YOGYAKARTA, POPULI.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) mematangkan strategi demi menjaga kualitas data Sensus Ekonomi 2026. Dalam mengejar target akurasi 100 persen, proses sensus kali ini menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) guna meminimalisir kesalahan input data di lapangan oleh petugas.
Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo, mengatakan, satu tantangan terbesar dalam Sensus Ekonomi adalah ketepatan menentukan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Petugas dituntut harus detail memasukkan sektor dan subsektor usaha responden.
“Misalkan pedagang mainan, harus detail mainan apa. Kalau industri manufaktur, kimia dasar atau yang lain, itu semua tidak boleh salah. Terus juga ada beberapa hal misalkan tidak mungkin anaknya lebih tua dari bapaknya kalau bertanya ke keluarga. Atau tidak mungkin omzetnya jauh lebih rendah daripada pengeluaran biayanya,” jelas Sonny.
Oleh karena itu, teknologi AI digunakan untuk melakukan filter supaya kualitas data Sensus Ekonomi 2026 lebih baik. Data yang dimasukkan oleh para petugas di lapangan dikatakan akan langsung terkirim ke pusat. Kemudian, pusat BPS akan kembali mengecek kebenaran data dengan memverifikasi kondisi sebenarnya.
“Kami harap keakuratan bisa 100 persen, tapi memang ada faktor kelelahan petugas dan klasifikasi yang banyak, sehingga kami harus sangat hati-hati. Kemudian kami akan melakukan cross check lagi. Makanya nanti setelah sensus selesai, kami melakukan Post Enumeration Survey (PES) atau pencacahan ulang sampel untuk mengecek lagi data yang terkumpul,” paparnya.
Dia melanjutkan, metode door-to-door atau menyambangi rumah warga tanpa terkecuali menjadi strategi utama dalam Sensus Ekonomi 2026. Tujuannya agar bisa menjaring pelaku usaha digital, online shop, maupun kreator konten yang berbasis di perumahan.
Mengingat saat ini telah terjadi pergeseran tren transaksi dan produksi di Indonesia. Sebab, banyak aktivitas ekonomi berskala besar yang tersembunyi di dalam rumah dan tak terdeteksi dari luar.
“Tahun lalu kami sudah melakukan uji coba sensus ekonomi dan ternyata banyak sekali usaha yang dilakukan di dalam rumah seperti usaha online. Jadi pas kami tanya secara detail ke rumah-rumah, baru tahu. Kami pikir kan rumah tidak ada aktivitas usaha. Bahkan saya pernah ketemu seorang Tiktokers yang jualan thrifting baju untungnya per bulan Rp9 juta, padahal masih mahasiswa semester 1,” ceritanya.
Disinggung terkait potensi penolakan, Sonny menghimbau masyarakat bisa menerima petugas yang datang dengan baik. Dia memastikan para petugas Sensus Ekonomi 2026 akan menggunakan rompi, tanda pengenal, dan membawa surat tugas. Warga juga tidak perlu khawatir karena data yang dicatat petugas terjamin kerahasiaannya.
“Tapi kalau ada penolakan kami akan lakukan upaya persuasif. Kalau masih belum bisa juga maka kami akan berkoordinasi dengan RT dan RW setempat. Nantinya rumah yang sudah disensus akan ditempel stiker oleh petugas,” ujarnya.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menghimbau kepada seluruh masyarakat kota untuk terbuka dan menerima petugas Sensus Ekonomi 2026. Warga diminta tidak perlu khawatir karena rahasia data terjamin tak akan bocor.
“BPS kan menyelenggarakan sensus ekonomi tiap 10 tahun sekali, jadi momentum itu kalau sampai batal kan harus mengulang 10 tahun lagi, itu sayang. Sedangkan itu (yang akan terkumpul) kan data mikro, artinya betul-betul by name by address terekam dengan baik. Kalau sampai terlewat kan sayang, karena data yang tepat akan membuat kebijakan yang tepat,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)










![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)

