SLEMAN, JANASVARA.COM-Sejumlah siswa dari beberapa sekolah di Kapanewon Sleman mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bahkan tenaga pendidik (tendik) juga ada yang keracunan.
Panewu Sleman Rohmiyanto mengatakan, peristiwa tersebut dialami penerima manfaat dari jenjang TK, SD hingga SMA. Gejala mulai dirasakan setelah mereka menyantap menu MBG yang dibagikan pada Senin (31/8/2026).
Rohmiyanto mengatakan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan makanan tersebut untuk sementara waktu tidak beroperasi, Hal itu dilakukan setelah muncul laporan adanya penerima manfaat yang mengalami gejala keracunan.
Informasi tersebut pertama kali diterima dari Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) di Kapanewon Sleman. “Sebenarnya penerima manfaat ada banyak, tapi yang laporan itu SD Nyaen 2, kalau rawat jalan,” ujar Rohmiyanto saat dihubungi wartawan, Rabu (3/9/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan pendataan melalui Google Form, sebagian penerima manfaat hanya mengalami gejala ringan dan tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar. “Kalau yang lain tracking Google Form memang bergejala ringan tapi tetap sekolah. Kemudian yang satu TK Keluarga masih di wilayah sekitar situ juga, cuma dua siswa. Itu ringan dan tetap bersekolah,” katanya.
Khusus di SD Nyaen, pemerintah kapanewon melakukan pendataan melalui formulir daring. Dari data sementara, terdapat 27 siswa yang mengalami gejala ringan serta satu orang tendik. Selain itu, laporan serupa juga ditemukan pada sejumlah siswa di SMAN 2 Sleman dan SMK YPKK. Namun, kondisi mereka disebut masih tergolong ringan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman telah mengambil dan memeriksa sampel makanan yang dikonsumsi para penerima manfaat.
Di wilayah Kapanewon Sleman sendiri terdapat sekitar 10 SPPG yang beroperasi. Seluruhnya dikoordinasikan melalui Korwil BGN setempat.
Terkait biaya pengobatan bagi siswa maupun tendik yang menjalani rawat jalan atau rawat inap, Rohmiyanto mengatakan pembiayaan tersebut akan ditanggung oleh BGN. “Kalau pembiayaan dicover, karena itu dilaporkan secara berjenjang dari BGN. Informasi dari satgas seperti itu,” katanya.
Ia membandingkan penanganan kasus tersebut dengan kejadian sebelumnya di Kapanewon Mlati. Jika kasus di Mlati ditanggung oleh pemerintah kabupaten, untuk kasus kali ini pembiayaan akan ditangani BGN melalui mekanisme pelaporan berjenjang. (Hadid Pangestu)







![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



