• Tentang Kami
Monday, July 27, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Viral Usai Disebut Prabowo, Ini Asal Usul dan Sejarah Londo Ireng

Istilah "Londo Ireng" kembali jadi sorotan usai disebut Prabowo, dengan istilah yang memiliki sejarah sebagai sebutan serdadu KNIL asal Afrika dan bergeser menjadi label politik.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
July 27, 2026
in headline, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-28 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (23/7/2026).

Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-28 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (23/7/2026). [Instagram/@presidenrepublikindonesia]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

POPULI.ID – Istilah “Londo Ireng” kini tengah menjadi pusat perhatian publik setelah digunakan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di acara Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, pada Kamis (23/7/2026). Pernyataan tersebut memicu kontroversi lantaran diarahkan kepada profesi jurnalis, pengamat, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak anti-kritik, namun ia menyayangkan adanya pihak yang dianggapnya lebih membela kepentingan asing.

BERITA MENARIK LAINNYA

AJI Yogyakarta Soroti Pernyataan “Londo Ireng”, Nilai Berpotensi Menggerus Kebebasan Pers

Dikecam PWI hingga AJI, Hotman Paris Minta Maaf soal Ucapan ke Wartawan

“Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. Itu yang dulu kita sebut londo ireng, ya. Yang ikut Belanda perang lawan kita. Londo-londo ireng ini sampai sekarang masih ada. Hanya dia sekarang pakai baju lain. Wartawan, jurnalis, pengamat, LSM,” ujar Prabowo.

Pernyataan ini segera menuai reaksi keras dari organisasi profesi. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menilai pelabelan tersebut merendahkan dan mendelegitimasi kerja jurnalis di lapangan. AJI menegaskan bahwa jurnalis bekerja berdasarkan fakta dan dilindungi oleh UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, bukan untuk kepentingan asing.

Asal Usul Sejarah: Pasukan Afrika di Tanah Jawa

Meski kini digunakan sebagai istilah peyoratif untuk menyebut “pengkhianat bangsa”, secara historiografi istilah Londo Ireng memiliki akar sejarah yang sangat spesifik. Istilah ini secara harfiah berarti “Belanda Hitam,” yang merujuk pada prajurit asal Afrika Barat yang direkrut oleh Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) pada abad ke-19.

Sejarah mencatat bahwa antara tahun 1831 hingga 1872, pemerintah kolonial Belanda mengalami krisis personel militer pasca Perang Jawa (Perang Diponegoro) yang sangat menguras kekuatan mereka. Untuk menutupi kekurangan tersebut, Belanda merekrut ribuan pria dari wilayah Pantai Emas (kini Ghana), seperti Burkina Faso, Mali, dan Pantai Gading.

Diperkirakan lebih dari 3.000 orang Afrika Barat bergabung ke dalam KNIL. Sebagian direkrut secara sukarela, tetapi ada pula yang berasal dari kalangan budak atau tawanan perang yang kemudian dibeli dari pasar budak di wilayah Kekaisaran Ashanti.

Dalam arsip-arsip resmi militer Belanda, para prajurit Afrika ini dijuluki sebagai Zwarte Hollanders (Orang Belanda Hitam). Meskipun bukan orang Belanda secara etnis, mereka mengenakan seragam militer KNIL, menggunakan nama-nama Belanda, dan memperoleh status hukum yang setara dengan tentara Eropa di lingkungan militer kolonial.

Masyarakat Jawa yang melihat serdadu berkulit gelap namun mengenakan seragam resmi militer Belanda kemudian menjuluki mereka sebagai Londo Ireng.

Hak Istimewa dan Status Setara Eropa

Fakta menarik dari keberadaan para serdadu Afrika ini adalah status hukum mereka yang istimewa. Berbeda dengan prajurit pribumi (inlander), pemerintah kolonial memberikan status legal yang setara dengan tentara Eropa kepada para Zwarte Hollanders.

Fasilitas yang mereka terima meliputi gaji dan ransum yang setara dengan prajurit Eropa, serta penempatan di tangsi-tangsi khusus. Bahkan, anak-anak hasil pernikahan mereka dengan perempuan lokal berhak mendapatkan pendidikan sekolah Belanda dan kewarganegaraan Eropa. Beberapa tokoh seperti Jan Kooi, prajurit asal Elmina, bahkan memperoleh penghargaan Militaire Willems-Orde atas keberaniannya dalam Perang Aceh.

Pergeseran Makna Menjadi Metafora Politik

Seiring berakhirnya masa kontrak militer, banyak dari serdadu ini memilih menetap di Jawa, terutama di kawasan Purworejo dan Surakarta, membentuk komunitas Indo-Afrika. Namun, makna istilah ini mulai bergeser pada era pergerakan nasional hingga masa perang kemerdekaan (1945–1949).

Pada masa itu, Londo Ireng tidak lagi digunakan untuk merujuk pada identitas etnis Afrika, melainkan menjadi label bagi orang pribumi yang dianggap berpihak ke kepentingan kolonial, semacam “antek penjajah” atau “pengkhianat bangsa”. Hingga saat ini, istilah tersebut tetap membawa konotasi negatif tentang pengkhianatan terhadap bangsa sendiri demi kepentingan asing.

Tags: jurnalislondo irengpengamatPrabowo SubiantoPresiden Indonesia

Related Posts

komunitas pers mahasiswa dan AJI Yogyakarta gelar aksi di bunderan UGM kritik penyataan Presiden Prabowo, Minggu (26/7/2026).

AJI Yogyakarta Soroti Pernyataan “Londo Ireng”, Nilai Berpotensi Menggerus Kebebasan Pers

July 27, 2026
Pengacara Hotman Paris Hutapea klarifikasi dan meminta maaf kepada seluruh wartawan terkait pernyataannya.

Dikecam PWI hingga AJI, Hotman Paris Minta Maaf soal Ucapan ke Wartawan

July 20, 2026
Momen Andi Saputra kala diambil sumpah jabatan dan hakim Ad Hoc tindak pidana korupsi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 30 April 2025 lalu. Namanya belakangan jadi sorotan setelah menjadi satu-satunya yang menolak vonis untuk eks Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam kasus dugaan korupsi Chromebook

Rekam Jejak Hakim Andi Saputra: Eks Jurnalis yang Tolak Vonis Nadiem Makarim

July 3, 2026
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang.

Resmi Pimpin Badan Gizi Nasional, Ini Profil dan Rekam Jejak Nanik S. Deyang

June 4, 2026
Presiden Prabowo Subianto

Isu Iuran Rp17 Triliun untuk Board of Peace, Prabowo: Tidak Ada Komitmen Sama Sekali

March 24, 2026
Curhatan Prabowo Soal MBG, Ungkap Diejek Profesor

Prabowo Tegaskan MBG Jalan Terus di Tengah Krisis Global dan Efisiensi Anggaran

March 24, 2026
Next Post
Ilustrasi anak sekolah. [Pexels]

Soroti RUU Sisdiknas, Akademisi: Momentum Atur Ulang Visi Pendidikan Tanah Air

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.