• Tentang Kami
Sunday, May 31, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Saiful Mujani Ajak Masyarakat Sipil Kawal Demokrasi Menuju Pemilu 2029

salah satu persoalan yang masih dihadapi adalah belum kuatnya kesadaran politik masyarakat dalam menentukan pilihan politik secara kritis.

byredaksi
May 31, 2026
in headline, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi pemilu.

Ilustrasi pemilu. [vecteezy/Deny Prasetya]

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Sejumlah akademisi dan aktivis yang tergabung dalam Konferensi Republik menyoroti pentingnya peran masyarakat sipil dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.

Gagasan tersebut mengemuka dalam forum yang digelar di UC Cafe Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Sabtu (30/5/2026).

BERITA MENARIK LAINNYA

Andi Widjajanto Sebut Masyarakat Sipil Gagal Cegah Regresi Demokrasi

Megawati Menangis Usai Menonton Film Pesta Babi: Itu Benar Adanya

Peneliti politik sekaligus Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Saiful Mujani, menilai kondisi demokrasi Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan yang perlu mendapat perhatian serius.

Menurutnya, salah satu persoalan yang masih dihadapi adalah belum kuatnya kesadaran politik masyarakat dalam menentukan pilihan politik secara kritis.

Ia menilai kualitas kepemimpinan nasional sangat dipengaruhi oleh pilihan politik masyarakat. Karena itu, upaya menjaga agar Pemilu 2029 berlangsung secara jujur, adil, dan demokratis menjadi agenda penting yang harus diperjuangkan bersama.

Saiful mengungkapkan kekhawatirannya terhadap berbagai kebijakan yang dinilai dapat memengaruhi kualitas demokrasi menjelang pesta demokrasi mendatang.

Menurutnya, masyarakat sipil perlu mengambil peran aktif untuk mengawasi jalannya proses politik agar tetap berada dalam koridor demokrasi.

“Jika ada kecenderungan yang mengarah pada pelemahan demokrasi dan tidak diawasi sejak dini, maka proses pemilu berisiko kehilangan substansinya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tugas utama masyarakat sipil dalam beberapa tahun ke depan adalah memastikan Pemilu 2029 berlangsung secara demokratis dan tetap menjunjung prinsip kedaulatan rakyat.

Sebagai contoh, Saiful menyinggung pengalaman Filipina pada 1986 ketika gerakan masyarakat sipil berhasil menjadi kekuatan penting dalam mendorong perubahan politik nasional.

Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa partisipasi publik dapat menjadi faktor penentu dalam menjaga kehidupan demokrasi.

Selain memperkuat pengawasan, ia juga mendorong kolaborasi yang lebih erat antara masyarakat sipil dengan lembaga penyelenggara pemilu, seperti KPU dan Bawaslu. Ia menilai kerja sama tersebut penting untuk menjaga integritas dan transparansi proses demokrasi.

Saiful juga menekankan bahwa gerakan masyarakat sipil harus berlandaskan nilai-nilai moral dan kepentingan publik, bukan didorong oleh kepentingan kekuasaan maupun ekonomi.

“Penguatan gerakan masyarakat sipil perlu terus diperluas, termasuk dari Yogyakarta, agar menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan Pemilu 2029 yang lebih demokratis,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, aktivis perempuan Jaleswari Pramodhawardani menyebut upaya menjaga kualitas demokrasi menjelang Pemilu 2029 membutuhkan kerja kolektif yang tidak sederhana.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami berbagai bentuk kekerasan yang dapat memengaruhi kehidupan demokrasi, mulai dari kekerasan langsung, struktural, hingga simbolik.

Jaleswari menilai pertemuan di Yogyakarta menjadi ruang konsolidasi bagi berbagai elemen masyarakat sipil untuk bersama-sama memetakan persoalan yang dihadapi bangsa sekaligus merumuskan solusi yang dapat dilakukan dari tingkat akar rumput.

“Forum ini mempertemukan berbagai kelompok, mulai dari pelajar, komunitas, hingga kelompok yang selama ini mendampingi masyarakat. Semuanya memiliki kepedulian yang sama terhadap masa depan demokrasi,” ujarnya.

Ia berharap hasil diskusi yang lahir dari Konferensi Republik tidak hanya berhenti di Yogyakarta, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan yang menjangkau berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, gagasan yang dibangun bersama tersebut dapat menjadi model penguatan masyarakat sipil dalam merawat demokrasi di tingkat nasional.

“Ini adalah ruang bersama bagi siapa saja yang peduli terhadap kondisi bangsa. Harapannya, gerakan yang tumbuh di Yogyakarta dapat menginspirasi daerah lain untuk melakukan hal serupa,” tuturnya. (populi.id/Hadid Pangestu)

Tags: demokrasiPemilu 2029politik masyarakatSaiful MujaniUGM

Related Posts

Ilustrasi politik di balik wacana Pilkada melalui DPRD

Andi Widjajanto Sebut Masyarakat Sipil Gagal Cegah Regresi Demokrasi

May 31, 2026
Presiden ke-5 Indonesia Megawati Soekarnoputri memberikan arahan dalam forum National Policy Dialogue yang digelar di UGM, Jumat (22/5/2026)

Megawati Menangis Usai Menonton Film Pesta Babi: Itu Benar Adanya

May 24, 2026
Logo Koperasi Desa Merah Putih

Koperasi Desa Merah Putih Tak Cerminkan Demokrasi Ekonomi

May 21, 2026
ilustrasi uang Rupiah yang diwacanakan bakal dilakukan redenominasi

Kritik Narasi Pemerintah Soal Optimisme Ekonomi, Pakar: Buktikan Secara Ilmiah

May 21, 2026
Ilustrasi mata uang Rupiah

Akademisi UGM Dorong Pemerintah Pusat Turun Tangan Atasi Persoalan Keterbatasan Fiskal Pemda

May 14, 2026
Ilustrasi pengelolaan Makan Bergizi Gratis atau MBG

Pakar Analisis Kebijakan Publik Nilai Usulan Kampus Terlibat di MBG Melenceng dari Tupoksi Universitas

May 13, 2026
Next Post
Tim Gagana Brimob Polda DIY melakukam identifikasi di lokasi kebakaran berulang di Padukuhan Kasuran, Margomulyo, Seyegan, Sleman, DIY, Sabtu (30/4/2026). (Instagram/@merapi_uncover)

Pemkab Sleman Dampingi Korban Kebakaran Berulang di Seyegan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.