• Tentang Kami
Thursday, May 14, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Bongkar Krisis Integritas Peradilan, Mahfud MD: Seperti Kejar Setoran dan Sarat Keanehan

Dalam kasus Nadiem dan Ibam, misalnya, Mahfud melihat adanya keanehan di mana pembuat kebijakan atau konsultan dipidanakan tanpa bukti keterlibatan dalam aliran uang atau kerugian negara yang nyata.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
May 14, 2026
in headline, Politainment
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mahfud MD memberikan pandangannya mengenai sistem penegakan hukum di Indonesia yang jauh dari rasa adil

Mahfud MD memberikan pandangannya mengenai sistem penegakan hukum di Indonesia yang jauh dari rasa adil. [tangkapan layar channel YouTube Mahfud MD]

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

JAKARTA, POPULI.ID – Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, melontarkan kritik terhadap merosotnya integritas dan profesionalisme dalam sistem penegakan hukum di Indonesia saat ini.

Dalam sebuah siniar di kanal YouTube Mahfud MD Official, ia menyoroti tren mengkhawatirkan di mana proses hukum sering kali terkesan dipaksakan, tidak transparan, dan kehilangan ruh keadilan materiil demi mengejar target tertentu.

BERITA MENARIK LAINNYA

Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Istri Cerita Momen Paling Berat Saat Anak-anak Tanya soal Ayahnya

Tom Lembong Kritik Penegakan Hukum Saat Ini, Sebut Aparat Dipersenjatai untuk Politik

Mahfud mengibaratkan kondisi peradilan saat ini seperti sebuah industri yang sedang mengejar target produksi tanpa memedulikan kualitas kebenaran. Ia mencium adanya pola di mana kasus-kasus besar sengaja diciptakan atau “ditarget” untuk memenuhi ekspektasi publik atau agenda tertentu.

“Saya melihat sekarang ini pengadilan seperti kejar setoran gitu ya, harus ada kasus yang besar,” ujar Mahfud, dikutip Kamis (14/5/2026).

Ia menambahkan bahwa proses hukum saat ini sering kali dimulai dengan menentukan target terlebih dahulu sebelum mengumpulkan bukti yang solid.

“Nampaknya ada sesuatu yang dipaksakan, ada yang ditarget gitu ya, dan kelihatan banyak yang tidak profesional,” tegasnya.

Satu di antara praktik yang paling ia soroti adalah kecenderungan aparat untuk menahan seseorang terlebih dahulu, baru kemudian membangun konstruksi hukumnya. Ia memberikan contoh kasus Pertamina, di mana pengumuman awal mengenai kerugian negara yang fantastis justru tidak muncul dalam dakwaan di pengadilan.

“Orang ditangkap dulu lalu dicari alasan hukumnya. Dan yang menjadi serius masalahnya karena ketika dia disangka itu diumumkan bahwa korupsinya besar, padahal ternyata dakwaan itu hilang di pengadilan. Dakwaannya hilang, jadi tidak fair menurut saya,” ungkap Mahfud.

Mahfud secara khusus menyinggung beberapa kasus yang menjadi perhatian publik, seperti kasus yang menjerat Tom Lembong, Nadiem Makarim, Ibrahim Arief alias Ibam, hingga mantan Direktur Utama PT ASDP Ira Puspadewi. Menurutnya, dalam banyak kasus ini, aparat sering kali mengabaikan aspek mens rea atau niat jahat.

Dalam kasus Nadiem dan Ibam, misalnya, Mahfud melihat adanya keanehan di mana pembuat kebijakan atau konsultan dipidanakan tanpa bukti keterlibatan dalam aliran uang atau kerugian negara yang nyata.

Ia mencatat bahwa dalam kasus Ibam, terdakwa seolah tidak diberi hak untuk menjelaskan posisinya secara utuh. Sementara dalam kasus Nadiem, pengadilan seolah enggan membuka kebenaran yang sesungguhnya terkait siapa yang sebenarnya mengelola anggaran.

