KLATEN, POPULI.ID – Tradisi Syawalan kembali dimaknai lebih luas melalui gelaran Syawalan Nasional 2026 ke-6 yang diselenggarakan pada 16–17 April 2026 di Kabupaten Klaten.
Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan jejaring pelaku pariwisata dari seluruh Indonesia.
Acara tersebut diinisiasi oleh komunitas Lintas Pelaku Pariwisata Nusantara, dengan dukungan dan bimbingan dari Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Kepala Disbudporapar, Purwanto, serta Lurah Ponggok H. Junaedi Mulyono.
Sebanyak kurang lebih 270 peserta, yang terdiri dari owner biro wisata dan travel agent dari berbagai daerah di Indonesia, turut ambil bagian dalam kegiatan ini.
Ketua panitia, Abah Hery Widodo, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan mempererat silaturahmi pasca Idulfitri, tetapi juga memiliki dampak strategis bagi sektor pariwisata.
“Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga berkembang menjadi event budaya tahunan yang mampu menguatkan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata,” ujarnya.
Dorongan Menjadi Agenda Tahunan
Kegiatan Syawalan Nasional 2026 ini tidak hanya menjadi ajang promosi destinasi wisata lokal, tetapi juga memperkuat kolaborasi lintas sektor pariwisata.
Abah Hery Widodo berharap, kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan yang konsisten di Kabupaten Klaten.
“Kami berharap Syawalan Nasional ini bisa menjadi agenda rutin, sehingga potensi wisata Klaten semakin dikenal luas dan terus berkembang,” pungkasnya.
Dengan konsep yang memadukan tradisi, jejaring bisnis, dan eksplorasi destinasi, Syawalan Nasional 2026 menjadi bukti bahwa budaya lokal dapat menjadi kekuatan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis pariwisata.












