YOGYAKARTA, POPULI.ID – Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan bahwa akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah masih menjadi perhatian utama dalam evaluasi pembangunan triwulan pertama 2026.
Di tengah sejumlah batasan fisik dan regulasi, inovasi ekonomi kreatif serta pengembangan diversifikasi destinasi wisata baru pun menjadi strategi utama yang akan digenjot untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Hasto mengakui bahwa saat ini tantangan investasi di Kota Yogyakarta cukup signifikan. Apalagi di tengah polemik keterbatasan lahan dan kebijakan moratorium pembangunan hotel di koridor jenuh serta zona inti sumbu filosofi.
“Ekonomi menjadi poin utama yang perlu digenjot sebagai warning pembangunan. Karena investasi di Kota Yogyakarta dihadapkan dengan keterbatasan lahan dan adanya moratorium hotel di koridor jenuh,” ujar Hasto kepada Populi.id, Kamis (7/5/2026).
Oleh karena itu, Hasto menyebut sektor ekonomi kreatif bisa menjadi mesin penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Lantaran, dia menilai pertumbuhan ekonomi tak lagi hanya mengandalkan pembangunan fisik konvensional, melainkan harus berbasis kepada kreativitas masyarakat untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi.
“Akhirnya harus ada kreatif ekonomi yang dibangun untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Meski pertumbuhan ekonomi harus digenjot, Hasto menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga pasar. Tujuannya agar inflasi di Kota Yogyakarta tetap terjaga dan terkendali.
“Pertumbuhan ekonomi harus digenjot, tapi di balik itu ada inflasi yang harus dijaga. Kemudian, kami juga harus meningkatkan destinasi-destinasi baru. Karena sebagai Kota Wisata, destinasinya jangan itu-itu saja. Kalau itu-itu saja kan tidak menambah tunjangan baru,” jelasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)












