SLEMAN, POPULI.ID – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Hasto Karyantoro, dan Kesbangpol Sleman menggelar aksi sosial pembaruan kebangsaan di Dusun Perengdawe, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, DIY, pada Minggu (12/4/2026).
Kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi Hasto Karyantoro untuk menyerap aspirasi masyarakat setempat.
Wakil Ketua DPRD Sleman, Hasto Karyantoro, mengatakan bahwa kegiatan aksi sosial pembaruan kebangsaan dilaksanakan dalam bentuk kerja bakti. Sebanyak puluhan warga Dusun Perengdawe tampak berkumpul dan guyub membersihkan lingkungan sekitar Pos Ronda RW 23.
Fokus giat kerja bakti itu menyasar rumput dan tanaman liar yang tumbuh subur hingga menutupi saluran irigasi. Sampah-sampah dan timbunan tanah yang berada di aliran saluran irigasi juga dibersihkan agar air bisa mengalir dengan lancar.
“Kegiatan itu ditujukan untuk merukunkan seluruh warga dengan latar belakang yang beragam. Baik yang berbeda suku, agama, jenis kelamin, tua, dan muda bisa bersama menggarap pekerjaan yang menjadi agenda kemasyarakatan,” ucap Hasto kepada Populi.id, Minggu (12/4/2026).
Dia memaparkan, Kesbangpol Sleman memang sudah mendesain aksi sosial pembaruan kebangsaan dalam bentuk kerja bakti. Dengan harapan seluruh masyarakat bisa bersatu dan guyub saling membantu meringankan hajat para warga. Apalagi kerja bakti atau gotong royong sudah menjadi kultur budaya masyarakat Jawa sejak dahulu.
“Mudah-mudahan masyarakat tetap bisa terjalin dan menjaga kerukunannya. Karena yang penting ada di titik kunci kerukunan warga. Segala sesuatu program bisa terlaksana asal warganya rukun, guyub jadi satu,” paparnya.
Kesempatan temu langsung warga itu juga dimanfaatkan oleh Hasto Karyantoro untuk menyerap aspirasi masyarakat. Hasto menyebut, aspirasi dari masyarakat seringkali muncul ketika terjun langsung ke lapangan.
“Jadi keluhan, hambatan, dan tantangan di masyarakat baik menyangkut kerukunan sosial, maupun program-program pembangunan sarana prasarana fisik, biasanya malah tersampaikan di acara seperti ini. Sehingga sekaligus kami bisa menyerap aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Adapun dalam pertemuan itu, Hasto menuturkan sejumlah warga menyampaikan kekhawatiran terkait lahan irigasi yang sudah bertahun-tahun tertutup tanah. Lantas, lahan itu kini dilirik dan mau dibeli orang dari luar daerah, seakan-akan tidak diketahui bahwa itu lahan irigasi.
“Hal-hal seperti itu yang nanti bisa kami fasilitasi untuk mediasi dengan dinas terkait, bagaimana tetap menjaga jalur aliran air irigasi menjadi lebih baik,” terang dia.
Lebih lanjut, Hasto menyampaikan selama ini program aspirasi bisa berjalan dengan baik dan produktovitas kinerja gotong royong juga dalam kondisi bagus.
Pihaknya mengaku terus berusaha mengawal berbagai program untuk mewujudkan visi misi Bupati Sleman. Antara lain terkait program untuk memperbaiki sarana prasarana jalan di jalan-jalan lingkungan, dan jalan desa. Termasuk membuat jalan-jalan tersebut terang dalam sisi lampu penerangan umum.
Ketua Tim Bina Ideologi Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Kabupaten Sleman, Dwijo Anggono, mengungkapkan bahwa Dusun Perengdawe menjadi titik pertama aksi sosial itu digelar pada tahun ini. Dikatakan, aksi sosial itu menyasar wilayah dusun yang berada di perbatasan Kabupaten Sleman dengan Kabupaten Bantul, Kulonprogo, dan Kota Yogyakarta.
“Karena wilayah perbatasan banyak sekali pendatang, sehingga rawan terjadi perpecahan. Maka kami perlu wadah untuk mewujudkan kebersamaan di tengah perbedaan melalui aksi sosial pembaruan kebangsaan,” jelas dia.
Lewat aksi sosial itu, diharapkan kebersamaan masyarakat terus meningkat dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Selain itu, aksi sosial kerja bakti juga bermanfaat untuk menjaga kebersihan, keindahan, serta kesehatan lingkungan warga.
Sementara itu, Kadus Perengdawe, Soleh Wahyu Pribadi, menyambut hangat aksi sosial pembaruan kebangsaan yang digelar di dusunnya. Dia berharap lewat kegiatan gotong royong tersebut masyarakat Perengdawe bisa semakin kompak dan guyub rukun menjaga lingkungan sekitar.
“Tadi kami juga memgusulkan aapirasi ke Pak Hasto Karyantoro yang nantinya akan diwujudkan di RT 6 untuk pembangunan cor blok. Rencananya akan direalisasi pada 2027,” tuturnya.
Terkait saluran irigasi yang tertutup tanah, Wahyu tak menampik sekitar lokasi tersebut dahulu adalah persawahan. Namun seiring adanya permukiman warga, saluran irigasi tersebut kini sudah tertutup tanah.
“Kami tetap mempertahankan luasan dari saluran irigasi itu. Kami sudah sosialisasi ke warga bahwa saluran irigasi tidak boleh dipergunakan untuk bangunan yang bersifat pribadi,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)












