• Tentang Kami
Sunday, August 23, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Prosesi Hajad Dalem Garebeg Besar 2026 Digelar Sederhana, Sri Sultan HB X: Penghematan

Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menyatakan menghargai dan menghormati keputusan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat untuk menyederhanakan prosesi Adat Garebeg Besar Iduladha 2026.

byredaksi
May 22, 2026
in headline, Kultur
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB X, saat ditemui di Kepatihan, Kamis (21/5/2026).

Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB X, saat ditemui di Kepatihan, Kamis (21/5/2026). [populi.id/Dewi Rukmini]

0
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat akan menggelar Hajad Dalem Garebeg Besar dalam rangka memperingati Hari Iduladha 1447 Hijriyah pada Rabu (27/5/2026). Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat memutuskan untuk menyederhanakan prosesi Upacara Adat Garebeg Besar 2026.

Langkah tersebut akan berpengaruh terhadap jalannya prosesi upacara, yakni tidak akan menampilkan iring-iringan prajurit dan kirab gunungan di luar lingkungan istana.

BERITA MENARIK LAINNYA

Gubernur DIY Sri Sultan HB X Lantik Sembilan Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemda DIY

Sultan HB X Beri Wejangan ke Veda Ega dan Mario Aji: Jangan Kalah Sebelum Bertanding

Sebab, Keraton Yogyakarta memutuskan untuk memusatkan seluruh rangkaian prosesi pembagian pareden di dalam Keraton dan diperuntukkan hanya untuk abdi dalem. Hal itu sesuai intruksi Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengungkapkan alasan penyederhanaan Hajad Dalem tersebut.

Ngarsa Dalem menjelaskan, langkah penyesuaian itu diambil demi efisiensi anggaran, berkaca pada kebijakan pemerintah pusat yang juga sedang melakukan pemangkasan APBN.

Selain faktor ekonomi, kebijakan itu juga untuk menjaga empati dan kondisi psikologis masyarakat, agar Keraton tidak terkesan menggelar acara yang bermewah-mewah di tengah dinamika ekonomi saat ini.

“Ya penghematan aja, semua kan penghematan. Nanti dikira mewah-mewah ya kan. Kami juga menjaga psikologis masyarakat. Kami lihat Pemerintah memangkas APBN, ya daerah juga harus penghematan, karena biaya terbesar kan ada di situ,” ucap Sri Sultan HB X saat ditemui di Kepatihan, Kamis (21/5/2026).

Ketika disinggung mengenai keberlangsungan penghematan untuk upacara adat lain, semisal Sekaten, Sultan menjelaskan bahwa pengawalan prajurit kemungkinan tetap ada. Namun format acaranya akan tetap menyesuaikan kondisi perkembangan ekonomi ke depan.

Ngarsa Dalem menegaskan bahwa kebijakan itu bersifat dinamis. Jika situasi perekonomian daerah dan nasional sudah kembali membaik di masa mendatang, maka prosesi kirab budaya yang megah bisa saja dihadirkan kembali untuk masyarakat.

“Saya tidak bisa menentukan (sampai kapan). Nanti kami lihat perkembangannya. Kalau memang keadaan ekonomi sudah lebih baik, ya mungkin bisa dimunculkan lagi,” ungkap beliau.

Sementara itu, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menyatakan menghargai dan menghormati keputusan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat untuk menyederhanakan prosesi Adat Garebeg Besar Iduladha 2026.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, percaya bahwa kebijakan itu tidak akan mengurangi nilai sakral dari upacara adat tersebut. Nilai luhur Garebeg sebagai perwujudan sedekah Raja kepada masyarakatnya diyakini bisa tetap terjaga seutuhnya melalui perantara para abdi dalem.

“Masyarakat perlu memahami bahwa penyesuaian format tahun ini merupakan bentuk penyederhanaan dan bukan peniadaan upacara adat. Tidak digelarnya prosesi pembagian pareden ke luar lingkungan Keraton sama sekali tidak menghilangkan esensi utama Garebeg sebagai wujud syukur dan sedekah dari Raja,” katanya.

Menurutnya, secara historis, tradisi Garebeg kerap mengalami adaptasi zaman. Berakar dari tradisi Jawa kuno Rajawedha, format sedekah Raja itu sempat bermutasi menjadi sarana syiar Islam pada era Kerajaan Demak oleh Wali Songo.Hingga akhirnya terjaga di Yogyakarta dalam tiga perayaan besar setahun.

Tak hanya itu, dari masa ke masa jumlah dan jenis gunungan yang dikeluarkan mulai dari Gunungan Kakung, Putri, Darat, Gepak, hingga Pawuhan, selalu menyesuaikan dengan situasi dan kondisi zaman.

“Penyesuaian format seperti sekarang bukanlah hal baru. Karena format serupa pernah diterapkan secara ketat saat masa pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu,” ujarnya.

Dia menegaskan, alasan atau latar belakang filosofis mendalam di balik keputusan penyederhanaan tersebut merupakan ranah domestik Keraton Yogyakarta. Oleh karena itu, Pemda DIY mengimbau masyarakat untuk memahami langkah penyesuaian itu. Mengingat nilai kesakralan dan doa keselamatan bagi masyarakat tetap berjalan khidmat. (populi.id/Dewi Rukmini)

Tags: Dian Lakshmi PratiwiHajad Dalem Garebeg BesarIduladhaKeraton Ngayogyakarta HadiningratPariwisataSri Sultan Hamengku Buwono X

Related Posts

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, melantik sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Bangsal Kepatihan, kompleks Kantor Gubernur DIY, pada Rabu (5/8/2026).

Gubernur DIY Sri Sultan HB X Lantik Sembilan Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemda DIY

August 5, 2026
Pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama (kiri), saat sowan ke Sultan Hamengku Buwono X di Keraton Kilen, Minggu (19/7/2026).

Sultan HB X Beri Wejangan ke Veda Ega dan Mario Aji: Jangan Kalah Sebelum Bertanding

July 20, 2026
Sejumlah penumpang mengantre di gate tiket setelah menggunakan layanan KAI Bandara YIA PSO, belum lama ini.

Tren Meningkat, KAI Bandara YIA PSO Layani 865.187 Penumpang Selama Januari-Juni 2026

July 19, 2026
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, dan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, berkeliling Alun-alun Selatan Kota Yogyakarta menggunakan becak kayuh listrik wisata (Bekalista), Kamis (16/7/2026).

Menkeu Purbaya Resmikan 80 Becak Listrik Wisata di Yogyakarta, Dibuat 100 Persen Tenaga Lokal

July 18, 2026
Wamen PKP, Fahri Hamzah (kiri), dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, ditemui usai pertemuan di Gedhong Wilis kompleks Kantor Kepatihan DIY, pada Selasa (14/7/2026).

Fahri Hamzah Temui Sri Sultan HB X, Bahas Penataan Kota hingga Hunian Terjangkau di Yogyakarta

July 15, 2026
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Yogyakarta Joko Prayitno saat diwawancarai, Rabu (1/7/2026). [populi.id/Hadid Pangestu]

Sensus Ekonomi Kota Yogyakarta Capai 20,15 Persen, Sultan hingga Wali Kota Sudah Didata

July 2, 2026
Next Post
Ilustrasi daycare

Pakar UGM Soroti Banyaknya Daycare Belum Berizin di Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.