YOGYAKARTA, POPULI.ID – Manajemen PSIM Yogyakarta resmi memberikan jatah libur selama enam hari kepada seluruh penggawa Laskar Mataram dalam rangka merayakan hari raya Idulfitri 1447 Hijriyah.
Masa libur ini dimulai dari Selasa (17/3/2026) hingga Minggu (22/3/2026), memberikan kesempatan bagi para pemain untuk melepas penat sebelum kembali fokus menatap lanjutan kompetisi.
Para pemain memanfaatkan waktu singkat ini dengan beragam aktivitas, mulai dari pulang ke kampung halaman hingga berwisata. Gelandang asing asal Belanda, Donny Warmerdam, memilih untuk melakukan refreshing ke Nusa Tenggara Barat bersama rekan-rekan setimnya.
“Ya, kami memiliki waktu libur enam hari. Saya pergi bersama rekan-rekan setim. Kami akan ke Lombok dan melihat apa yang akan kami lakukan di sana secara pasti besok,” ungkap Donny dilansir dari laman resmi PSIM, Jumat (20/3/2026).
Cerita berbeda datang dari pemain muda Raka Cahyana yang memilih mudik ke Banyumas. Ia mengaku sangat merindukan masakan rumah, terutama hidangan khas daerahnya.
“Saya mudik ke Banyumas. Kalau di rumah, biasanya makanan wajib Lebaran itu Soto Sokaraja. Itu top banget, apalagi kalau Mama yang buat. Besok paling minta dibikinin soto itu,” tuturnya.
Sementara itu, gelandang Fahreza Sudin menempuh perjalanan jauh menuju Ternate, Maluku Utara, demi berkumpul dengan keluarga besar. Ia sudah merindukan kuliner khas kampung halamannya seperti kue pelita dan olahan ikan.
“Saya akan tetap latihan. Paling akan lebih banyak fokus di gym nanti selama liburan,” kata Sudin.
Di sisi lain, kapten tim Reva Adi Utama justru memutuskan untuk tetap berada di Yogyakarta dan tidak melakukan mudik ke Makassar maupun Jakarta.
Keputusan Reva tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi sang buah hati yang masih bayi serta untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas.
“Kalau saya tidak mudik. Lebaran di sini saja, stay di Jogja. Awalnya mau ke Jakarta, tapi karena contraflow dan saya bawa bayi, kasihan. Jadi mungkin keluarga dari Jakarta yang datang ke sini,” jelas bek kiri PSIM tersebut.
Pelatih PSIM, Jean-Paul Van Gastel, menjelaskan bahwa libur ini penting untuk menjaga keseimbangan mental pemain. Van Gastel sendiri juga memanfaatkan momen ini untuk berlibur ke Vietnam bersama keluarganya.
“Saya memberikan libur untuk mereka agar bisa menghabiskan waktu bersama keluarga dan menikmati istirahat karena saya pikir itu penting,” ujarnya.
Meskipun diberikan kebebasan untuk menikmati liburan, Van Gastel memberikan peringatan kepada anak asuhnya mengenai kondisi fisik mereka saat kembali nanti. Ia sangat menyoroti pola makan selama Lebaran, terutama asupan gula yang tinggi pada makanan tradisional Indonesia.
“Secara keseluruhan makanan Indonesia mengandung banyak gula di dalam masakannya. Anda harus sadar akan apa makanan untuk Anda konsumsi,” tegas Van Gastel.
Pelatih asal Belanda ini menegaskan bahwa ia menuntut tanggung jawab profesional dari setiap pemain untuk menjaga berat badan dan kebugaran mandiri. Ia tidak akan segan memberikan sanksi bagi pemain yang kembali dalam kondisi yang tidak bugar.
“Saya memperingatkan mereka untuk kembali ke latihan dalam kondisi yang bugar dan ideal, dengan berat badan proporsional. Saya akan mengambil tindakan tegas jika mereka tidak kembali seperti keinginan saya,” jelasnya.
Menanggapi instruksi tersebut, para pemain tetap berkomitmen menjaga kondisi. Seluruh tim dijadwalkan akan kembali berkumpul dan menjalani latihan perdana pada Senin (23/3/2026) sebagai persiapan menghadapi Dewa United FC.












