POPULI.ID – Presiden Prabowo Subianto memberikan penegasan kuat mengenai keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pilar strategis pemerintahannya. Meskipun Indonesia saat ini tengah menghadapi dampak krisis global akibat konflik di Timur Tengah serta kebijakan efisiensi anggaran negara, Presiden memastikan program ini tidak akan dihentikan.
Dalam sesi diskusi bersama para jurnalis dan pakar, Prabowo menekankan bahwa penghematan anggaran tidak seharusnya mengorbankan pemenuhan gizi rakyat. Menurutnya, lebih baik melakukan penghematan besar-besaran di sektor lain atau mencegah kebocoran anggaran daripada menghentikan program MBG.
“Saya akan bertahan sedapat mungkin daripada uang-uang dikorupsi. Lebih baik rakyat saya bisa makan,” tegas Prabowo dalam video sesi diskusi bersama para jurnalis dan pakar di kanal YouTube Prabowo Subianto, dikutip Senin (23/3/2026).
Prabowo mengungkapkan bahwa keputusannya didasari oleh realitas memprihatinkan yang ia temui langsung di lapangan saat masa kampanye, di mana banyak anak Indonesia mengalami stunting atau kekurangan gizi kronis. Ia menceritakan pengalamannya bertemu seorang anak di desa yang tampak seperti balita padahal sudah berusia belasan tahun.
“Saya lihat anak ‘umurmu berapa?’ 11 tahun. Badannya anak 4 tahun,” ungkapnya Prabowo.
Meski banyak pengamat dan ekonom menyarankan agar anggaran MBG dipangkas untuk menghindari risiko defisit APBN, Prabowo tetap optimistis bahwa keuangan negara mampu menopang program ini melalui efisiensi yang tepat di bidang lain.
“Saya haqul yakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada. Saya pertaruhkan kepemimpinan saya 2029 kita lihat,” ujar Prabowo.
Keyakinan Prabowo juga didorong oleh pengakuan internasional. Ia mengungkapkan bahwa lembaga seperti Rockefeller Institute dan World Food Programme (WFP) dari PBB telah meninjau program ini dan menyebutnya sebagai investasi terbaik bagi sebuah negara.
Berdasarkan kajian mereka, setiap satu dolar yang diinvestasikan dalam MBG dapat memberikan hasil berlipat ganda.
“The return is between 7 and 35, in the long run 35, in the short run 7 dollar,” jelas Prabowo mengutip hasil kajian tersebut.
Prabowo tidak menutup mata terhadap berbagai kekurangan dalam pelaksanaan MBG di lapangan. Sebagai bentuk keseriusan dalam pengawasan, pemerintah telah mengambil tindakan tegas dengan menutup lebih dari 1.000 titik layanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar.
Lebih lanjut, Prabowo menekankan bahwa program ini merupakan upaya nyata untuk mengatasi ketimpangan ekonomi yang sudah terlalu lama dirasakan masyarakat, terutama mereka yang tinggal di luar Pulau Jawa. Ia menilai kelompok masyarakat kelas bawah belum menikmati pertumbuhan ekonomi secara merata dibandingkan kelompok elit.
“The top 10-20% maybe menikmati. Tapi kebanyakan kita sangat susah hidupnya selama ini. Can you imagine begitu bahagianya mereka terima?” tandas Prabowo.












