• Tentang Kami
Sunday, April 12, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Mengenang Gempa Dahsyat di Yogyakarta 19 Tahun Silam: Luka Lama yang Tak Terlupa

Gempa berkekuatan 5,9 magnitudo yang terjadi pada pukul 05.53 WIB di pagi buta itu, masih membekas dalam ingatan masyarakat.

Rahadian BagusbyRahadian Bagus
May 27, 2025
in headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mengenang Gempa Dahsyat di Yogyakarta 19 Tahun Silam: Luka Lama yang Tak Terlupa
0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

 

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Hari ini, 27 Mei 2025, genap 19 tahun peristiwa gempa dahsyat yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya.

BERITA MENARIK LAINNYA

Tiga Pemuda Terluka Akibat Dugaan Kejahatan Jalanan di Banguntapan Bantul

Dubes Inggris Kunjungi Yogyakarta, GKR Mangkubumi: Bahas Penataan Transportasi

Gempa berkekuatan 5,9 magnitudo yang terjadi pada pukul 05.53 WIB di pagi buta itu, masih membekas dalam ingatan masyarakat, terutama warga Kabupaten Bantul yang menjadi wilayah paling terdampak.

Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini merupakan salah satu yang menimbulkan kerusakan paling masif dalam sejarah Indonesia.

Guncangannya terasa kuat dan berlangsung selama hampir satu menit, cukup untuk meruntuhkan ratusan ribu bangunan serta merenggut ribuan nyawa.

Ribuan Nyawa Melayang dan Rumah Rata dengan Tanah

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mencatat, sedikitnya 4.143 orang meninggal dunia di wilayah Bantul saja.

Di seluruh wilayah terdampak seperti Sleman, Kulon Progo, Gunungkidul, hingga Klaten di Jawa Tengah bagian selatan, korban jiwa tercatat mencapai lebih dari 5.782 orang.

Puluhan ribu lainnya mengalami luka-luka, dan sekitar 390 ribu unit rumah hancur—baik rusak berat, sedang, maupun ringan.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul saat itu, Dwi Daryanto, menegaskan bahwa yang menjadi penyebab utama jatuhnya korban bukanlah gempa semata, melainkan bangunan yang tidak tahan guncangan.

“Gempa tidak membunuh, tetapi bangunan yang menyebabkan korban luka dan meninggal dunia,” ungkapnya.

Kepanikan Massal dan Isu Tsunami

Tak hanya kerusakan fisik, bencana ini juga memicu kepanikan luar biasa.

Isu akan datangnya tsunami menyebar cepat, membuat ribuan warga berlarian menyelamatkan diri.

Lalu lintas lumpuh, kecelakaan meningkat, dan banyak yang terluka karena berdesak-desakan menyelamatkan diri.

Namun, BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak memicu gelombang tsunami.

Episentrum gempa berada di daratan, tepatnya di titik 8,26 LS dan 110,33 BT, sekitar 38 km selatan Yogyakarta dengan kedalaman 33 km.

Gempa dipicu oleh aktivitas tumbukan antara Lempeng Indo-Australia dan Eurasia di selatan Pulau Jawa.

Yogyakarta Porak-Poranda

Berbagai bangunan di pusat kota Yogyakarta turut mengalami kerusakan berat. Toko buku Gramedia di Jalan Jenderal Sudirman roboh.

Kawasan Mangkubumi hingga Malioboro juga tak luput dari dampaknya. Warung makan, pertokoan, hingga minimarket menutup operasi.

Di sektor ekonomi, situasi nyaris lumpuh total. Listrik padam, jaringan telekomunikasi terganggu, Bandara Adisutjipto ditutup sementara, dan sejumlah pasar rakyat runtuh.

Pasar Piyungan rata dengan tanah, sementara bangunan Pasar Bantul ambruk sebagian. Sekitar 40 base transceiver station (BTS) Telkomsel tidak berfungsi, menambah kesulitan komunikasi saat itu.

Monumen Pengingat Duka

Sepuluh tahun setelah bencana, sebuah monumen didirikan sebagai pengingat tragedi ini.

Letaknya sekitar 400 meter dari pertemuan Sungai Opak dan Oya, yang diyakini sebagai pusat gempa.

Monumen tersebut kini menjadi tempat perenungan dan penghormatan terhadap para korban dan kekuatan masyarakat yang berhasil bangkit dari keterpurukan.

Pelajaran dari Tragedi

Hingga kini, peristiwa 27 Mei 2006 tetap menjadi pelajaran penting dalam mitigasi bencana.

Masyarakat dan pemerintah terus berupaya membangun kesadaran akan pentingnya bangunan tahan gempa dan sistem peringatan dini.

Yogyakarta mungkin telah pulih secara fisik, tetapi kenangan akan pagi yang mencekam itu akan terus hidup dalam ingatan kolektif warganya, sebagai pengingat akan rapuhnya kehidupan dan pentingnya kesiapsiagaan.

Tags: bantulBPBD BantulgempaGempa YogyakartaYogyakarta

Related Posts

Lokasi terhadinya tiga orang terluka usai menjadi korban kekerasan jalanan di Potorono, Banguntapan, Bantul, DIY, Rabu (8/4/2026).

Tiga Pemuda Terluka Akibat Dugaan Kejahatan Jalanan di Banguntapan Bantul

April 10, 2026
Dubes Inggris Kunjungi Yogyakarta, GKR Mangkubumi: Bahas Penataan Transportasi

Dubes Inggris Kunjungi Yogyakarta, GKR Mangkubumi: Bahas Penataan Transportasi

April 8, 2026
Dubes Inggris Berkunjung ke Stasiun Yogyakarta, Pererat Hubungan Inggris dan Yogyakarta

Dubes Inggris Berkunjung ke Stasiun Yogyakarta, Pererat Hubungan Inggris dan Yogyakarta

April 8, 2026
Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, Bantul saat beberapa waktu lalu ditinjau sejumlah anggota DPRD DIY

Pasca Libur Lebaran 2026, WALHI Nilai Pengelolaan Sampah Yogyakarta Belum Optimal

April 8, 2026
Suasana toko plastik di belakang Pasar Kranggan, Kota Yogyakarta, Selasa (7/4/2026). Sejumlah penjual mengeluhkan naiknya harga plastik hingga memengaruhi penjualan

Harga Plastik di Yogyakarta Melonjak 100 Persen, Pedagang: Penjualan Menurun

April 7, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Wali Kota Yogyakarta Reformasi Sektor Pendidikan, Targetkan PPDB SD Tampung 3.700 Siswa Baru

April 7, 2026
Next Post
Peluncuran buku the Silent of Organization karya Wildan Wongso di Sleman City Hall, Senin (26/5/2025)petang.

Luncurkan Buku The Silent Killer of Organizations, Wildan Sanjoyo: Risiko Bukan Dihindari Tapi Dikelola

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.