/2026. Konsistensi yang ditunjukkan pemain kelahiran 11 Februari 2003 ini tidak hanya membawa Laskar Mataram bersaing di papan atas, tetapi juga berhasil mengantarkannya naik level ke Timnas Indonesia senior di bawah nakhoda baru, John Herdman.
Hingga pekan ke-24, Cahya Supriadi telah menjelma menjadi sosok tak tergantikan di bawah mistar gawang yang dipercayakan oleh pelatih Jean-Paul van Gastel. Berikut adalah catatan statistik impresif Cahya musim ini:
• Penampilan: Bermain dalam 22 laga dari total 24 pertandingan PSIM (hanya absen 2 kali karena panggilan Timnas U-23).
• Clean Sheet: Mencatatkan 8 kali nirbobol.
• Man of The Match (MOTM): Terpilih sebanyak 4 kali sebagai pemain terbaik pertandingan.
Gelar MOTM terbaru diraih Cahya saat membantu Laskar Mataram menahan imbang Semen Padang FC dengan skor 0-0 pada Rabu (4/3/2026). Sebelumnya, ia juga meraih penghargaan serupa saat menghadapi tim-tim besar seperti Persib Bandung, PSM Makassar, dan Bhayangkara FC.
Salah satu momen yang membuktikan kematangan Cahya terjadi pada laga terakhir melawan Semen Padang. Meski tim harus bermain dengan 10 orang, Cahya tampil solid dalam mengorganisasi lini pertahanan agar tidak melakukan kesalahan. Ia bahkan melakukan penyelamatan krusial pada momen ketika pandangannya terhadap bola sempat terhalang.
“Tantangannya saya harus lebih fokus karena kita kekurangan satu pemain dan saya harus mengorganisasi pemain-pemain agar tidak melakukan kesalahan,” ujarnya usai laga.
Kerja keras Cahya, termasuk rutinitas menjalani latihan fisik tambahan dengan pelatih pribadi di Bandung, akhirnya membuahkan hasil manis. Namanya masuk dalam daftar sementara pemain yang dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia dalam agenda FIFA Series mendatang.
Pemanggilan ini menjadi sangat spesial karena agenda tersebut akan menjadi debut perdana bagi John Herdman sebagai pelatih kepala skuad Garuda. Cahya akan bersaing dengan kiper-kiper tangguh lainnya seperti Maarten Paes, Emil Audero, Nadeo Argawinata, dan Ernando Ari untuk mengawal gawang Indonesia melawan Saint Kitts and Nevis pada 27 Maret mendatang.
Meski namanya kini sejajar dengan kiper-kiper elit, Cahya menegaskan bahwa target pribadinya tetap sederhana, yaitu terus memberikan kontribusi nyata bagi tim yang dibelanya.
“Catatan untuk saya sendiri adalah harus terus lebih baik dan jangan pernah merasa cukup saat bermain,” katanya.
Dengan performa yang terus menanjak, Cahya Supriadi kini siap membawa semangat pantang menyerah dari Jogja untuk mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional bersama John Herdman.












