• Tentang Kami
Wednesday, August 5, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Kota Yogyakarta

DPRD DIY Dukung Penertiban Kabel Semrawut, Danais Diusulkan Biayai Penataan Kota

DPRD DIY mendukung penataan kabel semrawut di Kota Yogyakarta demi menjaga estetika kota, Sumbu Filosofi, dan keselamatan lingkungan.

byredaksi
June 19, 2026
in Kota Yogyakarta
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Ketua Komisi D DPRD DIY, Dwi Wahyu.

Ketua Komisi D DPRD DIY, Dwi Wahyu. [populi.id/Dewi Rukmini]

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengambil langkah serius dalam membersihkan estetika kota dari gangguan sampah visual berupa kabel fiber optik yang tumpang tindih di udara. Satu upaya yang dilakukan yakni dengan merelokasi kabel-kabel semrawut menggunakan sistem ducting atau penanaman kabel di bawah tanah.

Pada tahun ini, penataan kabel fiber optik udara itu menyasar ruas-ruas jalan yang menjadi perbatasan memasuki wilayah Kota Yogyakarta. Pemkot Yogyakarta berencana menyelesaikan masalah kabel semrawut di lima titik ruas jalan. Di antaranya Jalan Magelang, Jalan Wates, Jalan Solo, Jalan Parangtritis, serta perbatasan Gejayan.

BERITA MENARIK LAINNYA

Pemkot Yogyakarta Perluas Vaksin HPV Gratis ke Anak Laki-laki

Kisah Sumilah, Pengurus Jenazah yang Menua di Rumah Nyaris Roboh Tapi Kini Menemukan Harapan

Langkah Pemkot Yogyakarta itu mendapatkan dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ketua Komisi D DPRD DIY, Dwi Wahyu, menegaskan bahwa estetika Kota Yogyakarta sebagai kota wisata sekaligus basis Sumbu Filosofi harus dijaga.

“Kalau Pak Wali Kota bilang sampah visual, ya harus dihilangkan di Kota Yogyakarta Pertimbangan jelas, satu, di sini adalah Kota Wisata. Kedua, di sini (Kota Yogyakarta) juga basisnya Sumbu Filosofi, maka estetika kota harus dijaga,” ucap Dwi.

Menurutnya, langkah yang diambil Pemkot Yogyakarta bukan sekadar penataan kabel yang mengantung di atmosfer ruas-ruas jalan. Namun, langkah itu juga merupakan bagian dari menjaga keindahan kota berbasis pariwisata tersebut.

Dwi menyadari bahwa saat ini ruang fiskal atau kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sedang mengalami tekanan berat. Pendapatan daerah diproyeksikan mengalami penurunan, di mana APBD DIY yang semula berada di angka Rp6,5 triliun kini terkoreksi menjadi Rp4,8 triliun.

Bahkan diprediksi akan menyusut hingga Rp4,4 triliun pada tahun 2027 mendatang. Sebab, kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat kian memperketat ruang gerak pembiayaan daerah.

Kendati demikian, menurut Dwi, keterbatasan ruang fiskal tidak boleh menjadi alasan untuk mengesampingkan program penataan kabel tersebut. Sebagai solusinya, ia mendorong Pemkot Yogyakarta untuk mengoptimalkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Dana Keistimewaan yang tahun ini dikucurkan sekitar Rp41 miliar lebih.

“Kami menyarankan agar anggaran BKK Dana Keistimewaan bisa ditata dan disinkronkan untuk program penertiban kabel. Nanti kami tinggal berdiskusi dengan panitia terkait kesesuaian nomenklaturnya. Saya kira sangat memungkinkan jika dimasukkan dalam nomenklatur pemeliharaan atau memperindah Sumbu Filosofi, karena wilayah-wilayah perbatasan ini merupakan penyangga utama Sumbu Filosofi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dwi Wahyu mengingatkan agar proyek penataan kabel ducting itu tidak hanya berpusat di jalan-jalan protokol atau tempat strategis. Melainkan harus mulai menyentuh kawasan permukiman atau kampung-kampung.

Dia pun menyoroti fenomena menjamurnya tiang-tiang provider telekomunikasi di wilayah perkampungan yang dipasang secara sepihak dan mengganggu kenyamanan warga.

