• Tentang Kami
Wednesday, July 22, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Pemkab Sleman Tegaskan Arah Pembangunan ke Depan, Fokus Pemerataan terutama di Wilayah Barat

Kabupaten Sleman saat ini telah memiliki dukungan anggaran yang memadai serta regulasi yang jelas terkait pembangunan

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
June 2, 2026
in headline, Sleman
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Pemkab Sleman Tegaskan Arah Pembangunan ke Depan, Fokus Pemerataan terutama di Wilayah Barat
0
SHARES
18
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Pemerintah Kabupaten Sleman menegaskan arah pembangunan daerah ke depan akan berpedoman pada dokumen perencanaan yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Sleman periode 2025–2030.

Fokus pembangunan tidak hanya pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan tata kelola pemerintahan, tetapi juga pada percepatan pembangunan infrastruktur yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan antarwilayah.

BERITA MENARIK LAINNYA

Pendapatan Asli Daerah Sleman Tumbuh, Capai 48,43 Persen dari Target

Komitmen Pemkab Sleman Tertibkan Bangunan Liar di Atas Saluran Irigasi hingga TKD

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman, Abu Bakar, mengatakan arah pembangunan daerah telah memiliki landasan hukum yang jelas melalui Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2021.

Menurutnya, terdapat lima arah kebijakan utama yang menjadi dasar pembangunan Kabupaten Sleman.

“Arah kebijakan pembangunan meliputi pengembangan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan berkeadilan, peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan yang bersih tanpa praktik KKN, penguatan ekonomi kerakyatan, serta pelestarian lingkungan hidup,” ujarnya.

Meski demikian, dari lima arah kebijakan tersebut, pemerintah daerah memberikan perhatian khusus pada sektor infrastruktur. Program prioritas yang diusung antara lain perbaikan kualitas jalan, peningkatan penerangan jalan, serta penanganan persoalan sampah.

“Prioritasnya adalah infrastruktur. Dalane padhang, dalane alus, dan lingkungan harus bebas sampah,” kata Abu.

Menurut Abu, pembangunan infrastruktur memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Jalan yang baik dan penerangan yang memadai akan meningkatkan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan dalam beraktivitas.

Ia mencontohkan kawasan wisata dan kuliner di wilayah Sleman utara dan timur yang berkembang pesat. Akses jalan yang baik dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung mobilitas pengunjung menuju destinasi wisata maupun sentra kuliner.

“Pemerintah daerah berkewajiban menyediakan akses yang nyaman bagi masyarakat dan wisatawan. Jalan yang halus dan terang akan membantu perkembangan sektor pariwisata sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Selain kawasan wisata, pembangunan infrastruktur juga menyasar jalan usaha tani yang selama ini menjadi akses utama bagi petani menuju lahan pertanian. Perbaikan jalan tersebut diharapkan dapat memperlancar transportasi hasil pertanian dan mendukung produktivitas sektor agraris.

Abu mengungkapkan bahwa percepatan pembangunan ke depan akan banyak menyasar wilayah Sleman Barat, seperti Kapanewon Minggir, Seyegan, dan Moyudan. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui pembangunan berbagai fasilitas strategis.

Beberapa proyek yang direncanakan antara lain pembangunan markas kepolisian, rumah sakit, serta institusi pendidikan. Kehadiran fasilitas-fasilitas tersebut diyakini akan mengubah struktur ekonomi masyarakat setempat.

“Wilayah barat selama ini nilai tanahnya berbeda jauh dibanding wilayah utara seperti Depok, Mlati, atau Ngaglik. Namun ke depan akan ada berbagai pembangunan strategis yang akan mendorong peningkatan nilai ekonomi kawasan tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan tersebut akan memicu perubahan mata pencaharian masyarakat. Sebagian warga yang sebelumnya bergantung pada sektor pertanian diperkirakan akan beralih ke sektor jasa dan perdagangan.

“Ketika ada kampus, rumah sakit, dan fasilitas lainnya, akan muncul peluang usaha seperti kos-kosan, laundry, katering, hingga berbagai layanan pendukung lainnya. Perputaran uang di masyarakat juga akan meningkat,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat perlu mempersiapkan diri untuk beradaptasi dengan perubahan tersebut agar dapat memperoleh manfaat maksimal dari pertumbuhan ekonomi yang terjadi.

Terkait potensi kesenjangan pembangunan antar wilayah, Abu menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mengantisipasi hal tersebut melalui strategi pemerataan pembangunan.

Selama ini, kawasan Sleman utara dan wilayah perkotaan seperti Depok, Mlati, dan Ngaglik dikenal sebagai pusat pendidikan, jasa, dan properti yang memiliki aktivitas ekonomi tinggi. Ke depan, pola pertumbuhan tersebut diharapkan mulai menyebar ke wilayah barat.