“Kasus-kasus itu kan aneh-aneh juga ya. Misalnya Ibam, seperti tidak diberi hak untuk menjelaskan segalanya. Kenapa dipaksakan dia harus dianggap berperan menentukan itu,” ucap Mahfud.

Ia juga mengingatkan pentingnya prinsip business judgment rule, di mana sebuah kebijakan bisnis atau pemerintahan yang diambil dengan itikad baik tidak seharusnya dikriminalisasi hanya karena adanya risiko kerugian.

Krisis ini, menurut Mahfud, telah membawa Indonesia ke ambang “peradilan sesat”. Ia menengarai adanya beban psikologis besar pada para hakim yang mungkin merasa tertekan oleh ancaman, janji promosi, hingga rekam jejak masa lalu yang disandera oleh pihak tertentu.

Mahfud khawatir generasi muda yang cerdas dan berprestasi akan takut untuk mengabdi kepada negara karena risiko dikriminalisasi atas kebijakan yang mereka buat.

“Generasi muda ke depan tuh takut mau berprestasi untuk negara kalau caranya seperti ini,” tutur Mahfud.

Ia menekankan bahwa tujuan hukum bukan hanya untuk kepastian formal, melainkan untuk keadilan dan kemanfaatan bagi masyarakat.

Meski memuji langkah korektif yang kadang diambil oleh presiden atau DPR dalam merespons suara publik, Mahfud menegaskan bahwa hal itu sebenarnya adalah tanda bahwa sistem peradilan sedang tidak sehat. Ia mendesak adanya reformasi internal yang kokoh di kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan agar tidak mudah terpengaruh oleh opini media sosial atau kepentingan politik.

“Negara yang kita pertaruhkan, bahwa hukum di negara ini harus benar, transparan, dan terbuka,” pungkasnya.

Tags: Ibrahim AriefintegritaskrisisMahfud MDNadiem Makarimsistem penegakan hukum

Related Posts

Istri Nadiem Makarim yakni Franka Franklin berkisah tentang situasi berat yang dihadapi keluarganya saat Nadiem Makarim harus menjalani kasus hukum terkait dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook

Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Istri Cerita Momen Paling Berat Saat Anak-anak Tanya soal Ayahnya

May 14, 2026
Tom Lembong saat berbicara di podcast Akbar Faizal Uncensored.

Tom Lembong Kritik Penegakan Hukum Saat Ini, Sebut Aparat Dipersenjatai untuk Politik

May 7, 2026
Pakar hukum tata negara sekaligus mantan Menko Polhukam, Mahfud MD.

Mahfud MD Soroti Mutilasi Video Ceramah Jusuf Kalla di Masjid UGM: Upaya Adu Domba Antar Umat Beragama

May 2, 2026
Bupati Sleman Harda Kiswaya didampingi Wakil Bupati Danang Maharsa bersama Ketua DPRD Sleman Gustan Ganda menghadiri pelantikan pejabat baru di lingkungan Pemkab Sleman di Pendapa Parasamya, Selasa (21/4/2026)

Pejabat Baru Dinsos hingga DPUPKP Sleman Dilantik, Bupati Harda Kiswaya Ingatkan Soal Integritas

April 21, 2026
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menanggapi sentilan Seskab Teddy soal istilah inflasi pengamat dalam channel YouTube-nya Terus Terang

Balas Sindiran Inflasi Pengamat Seskab Teddy, Mahfud MD: Ada Juga Inflasi Jabatan

April 15, 2026
Ahok dan Mahfud MD blak-blakan soal kondisi korupsi di Indonesia.

Kunci Berantas Korupsi Ada di Tangan Presiden, Ahok: Kalau Mau, Pasti Bisa

March 12, 2026
Next Post
Istri Nadiem Makarim yakni Franka Franklin berkisah tentang situasi berat yang dihadapi keluarganya saat Nadiem Makarim harus menjalani kasus hukum terkait dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook

Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Istri Cerita Momen Paling Berat Saat Anak-anak Tanya soal Ayahnya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.