• Tentang Kami
Wednesday, May 13, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Pakar Analisis Kebijakan Publik Nilai Usulan Kampus Terlibat di MBG Melenceng dari Tupoksi Universitas

Keterlibatan kampus dalam mengelola MBG akan menyedot banyak energi sumberdaya yang ada di kampus, diantaranya seperti SDM, listrik, air, pengolahan limbah

byredaksi
May 13, 2026
in Cendekia, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi pengelolaan Makan Bergizi Gratis atau MBG

Ilustrasi pengelolaan Makan Bergizi Gratis atau MBG. [Dok Biro Hukum dan Humas BGN]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Menteri Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyebut bahwa kampus harus terlibat secara aktif dalam jalannya program pemerintah, satu di antaranya pendirian dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di setiap kampus.

Gagasan tersebut memicu kritik dari kalangan akademisi yang menilai perguruan tinggi berisiko bergeser dari fungsi utamanya sebagai institusi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat menjadi operator teknis program pemerintah.

BERITA MENARIK LAINNYA

Mencuat Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha, Psikolog UGM: Alarm Serius bagi Keluarga dan Pemerintah

Anggaran Pemda Cekak, Praktik Open Dumping Pengelolaan Sampah Sulit Distop

Dosen Manajemen Kebijakan Publik UGM, sekaligus pakar Analisis Kebijakan Publik Subarsono menyebut rencana kebijakan ini sangatlah melenceng dari tugas pokok dan fungsi universitas. Hal ini menurutnya sangat tidak sejalan dengan visi dan misi institusi pendidikan tinggi.

Ia menekankan agar kampus tetap konsisten pada jalur pengembangan kualitas akademik. “Perguruan tinggi tidak sepantasnya membuka SPPG karena tidak ada kaitannya dengan visi, misi, dan Tridharma Perguruan Tinggi,” ujarnya dilansir dari laman UGM, Rabu (13/5/2026).

Ia menyebut keterlibatan kampus untuk menjalankan program ini dikhawatirkan dapat menguras energi sumber daya internal dalam skala besar. Masifnya pengelolaan dapur dianggap dapat membebani infrastruktur kampus, mulai dari aspek sumber daya manusia, hingga rumitnya pengelolaan limbah.

“Keterlibatan kampus dalam mengelola MBG akan menyedot banyak energi sumberdaya yang ada di kampus, diantaranya seperti SDM, listrik, air, pengolahan limbah, hingga pengawasan kesehatan dan gizi menu,” terangnya.

Selain permasalahan teknis, ia mengkhawatirkan muncul persoalan lain mengenai independensi akademisi. Apabila perguruan tinggi turut menjadi bagian dari implementasi program pemerintah, nantinya daya kritis civitas akademika terhadap kebijakan publik dikhawatirkan dapat melemah karena terdapat benturan antar kepentingan.

“Bagaimana bisa bersuara kritis dan lantang, kalau perguruan tinggi terlibat dan ikut menikmati benefit implementasi MBG yang saat ini penuh dengan persoalan dan menyedot APBN yang luar biasa banyaknya,” tegasnya.

Ia juga menilai keterlibatan kampus dalam jalannya program ini juga dapat berdampak pada persepsi negatif di masyarakat. Masyarakat akan melihat fenomena ini sebagai bagian pemerintah dalam membungkam suara kritis dari institusi pendidikan melalui pemberian peran dalam proyek ini.

“Publik akan membaca sebagai wujud politisasi kampus dan pemerintah akan mendapatkan legitimasi lebih ketika kampus terlibat pada SPPG. Hal ini juga berdampak pada civitas akademika yang akan kurang mampu mengkritisi kebijakan dan program pemerintah,” jelasnya.

Ia turut mengingatkan adanya konsekuensi hukum yang dapat terjadi sewaktu-waktu apabila terjadi kendala di lapangan, seperti kasus keracunan makanan yang masih dikhawatirkan dari jalannya program ini.

Ia menyarankan agar kampus tetap berada di luar pusaran operasional program guna menjaga integritas institusi. “Kampus harus tetap mengambil posisi di luar program MBG merupakan pilihan yang rasional guna menjaga marwah universitas agar tidak tergelincir pada pusaran isu yang kontroversial saat ini,” tutup Subarsono.

Tags: Brian YuliartoMBGmelencengPakar Analisis Kebijakan PublikSubarsonoUGM

Related Posts

Ilustrasi daycare

Mencuat Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha, Psikolog UGM: Alarm Serius bagi Keluarga dan Pemerintah

May 11, 2026
Ilustrasi sampah

Anggaran Pemda Cekak, Praktik Open Dumping Pengelolaan Sampah Sulit Distop

May 10, 2026
Suasana tempat penitipan anak atau daycare Little Aresha di Jalan Pakel Baru Utara, Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, setelah digerebek polisi, Sabtu (25/4/2026).

Ortu Korban Kirim Petisi ke UGM, Tuntut Dosen di Struktur Yayasan Little Aresha Dihukum Berat

May 7, 2026
Ilustrasi mata uang Rupiah

Akademisi UGM Minta Pemerintah Jaga Kepercayaan Publik dan Investor di Tengah Anjloknya Rupiah

May 5, 2026
Ilustrasi pemilu.

Rapat RUU Pemilu Dilakukan Tertutup, Akademisi UGM: Rugikan Publik

April 28, 2026
Jumpa Pers kasus pencurian demung slendro di gedung Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (28/4/2026).

Residivis Curi 7 Bilah Demung Slendro di FIB UGM, Dijual ke Rosok Rp1,8 Juta

April 28, 2026
Next Post
Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa serta jajaran DPUPKP meninjau kondisi jalan di wilayah Sleman

Pemkab Sleman Genjot Pembangunan Jalan, Alokasikan Rp45,4 Miliar untuk 11 Ruas

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.