“Di Kota Yogyakarta ini ada sekitar 32,8 kilometer jalur. Penataan jangan cuma di tempat strategis. Di kampung-kampung itu sekarang banyak sekali tiang provider. Istilahnya, setiap provider punya keyakinan masing-masing, jadi semua tancap tiang sendiri-sendiri dan memenuhi wilayah. Harus ada regulasi agar dibuat satu tiang sentral yang digunakan bersama, dan konsekuensinya mereka harus berizin serta membayar PAD ke Pemkot,” tegas Dwi.

Selain demi estetika kota, relokasi kabel udara ke dalam tanah juga dinilai sebagai bagian dari langkah mitigasi bencana alam. Mengingat di kawasan perkotaan yang padat, keberadaan kabel udara sering kali berbenturan dengan program penghijauan kota.

“Ini juga bagian dari mitigasi bencana. Di Yogyakarta, kalau kita mau memperbanyak pohon rindang terkadang repot karena terhalang kabel, dan itu berbahaya saat cuaca ekstrem. Padahal, keberadaan pohon sangat penting untuk menekan polusi,” katanya.

Dwi menggambarkan, meskipun penduduk resmi Kota Yogyakarta hanya berkisar 400 ribu jiwa. Namun pada siang hari aktivitas kota bisa melonjak hingga disesaki oleh sekitar 3 juta manusia beserta kendaraannya.

Kondisi tersebut dikatakan memicu tingginya kadar emisi karbon yang membutuhkan penanganan lingkungan secara serius. Termasuk penataan ruang hijau yang bebas dari hambatan kabel udara.

Pihaknya pun berharap Pemkot Yogyakarta segera menajamkan skala prioritas dalam menyusun anggaran operasional di tengah situasi ekonomi saat ini. Supaya program-program mendasar seperti pengentasan sampah visual dan penataan tata ruang kota tetap bisa berjalan optimal. (populi.id/Dewi Rukmini)

Tags: DPRD DIYDwi Wahyukabel fiber optikPemkot Yogyakarta

Related Posts

Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi (P3MI) Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Endang Sri Rahayu,, saat ditemui di Balaikota pada Kamis (30/7/2026).

Pemkot Yogyakarta Perluas Vaksin HPV Gratis ke Anak Laki-laki

July 31, 2026
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat melihat kondisi penerima bantuan bedah rumah di Kelurahan Panembahan, Keraton, Kota Yogyakarta, DIY, Minggu (12/7/2026).

Kisah Sumilah, Pengurus Jenazah yang Menua di Rumah Nyaris Roboh Tapi Kini Menemukan Harapan

July 12, 2026
PDIP DIY Minta Pemerintah Pusat Tak Abaikan Aspirasi Mahasiswa

PDIP DIY Minta Pemerintah Pusat Tak Abaikan Aspirasi Mahasiswa

June 25, 2026
Puluhan massa aksi dari Forum BEM DIY berdialog dengan sejumlah anggota DPRD DIY pada Selasa (23/6/2026).

Massa Forum BEM DIY Kembali Geruduk DPRD, Tagih Janji Bertemu Anggota Dewan

June 25, 2026
Massa aksi IMM DIY melakukan tabur bunga sebagai simbol duka terhadap situasi negara saat ini dalam gelaran aksi demonstrasi di DPRD DIY, Senin (22/6/2026).

Massa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Geruduk DPRD DIY, Diwarnai Aksi Tapa Bisu dan Tabur Bunga

June 22, 2026
Puluhan massa mahasiswa yang tergabung Forum BEM DIY menggelar aksi di Kantor DPRD DIY, Jumat (19/6/2026).

Forum BEM DIY Gelar Aksi di DPRD, Sampaikan Delapan Tuntutan

June 19, 2026
Next Post
Ribuan orang tampak khidmat mengikuti ritual Tapa Bisu atau Hajad Kawula Dalem Lampah Budaya Mubeng Beteng saat melintas di Pojok Benteng Timur, Kota Yogyakarta, Rabu (17/6/2026).

Ribuan Warga Tumpah Ruah Ikuti Tapa Bisu Mubeng Beteng Malam Satu Suro di Yogyakarta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.