SLEMAN, POPULI.ID – Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman mengambil langkah strategis terkait kondisi jalan. DPUPKP Kabupaten Sleman melakukan pemeliharaan secara preventif untuk jalan rusak ringan dan sedang.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman, Fauzan Ma’ruf, mengatakan bahwa fokus utama anggaran dan tenaga sedang dialokasikan ke program pemeliharaan rutin, terutama untuk ruas-ruas jalan dengan kategori kondisi rusak ringan dan rusak sedang.
Menurutnya, strategi tersebut ditempuh untuk mempertahankan kualitas infrastruktur secara merata di 17 kapanewon agar tetap dalam kondisi mantap sepanjang tahun. “Pemeliharaan rutin secara konsisten akan mempertahankan usia jalan,” katanya, belum lama ini.
Ia berujar, DPUPKP Kabupaten Sleman berupaya menjaga kemantapan jalan agar tetap prima bagi publik sebelum kerusakan kecil berkembang menjadi berat. Apabila jalan telanjur rusak berat, ucapnya, tentu butuh biaya jauh lebih besar untuk melakukan rehabilitasi.
“Untuk menentukan jalan mana yang harus segera mendapatkan rehabilitasi, kami memiliki parameter teknis dan sosial ketat sebagai kompas kerja. Skala prioritas kami sangat terukur sehingga penggunaan anggaran akan tepat dan efektif,” tambah Fauzan.
Ia menyebut, penentuan skala prioritas tidak hanya berdasarkan tingkat kerusakan fisik permukaan jalan, tetapi juga mempertimbangkan aspek konektivitas dan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan agar memberi manfaat maksimal bagi masyarakat luas.
“Kami tidak melihat tingkat kerusakan jalan saja, melainkan pula fungsi aksesibilitas terhadap pusat pendidikan, kawasan pariwisata, pusat distribusi pangan, serta jalur-jalur penyangga yang mengakses jalan nasional maupun provinsi,” papar Fauzan.
Terkait strategi penanganan di lapangan, DPUPKP Kabupaten Sleman menyesuaikan dengan iklim yang tidak menentu. Untuk mitigasi kerusakan jalan karena cuaca ekstrem, pihaknya melakukan optimalisasi penanganan saluran drainase secara masif.
“Tujuannya untuk menghindari genangan air yang menjadi musuh utama struktur aspal. Asal tahu saja, hingga akhir Maret 2026, realisasi program pemeliharaan rutin mencapai 99 kilometer atau 24,75 persen dari target tahunan,” sambung Fauzan.
Plt Kepala DPUPKP Kabupaten Sleman, Sukarmin, menyatakan, Pemerintah Kabupaten Sleman berupaya menyediakan jalan kondisi mantap hingga 80 persen. Harapannya, masyarakat selalu aman, nyaman, dan efisien dalam melakukan mobilitas.












