SLEMAN, POPULI.ID – Polda DIY masih terus mendalami kasus dugaan malapraktik di RSUD Prambanan yang berkaitan dengan meninggalnya seorang balita asal Piyungan, Bantul.
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda DIY, AKBP Verena Sri Wahyuningsih, mengatakan proses penanganan perkara tersebut saat ini masih berada pada tahap penyelidikan.
“Kasus dugaan malapraktik di RSUD Prambanan saat ini masih dalam proses penyelidikan,” ujar Verena dalam keterangan tertulis yang diterima pada Jumat (5/6/2026).
Dalam proses tersebut, penyidik telah meminta keterangan dari lima orang yang berstatus sebagai saksi. Mereka terdiri dari orang tua korban, perangkat desa, petugas posyandu, serta tenaga medis dari puskesmas setempat.
Menurut Verena, pemeriksaan terhadap para saksi masih akan berlanjut untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan dalam mengungkap kasus tersebut.
“Penyelidikan masih berlangsung, dan pada pekan depan Polda DIY akan melakukan klarifikasi terhadap sejumlah saksi lainnya,” katanya.
Sebelumnya, Koordinator Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DIY, Yekti Utami, mendatangi kediaman keluarga balita yang meninggal dunia di Kalurahan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul.
Yekti menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) serta UPTD PPA Bantul untuk memberikan pendampingan kepada keluarga korban.
“Kami terus berkoordinasi agar Bu Niken mendapatkan pendampingan yang diperlukan, sekaligus memastikan adanya upaya untuk memperoleh keadilan atas peristiwa yang dialami,” ujarnya.
Selain itu, Satgas PPA DIY juga menggandeng DP3AP2KB Kabupaten Bantul guna mengidentifikasi kebutuhan bantuan yang masih diperlukan oleh keluarga korban.
“Dinas terkait akan membantu memetakan dan memenuhi kebutuhan pendampingan maupun bantuan lain yang masih dibutuhkan keluarga,” jelas Yekti.
Sementara itu, ibu korban, Anastacia Niken, berharap adanya dukungan dari Satgas PPA DIY, khususnya untuk memperoleh penjelasan resmi dari pihak rumah sakit terkait meninggalnya putrinya.
Hingga kini, menurut Niken, keluarga belum menerima klarifikasi dari pihak rumah sakit mengenai peristiwa tersebut.
“Semoga langkah-langkah yang sedang kami tempuh bersama ini dapat segera membuahkan hasil,” katanya. (populi.id/Hadid Pangestu)










![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)

