YOGYAKARTA, POPULI.ID – Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul menjadi saksi bisu kembalinya taji PSIM Yogyakarta dalam lanjutan kompetisi BRI Super League 2025/2026. Pada laga pekan ke-32 yang digelar Minggu (10/5/2026) malam, Laskar Mataram sukses mengamankan poin penuh setelah menundukkan Malut United dengan skor meyakinkan 2-0.
Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan sebuah pernyataan kebangkitan bagi armada Jean-Paul van Gastel di penghujung musim. Gol penalti dari Ze Valente pada masa injury time babak pertama dan gol pengunci dari Andi Irfan di penghujung laga memastikan kemenangan bagi tuan rumah.
Berikut adalah empat catatan yang mengiringi kemenangan krusial PSIM Yogyakarta:
1. Mengakhiri Paceklik Kemenangan Delapan Laga Beruntun
Kemenangan ini menjadi obat penawar dahaga yang sangat dinantikan oleh suporter setia PSIM. Sebelum menjamu Malut United, Laskar Mataram terjebak dalam tren negatif dengan absen meraih kemenangan dalam delapan pertandingan beruntun.
Dalam periode buruk tersebut, mereka hanya mampu meraih tiga hasil imbang dan menelan lima kekalahan. Hasil positif di pekan ke-32 ini pun menjadi momen penting untuk mendongkrak kepercayaan diri pemain menjelang dua laga terakhir musim ini.
2. Back-to-Back Kemenangan Atas Malut United
PSIM Yogyakarta tampaknya telah menjadi momok bagi Malut United musim ini. Keberhasilan meraih poin penuh di Bantul melengkapi catatan apik PSIM yang sukses menyapu bersih dua pertemuan melawan Malut United di musim 2025/2026 dengan kemenangan. Uniknya, kedua kemenangan tersebut diraih dengan skor identik 2-0. Pada putaran pertama yang berlangsung 30 Agustus 2025, PSIM juga berhasil mencuri kemenangan di kandang Malut United, Stadion Gelora Kie Raha, Ternate.
3. Kartu Merah Lawan dan Dominasi Statistik
Pertandingan sebenarnya berlangsung sengit sejak awal, di mana Malut United sempat mengancam melalui tendangan Yance Sayuri yang membentur mistar. Namun, titik balik laga terjadi pada masa injury time babak pertama ketika pemain Malut United, Angulo Wbeymar, diganjar kartu merah karena melakukan handball sengaja di kotak penalti.
Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan dengan baik oleh PSIM yang mendominasi penguasaan bola hingga 67 persen. Laskar Mataram tercatat melepaskan 12 tembakan dengan tiga di antaranya tepat sasaran, berbanding terbalik dengan tim tamu yang hanya mampu mencatat tiga percobaan sepanjang laga.
4. Ze Valente: Metronom Tak Tergantikan
Ze Valente kembali membuktikan peran vitalnya sebagai motor serangan Laskar Mataram. Gol pembukanya lewat titik putih tidak hanya memecah kebuntuan, tetapi juga mengukuhkan posisinya sebagai pencetak gol terbanyak sementara bagi tim musim ini.
Gelandang asal Portugal ini kini telah mengoleksi 10 gol dan 4 assist dari 30 penampilan. Kreativitas dan kemampuannya mengatur tempo permainan di lini tengah menjadi kunci utama hidupnya serangan PSIM.
5. Tertahan di Papan Tengah Klasemen
Meski meraih tambahan tiga angka, PSIM Yogyakarta saat ini masih tertahan di peringkat ke-11 klasemen sementara dengan raihan 42 poin. Sebaliknya, kekalahan ini memaksa Malut United harus turun satu tingkat ke urutan keenam dengan koleksi 52 poin. Kemenangan ini diharapkan menjadi momentum bagi PSIM untuk menutup musim dengan hasil maksimal di laga-laga tersisa.












