SLEMAN, POPULI.ID – Pekan terakhir Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026 akan digelar secara serentak pada hari Minggu (3/5/2026). Seluruh pertandingan dipastikan berlangsung dalam waktu yang sama mengingat masih adanya persaingan ketat di papan atas klasemen.
Situasi ini menjadi sangat krusial karena hasil akhir kompetisi masih akan menentukan nasib tiga tim teratas, yakni PSS Sleman, Persipura Jayapura, dan PS Barito Putera. Ketiga tim tersebut masih memiliki peluang untuk promosi secara langsung ke Super League musim depan, sehingga laga pamungkas ini diprediksi berlangsung dengan intensitas tinggi dan penuh tensi.
Pelatih Kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis menilai hal tersebut terjadi karena ketatnya persaingan yang terjadi di grup timur. Menurutnya ada tiga tim yang punya kemauan yang sama untuk kita lolos langsung ke Super League.
“Jadi saya kira atmosfernya pasti tinggi dan tensinya juga tinggi. Tapi mudah-mudahan seluruh pemain yang saya lihat ya, mereka bebannya tidak terlampau yang nervous, malahan saya kira mereka happy menghadapi laga terakhir,” ujarnya dilansir dari laman PSS Sleman.
Dia menambahkan bahwa laga pamungkas tersebut bisa menjadi kesempatan bagi pemain untuk memberikan kebahagiaan bagi masyarakat Sleman dan keluarga mereka.
“Karena momentum ini akan mereka ambil sebagai sesuatu yang bisa membahagiakan orang-orang yang ada di seluruh Sleman dan juga bisa membahagiakan terutama orang tuanya. Jadi momentum besok itu membuat mereka bisa menjadikan sejarah pribadi buat mereka sendiri,” terangnya.
PSS Sleman diketahui bakal menghadapi PSIS Semarang di laga pamungkas Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026.
Pertandingan tersebut bukan sekadar duel klasik mantan tim perserikatan, melainkan menjadi laga hidup-mati bagi Laskar Sembada dalam misi besar mereka musim ini. Hasil pertandingan akan sangat menentukan nasib mereka dalam perburuan tiket promosi langsung menuju Super League musim depan.
Sementara, Laskar Mahesa Jenar datang ke Stadion Maguwoharjo dengan status ‘tanpa beban’ mengingat mereka memastikan tiket aman berkompetisi di Championship musim depan.
Ansyari Lubis menekankan bahwa pertandingan kali ini tetap menyimpan tantangan tersendiri meski lawan sudah memastikan bertahan di kompetisi.
Menurutnya, situasi tersebut justru bisa membuat lawan tampil tanpa beban dan bermain lebih berani, sehingga perlu diantisipasi dengan serius oleh tim.
“Terkadang ada plus dan minusnya, mereka pasti bermain lepas. Karena mereka tidak punya pretensi apapun karena mereka sudah bertahan di kompetisi ini. Dan itu harus kita waspadai, karena pemain yang nothing to lose itu kadang-kadang sangat berbahaya,” tegasnya.
Ansyari Lubis pun memberikan instruksi kepada seluruh pemain wajib memiliki kesamaan visi untuk tampil kolektif dan solid, terlebih dengan dukungan penuh dari publik sendiri sepak bola PSS. Dia percaya atmosfer stadion serta energi dari para suporter bisa menjadi kekuatan tambahan, agar tim mampu bermain lepas dan menutup laga dengan kemenangan.
“Seluruh pemain wajib memiliki kesamaan visi untuk pertandingan besok agar bisa bermain dengan kolektifitas. Dan percayalah kalau kita bermain secara kolektif di hadapan publik dan dukungan dari supporter kita, hal ini menjadikan energi yang positif. Jadi itu yang harus kita ambil dan mudah-mudahan besok pemain semuanya bisa bermain lepas dan berharap kemenangan di pertandingan besok,” pungkasnya.












