• Tentang Kami
Monday, July 27, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Makna Sangkan Paraning Dumadi: Sebuah Konsep Hidup Bernilai Religi Tinggi

Sangkan Paraning Dumani merupakan konsep hidup yang lekat dengan masyarakat Jawa terkhusus di lingkup Keraton Yogyakarta, lalu apa maknanya?

byGalih Priatmojo
January 31, 2025
in headline, Kultur
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Makna Sangkan Paraning Dumadi: Sebuah Konsep Hidup Bernilai Religi Tinggi

Ilustrasi sangkan paraning dumadi. pixabay/dedy_timbul]

0
SHARES
59
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Bagi sebagian masyarakat yang tinggal di Yogyakarta barangkali kerap mendengar istilah Sangkan Paraning Dumadi. Kalimat yang sangat lekat dengan filosofi Keraton Yogyakarta itu bahkan dalam beberapa kesempatan tak jarang dikutip oleh para politisi tanah air, salah satunya mantan Presiden Soeharto.

Lalu apa itu Sangkan Paraning Dumadi?

BERITA MENARIK LAINNYA

Bank Sampah Berlian Kembangkan Inovasi Ubah Sampah Residu dan Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar

Proyek PSEL DIY Masih Matangkan Persiapan, Pembangunan Ditargetkan Dimulai Akhir 2026

Tujuan Hidup

Konsep Sangkan Paraning Dumadi dalam riwayatnya telah ada jauh sebelum dipopulerkan oleh Sunan Kalijaga ketika masa penyebaran agama Islam di tanah Jawa tepatnya ketika berdirinya Kerajaan Demak.

Sangkan Paraning Dumadi merupakan salah satu konsep yang lahir dari kebudayaan Jawa tentang hidup untuk mencapai kesempurnaan.

Sangkan Paraning Dumadi berdasar maknanya yakni asal dan tujuan hidup manusia. Dimana manusia itu harus mengetahui dari mana asal segala sesuatu yang hidup dan harus kemana tujuan segala sesuatu yang hidup itu.

Franz Magnis-Suseno menyebut konsep Sangkan Paraning Dumadi sebagai inti kebijaksanaan mistik Jawa. Dalam pengertiannya manusia harus sampai pada sumber hidupnya yakni Tuhan bila ia ingin mencapai kesempurnaan.

Tercatat dalam Berbagai Serat

Dikutip dari I Kuntara Wiryamartana berjudul Arjuna Wiwaha: Transformasi Teks Jawa Kunu Lewat Tanggapan dan Penciptaan di Lingkungan Sastra Jawa (1990), konsep ini pertama kali muncul pada pupuh X dalam kakawin Arjuna Wiwaha yang ditulis Mpu Kanwa pada masa pemerintahan Raja Erlangga (1019-1042).

Konsep Sangkan Paraning Dumadi juga muncul dalam sejumlah serat di antaranya Wedhatama.

Dalam tulisan Seno Sastroamidjojo di buku berjudul Wedhatama (1961), di dalam serat ini Sangkan Paraning Dumadi disebutkan lewat istilah purwa yakni wekasing jagad raya atau awalan, kemudian akhirnya alam semesta seisinya.

Konsep yang lahir dari rahim kebudayaan Jawa ini mengandung nilai religi yang tinggi dan bersifat universal.

Tak heran bila kemudian konsep ini banyak diadopsi di berbagai serat termasuk di dalam naskah Islam kejawen seperti Serat Dewa Ruci, Serat Wirid Hidayat Jati, Serat Centini serta Serat Wulangreh.

Sekaten dan Sumbu Filosofi

Di masa awal persebaran agama Islam di Jawa yang ditandai dengan berdirinya Kerajaan Demak, Sunan Kalijaga menggunakan konsep Jawa tersebut sebagai sarana dakwah sesuai dengan napas-napas keislaman.

Konsep itu oleh Sunan Kalijaga dimanifestasikan melalui tradisi membunyikan gamelan di peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awal.

Tradisi ini yang kemudian jamak dikenal dengan tradisi Sekaten yang hingga kini masih dilestarikan oleh Keraton Yogyakarta.

Tak hanya Sekaten, oleh Keraton Yogyakarta konsep Sangkan Paraning Dumadi juga diwujudkan dalam produk tata ruang keraton.

Dari sejumlah sumber sejarah, sumbu filosofi dibangun pada abad ke-18. Ide itu dicetuskan oleh Pangeran Mangkubumi atau Sultan Hamengku Buwono I.

Tiga titik tata ruang yang mewakili sumbu filosofi tersebut yakni Tugu Pal Putih, Keraton Yogyakarta hingga Panggung Krapyak.

Tags: hidupkebudayaan jawasangkan paraning dumadisumbu filosofiYogyakarta

Related Posts

Pengolahan sampah perolisis memanfaatkan minyak jelantah di Bank Sampah Berlian, Tompeyan, Kota Yogyakarta, Minggu (26/7/2026).

Bank Sampah Berlian Kembangkan Inovasi Ubah Sampah Residu dan Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar

July 27, 2026
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY Kusno Wibowo.

Proyek PSEL DIY Masih Matangkan Persiapan, Pembangunan Ditargetkan Dimulai Akhir 2026

July 27, 2026
Wamen UMKM, Helvi Moraza, saat menghadiri perjanjian kerja sama Kementerian UMKM dan Aprindo untuk menghapus biaya listing fee produk usaha mikro masuk ke ritel modern, di Teras Malioboro 1 Kota Yogyakarta, Jumat (17/7/2026) malam.

Dobrak Akses Pasar, Kementerian UMKM Bebaskan Listing Fee Ritel Modern untuk Usaha Mikro

July 19, 2026
Sejumlah penumpang mengantre di gate tiket setelah menggunakan layanan KAI Bandara YIA PSO, belum lama ini.

Tren Meningkat, KAI Bandara YIA PSO Layani 865.187 Penumpang Selama Januari-Juni 2026

July 19, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, ditemui di SMPN 10 Yogyakarta, Senin (13/7/2026).

Minat Pendaftar SMP Negeri di Kota Yogyakarta Melonjak, Pemkot Tambah Rombel Baru

July 14, 2026
Budi Santosa Asrori resmi mengemban tugas sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta, pada Rabu (8/7/2026).

Resmi Dilantik Jadi Sekda Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori: Saya Nderek Pak Wali

July 9, 2026
Next Post
Sempat Mengerang Kesakitan Saat Kontra Persik, Begini Kondisi Terkini Bek PSS Sleman Cleberson Souza

Kondisi Terkini Cleberson Souza dan Hokky Caraka Jelang Laga Borneo FC kontra PSS Sleman

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.