• Tentang Kami
Minggu, September 27, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Keracunan Nasi Kotak Pamitan Haji di Tlogoadi Meluas, Ini Musababnya

Para korban umumnya mengalami diare, mual, muntah, dan pusing usai mengkonsumsi nasi kotak yang diduga menjadi penyebab keracunan.

byredaksi
Mei 4, 2026
in headline, Sleman
Reading Time: 1 min read
A A
0
Panewu Mlati Dyah Purwanti saat diwawancarai terkait keracunan di Padukuhan Toragan, Senin (4/5/2026).

Panewu Mlati Dyah Purwanti saat diwawancarai terkait keracunan di Padukuhan Toragan, Senin (4/5/2026). [populi.id/Hadid Pangestu]

0
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Keracunan massal usai pengajian pamitan haji terjadi di Padukuhan Toragan, Tlogoadi, Mlati, Sleman. Kejadian tersebut diduga meluas karena nasi kotak dari acara itu tidak hanya dikonsumsi tamu undangan, tetapi juga dibagikan kepada sejumlah pihak lain.

Panewu Mlati, Dyah Purwanti, mengatakan makanan dari acara pengajian tersebut awalnya disiapkan untuk sekitar 130 tamu undangan beserta keluarga. Namun sisa nasi kotak turut dibagikan ke yayasan serta pemain sepak bola di Lapangan Getas.

BERITA MENARIK LAINNYA

Sleman Siapkan Generasi Baru Dalang Lewat SEPADAN

Korban MBG Jadi 69 Orang

“Yang menerima tidak hanya warga yang hadir di pengajian. Sisa makanan juga dibagikan ke yayasan dan pemain sepak bola di lapangan Getas,” ujar Dyah, Senin (4/5/2026).

Selain itu, sebagian makanan juga dibawa pulang oleh keluarga undangan untuk dikonsumsi di rumah, sehingga cakupan warga yang terdampak berpotensi lebih luas.

Pihak kapanewon kini masih menelusuri apakah penerima nasi kotak di luar lokasi acara juga mengalami gejala serupa.

“Kami masih menelusuri apakah mereka yang menerima makanan dari luar padukuhan juga merasakan gejala yang sama,” katanya.

Hingga Senin siang, tercatat 29 warga mendatangi posko kesehatan yang dibuka di rumah Dukuh Toragan, sementara 25 lainnya telah memeriksakan diri secara mandiri sejak malam sebelumnya.

Para korban umumnya mengalami diare, mual, muntah, dan pusing usai mengkonsumsi nasi kotak yang diduga menjadi penyebab keracunan.

Delapan warga sempat menjalani pemeriksaan di RSA UGM, namun seluruhnya hanya rawat jalan dan diperbolehkan pulang.

“Sampai saat ini belum ada yang perlu dirujuk ke rumah sakit,” tandas Dyah.

Petugas kesehatan masih terus mendata warga terdampak serta menelusuri sumber pasti penyebab dugaan keracunan tersebut. (populi.id/Hadid Pangestu)

Tags: Dyah PurwantikeracunanMlatinasi kotakpamitan hajiPanewu MlatiSlemanTlogoadi

Related Posts

Sleman Siapkan Generasi Baru Dalang Lewat SEPADAN

Sleman Siapkan Generasi Baru Dalang Lewat SEPADAN

September 10, 2026
Korban MBG Jadi 69 Orang

Korban MBG Jadi 69 Orang

September 8, 2026
Terkait Puluhan Siswa Diduga Keracunan MBG, Dewan Minta tidak Berspekulasi

Terkait Puluhan Siswa Diduga Keracunan MBG, Dewan Minta tidak Berspekulasi

September 7, 2026
Ilustrasi MBG.

Siswa dan Tendik di Sleman Diduga Keracunan Usai Santap MBG

September 3, 2026
Bupati Sleman Harda Kiswaya

Bupati Sleman Siap Temui Kemendikdasmen, Cari Solusi Keluarkan 4.278 Anak dari Status Tak Sekolah

Agustus 5, 2026
Bupati Sleman Harda Kiswaya

Tanggapi Isu Kenaikan Gaji Kepala Daerah, Bupati Sleman: Yang Saya Cari Amal Jariyah

Agustus 5, 2026
Next Post
Suasana tempat penitipan anak atau daycare Little Aresha di Jalan Pakel Baru Utara, Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, setelah digerebek polisi, Sabtu (25/4/2026).

Ada Dosen Terseret Kasus Kekerasan Anak Daycare Little Aresha, UGM Tegaskan Tak Beri Perlindungan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

Februari 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

Juni 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

Juni 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

Juni 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

Mei 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.