• Tentang Kami
Tuesday, June 16, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Ribuan Massa di Gejayan Tuntut Prabowo-Gibran Turun, Kritik MBG hingga Koperasi Desa Merah Putih

Ribuan massa Aliansi Rakyat Memanggil menggelar aksi di Gejayan, Sleman, menuntut Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mundur serta mendesak penghentian sejumlah program pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.

byredaksi
June 15, 2026
in headline, Sleman
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ribuan massa dari berbagai elemen ikut dalam Aksi Rakyat Memanggil di pertigaan Gejayan, Sleman, Sabtu (13/6/2026).

Ribuan massa dari berbagai elemen ikut dalam Aksi Rakyat Memanggil di pertigaan Gejayan, Sleman, Sabtu (13/6/2026). [populi.id/Hadid Pangestu]

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Memanggil menggelar aksi unjuk rasa di pertigaan Gejayan, Kabupaten Sleman, Sabtu (13/6/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan tuntutan agar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turun dari jabatannya.

Para peserta aksi menilai pemerintahan saat ini tidak mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Selain itu, mereka juga menuding sejumlah kebijakan pemerintah lebih menguntungkan kelompok pemodal dan oligarki dibanding kepentingan rakyat.

BERITA MENARIK LAINNYA

Mahasiswa UII Gelar Aksi di Titik Nol Kilometer Malioboro, Bawa Enam Tuntutan ke Pemerintah

MBG Jadi Ladang Korupsi, Guru Besar UGM Desak Perbaikan Tata Kelola BGN

Salah satu peserta aksi, Marsinah, menyampaikan bahwa penghentian sejumlah program prioritas pemerintah menjadi langkah yang perlu didorong untuk mengurangi beban anggaran negara dan mencegah potensi persoalan di masyarakat.

“Solusi yang paling dekat adalah menghentikan MBG, kemudian menghentikan Koperasi Desa Merah Putih. Belum lagi kalau kita bicara Danantara, menurut kami program-program itu berpotensi menjadi sarang korupsi,” ujar Marsinah saat diwawancarai di sela aksi.

Menurutnya, sejumlah program tersebut juga berpotensi memunculkan persoalan sosial di tingkat desa. Ia menyinggung adanya kompetisi perekrutan tenaga kerja yang dinilai tidak jelas mekanismenya serta tambahan beban kerja bagi guru honorer dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Marsinah menilai anggaran yang digunakan untuk program-program tersebut seharusnya dapat dialihkan ke sektor yang lebih mendesak seperti pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau bisa didesak supaya dananya dikembalikan untuk pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan rakyat Indonesia,” katanya.

Dalam orasinya, Marsinah juga menyoroti kondisi ekonomi masyarakat yang dinilainya semakin memburuk. Ia menyebut pasar tradisional kini semakin sepi pembeli, sementara angka pemutusan hubungan kerja (PHK) terus bertambah.

Menurutnya, banyak pekerja sektor informal, termasuk pengemudi ojek online, menghadapi tekanan ekonomi akibat tingginya biaya operasional dan berbagai potongan dari perusahaan aplikasi.

“Banyak orang yang terkena PHK. Buruh ojek online harus bekerja dengan berbagai beban, sementara regulasi yang ada dianggap lebih menguntungkan perusahaan besar,” ujarnya.

Selain menuntut Prabowo-Gibran turun dari jabatan, massa juga mendesak pemerintah menghentikan program MBG, Koperasi Desa Merah Putih, serta berbagai proyek strategis nasional yang dinilai tidak memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat.

Massa juga meminta pemerintah fokus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan menciptakan lapangan kerja dengan upah yang layak dibanding memperbanyak program bantuan sosial.

“Orang akan tetap bisa hidup sejahtera kalau mereka memperoleh pekerjaan dengan upah yang layak, sehingga bisa produktif dan hidup dengan baik,” kata Marsinah.

Dalam aksi tersebut, peserta juga menyinggung persoalan agraria di Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka menyoroti sejumlah kasus penggusuran lahan yang berkaitan dengan tanah Kasultanan dan Kadipaten yang menurut mereka telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat.

Menurut Marsinah, berbagai pembangunan dan pengembangan kawasan wisata dinilai turut mempersempit akses masyarakat terhadap sumber daya tanah yang selama ini menjadi penopang kehidupan warga.

Aliansi Rakyat Memanggil menegaskan akan terus menggelar aksi hingga tuntutan mereka mendapat perhatian. Aksi kali ini diikuti berbagai kelompok masyarakat, mulai dari mahasiswa, guru, akademisi, peneliti, hingga sejumlah warga yang mengaku terdampak kebijakan pemerintah.