“Dulu pusat pendidikan, jasa, properti, dan perputaran uang banyak terkonsentrasi di wilayah utara. Sekarang pembangunan diarahkan agar pertumbuhan ekonomi bisa lebih merata hingga ke wilayah barat,” ujarnya.

Dengan demikian, kawasan yang selama ini identik dengan lahan pertanian diharapkan dapat berkembang menjadi wilayah dengan aktivitas ekonomi yang lebih beragam tanpa meninggalkan potensi lokal yang dimiliki.

Selain pembangunan fisik, Abu menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam setiap proses pembangunan. Menurutnya, pembangunan yang hanya dilakukan pemerintah tanpa partisipasi warga akan sulit mencapai hasil yang optimal dan berkelanjutan.

“Pembangunan tidak bisa hanya dilakukan pemerintah. Masyarakat harus ikut terlibat karena mereka yang merasakan langsung manfaatnya,” katanya.

Ia menilai partisipasi masyarakat akan menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan sehingga fasilitas yang telah dibangun dapat dijaga dan dirawat bersama.

“Kalau masyarakat merasa memiliki, mereka akan ikut menjaga dan merawat. Dengan begitu hasil pembangunan akan lebih awet dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi C DPRD Sleman, Untung Basuki Rachmad, menilai keberhasilan pembangunan daerah ditentukan oleh tiga faktor utama, yakni anggaran, regulasi, dan sumber daya manusia yang menjalankan program pembangunan.

Menurutnya, Kabupaten Sleman saat ini telah memiliki dukungan anggaran yang memadai serta regulasi yang jelas. Karena itu, tantangan terbesar berada pada kualitas aparatur yang diberi amanah untuk melaksanakan program-program pemerintah.

“Indikator keberhasilan pemerintah itu ada tiga, yaitu anggaran, aturan, dan orang yang menjalankan. Anggaran Sleman saya yakin sudah cukup besar, aturannya juga sudah tersedia. Tinggal bagaimana menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat,” ujarnya.

Untung menegaskan penempatan pejabat harus mempertimbangkan kapasitas, kompetensi, dan kebutuhan zaman agar kebijakan pembangunan dapat berjalan secara efektif.

“Kalau orang yang ditempatkan memang memiliki kapasitas dan kemampuan yang sesuai, sementara aturan dan anggarannya sudah tersedia, saya optimistis pembangunan bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Ia menambahkan bahwa setiap periode memiliki tantangan yang berbeda sehingga birokrasi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Tags: Abu BakarBKAD SlemanKomisi CPembangunanPemkab SlemanUntung Basuki Rachmad

Related Posts

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman, Abu Bakar.

Pendapatan Asli Daerah Sleman Tumbuh, Capai 48,43 Persen dari Target

July 21, 2026
Satu unit alat berat ekscavator dikerahkan untuk membongkar bangunan liar di atas saluran irigasi di Padukuhan Sedan, Kalurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY, Rabu (1/7/2026).

Komitmen Pemkab Sleman Tertibkan Bangunan Liar di Atas Saluran Irigasi hingga TKD

July 2, 2026
Kepala Dinas Pariwisata Sleman Edy Winarya berbincang bersama pelaku wisata di Gamplong membahas arah pembangunan pariwisata di Kabupaten Sleman ke depan

Pariwisata Berbasis Masyarakat Jadi Arah Pengembangan Wisata Sleman

June 25, 2026
Kepala Disperindag Sleman Dwi Wulandari bersama Sekretaris Komisi C DPRD Sleman Untung Basuki Rachmad berbincang dalam SEMEJA mengenai UMKM naik kelas

UMKM Sleman Didorong Naik Kelas, Penguatan Legalitas hingga Digitalisasi Jadi Fokus

June 25, 2026
Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama Ketua Dekranasda Sleman Parmilah serta Sekretaris Komisi C DPRD Sleman Untung Basuki Rachmad berbincang mengenai pemberdayaan UMKM di kawasan Pasar Tiban Ngijon

Pasar Tiban Ngijon Viral, Pemkab Sleman Siap Bantu Berdayakan UMKM

June 25, 2026
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Junaidi bersama Sekretaris Komisi C DPRD Sleman Untung Basuki Rachmad berdiskusi tentang peran Kampung Iklim di tengah upaya merespon perubahan iklim

Hadapi Cuaca Tak Menentu, Pemkab Sleman Perkuat Kampung Iklim

June 22, 2026
Next Post
Abu Bakar (kanan) saat dilantik menjadi Sekretaris Daerah Sleman oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya (kiri), di Pendopo Parasamya, Selasa (2/6/2026).

Resmi Nakhodai Birokrasi Sleman, Ini Profil dan Rekam Jejak Abu Bakar Usai Dilantik Jadi Sekda

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.