Selain isu ekonomi dan agraria, massa juga menyoroti kebijakan luar negeri pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan rakyat serta menuai berbagai kritik dari peserta aksi. Mereka menilai berbagai persoalan tersebut menjadi alasan perlunya perubahan kepemimpinan nasional. (populi.id/Hadid Pangestu)

Tags: aksi massaAliansi Rakyat MemanggilgejayanKoperasi Desa Merah PutihMBGunjuk rasa

Related Posts

Suasana Titik Nol Kilometer Malioboro Kota Yogyakarta saat ratusan massa aksi dari mahasiswa UII mengungkapkan enam tuntutan untuk pemerintah, Senin (15/6/2026).

Mahasiswa UII Gelar Aksi di Titik Nol Kilometer Malioboro, Bawa Enam Tuntutan ke Pemerintah

June 15, 2026
Massa aksi yang diinisiasi oleh Suara Ibu Indonesia menggelar aksi menuntut evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bundaran UGM Yogyakarta, Jumat (17/10/2025) sore.

MBG Jadi Ladang Korupsi, Guru Besar UGM Desak Perbaikan Tata Kelola BGN

June 10, 2026
YOGYAKARTA, POPULI.ID - Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjadi sorotan dalam agenda pertemuan Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, pada Kamis (4/6/2026). Kasus tersebut disinggung langsung di hadapan para pemimpin daerah sebagai pengingat keras dalam menyusun kebijakan publik. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, usai kegiatan. Dia mengungkapkan, dalam agenda silahturahmi Forkopimda se-Jawa Bali itu diisi dengan beberapa paparan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah menteri. Seperti diketahui, pertemuan itu dihadiri sejumlah menteri dan gubernur di wilayah Jawa dan Bali. Antara lain Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) Amalia Adininggar Widyasanti. Dalam kegiatan itu tampak hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sedangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Pramono Anung, serta Gubernur Banten Andra Soni tidak terlihat menghadiri kegiatan itu. "Pada dasarnya memotivasi kami semua para kepala daerah. Secara umum, yang saya tangkap adalah kami dibayar oleh rakyat, jadi jangan sekali-kali sakiti hati rakyat," ungkapnya. Selain membahas isu-isu strategis seperti penanganan hoaks, penguatan kepemimpinan daerah (pimda), dan pencegahan konflik melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Forum tersebut juga secara khusus menyoroti gaya hidup flexing atau pamer aparat negara dan akuntabilitas kebijakan. Kasus penangkapan Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung, atas kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG juga dijadikan contoh nyata agar para kepala daerah lebih mawas diri. Poin penekanan yang diberikan terkait pentingnya menjaga benteng pertahanan, baik secara personal maupun sistemik. "Salah satu yang disinggung seperti itu (soal kasus MBG). Jadi maksudnya bahwa jaga-jaga diri baik secara sistem, jangan sampai kami salah membuat kebijakan. Karena ada beberapa kebijakan yang kami tidak bermaksud tapi kebijakannya salah, bisa memperkaya pihak lain. Apalagi kalau ada mensrea (niat jahat)," jelasnya. Dia menyebut menjadi kepala daerah itu bukan hal yang mudah. Karena seluruh kepala daerah diharapkan dapat bekerja lebih all-out dan selektif dalam merancang program kerja demi memastikan setiap anggaran negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kalau kami bikin program, sebenarnya itu bermanfaat atau tidak. Walaupun suratnya lengkap, barangnya ada, tapi kalau ternyata sudah diadakan tapi tidak berguna untuk masyarakat, nanti malah menjadi salah satu tindakan koruptif," katanya. "Memang tidaj ada korupsi secara langsung tapi koruptif. Untuk apa kami belanja sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh masyarakat, begitu kurang lebih," tandasnya.

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

June 5, 2026
Logo Koperasi Desa Merah Putih

Koperasi Desa Merah Putih Tak Cerminkan Demokrasi Ekonomi

May 21, 2026
ilustrasi uang Rupiah yang diwacanakan bakal dilakukan redenominasi

Kritik Narasi Pemerintah Soal Optimisme Ekonomi, Pakar: Buktikan Secara Ilmiah

May 21, 2026
Apa Itu Planogram yang Viral Usai Warganet Kritik Letak Rak Koperasi Merah Putih

Apa Itu Planogram yang Viral Usai Warganet Kritik Letak Rak Koperasi Merah Putih

May 19, 2026
Next Post
Tangkapan layar CCTV keributan diduga pelaku klitih diamankan warga di Simpang Empat Hotel Melia Purosani, Jalan Mayor Suryotomo, Kelurahan Ngupasan, Kemantren Gondomanan, Kota Yogyakarta, pada Minggu (14/6/2026).

Viral Rombongan Diduga Klitih Ditangkap Warga di Gondomanan, Ini Kata Polisi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.