• Tentang Kami
Sunday, January 11, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Serikat Buruh Minta Penetapan UMK Yogyakarta 2026 Berbasis KHL, Pemkot Masih Kaji

Menurut Dinta, UMK 2025 sudah tidak mampu mengimbangi kenaikan harga bahan pokok dan biaya hidup lainnya. Dampaknya, banyak pekerja yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
November 21, 2025
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ilustrasi uang

Ilustrasi uang. [pexels/Ahsanjaya]

0
SHARES
22
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kota Yogyakarta menegaskan hasil survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) harus menjadi rujukan dalam penetapan Upah Minimum Kota (UMK) 2026. Berdasarkan perhitungan mereka, kebutuhan hidup layak pekerja pada tahun 2026 diperkirakan mencapai Rp 4,4 juta per bulan, jauh melampaui UMK 2025 yang masih berada pada angka Rp 2,6 juta.

BERITA MENARIK LAINNYA

Satu Warga Kota Yogyakarta Positif Super Flu Pada September 2025, Dinkes Pastikan Sudah Sembuh

Pasar Kranggan Mendesak Dilakukan Revitalisasi

Sekretaris KSPSI Kota Yogyakarta, Dinta Yuliant Sukma, menjelaskan survei KHL telah dilakukan sejak Oktober 2025 dengan menyasar berbagai komponen pengeluaran utama para pekerja. Dari pemetaan tersebut, muncul temuan bahwa kebutuhan hidup layak di Kota Yogyakarta mengalami kenaikan dan nilainya berada lebih dari 50 persen di atas UMK yang saat ini berlaku.

“Nilai KHL Kota Jogja mencapai Rp 4,4 juta per bulan. Ini menunjukkan UMK yang sekarang masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar pekerja,” katanya, Jumat (21/11/2025).

Menurut Dinta, UMK 2025 sudah tidak mampu mengimbangi kenaikan harga bahan pokok dan biaya hidup lainnya. Dampaknya, banyak pekerja yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari meski bekerja penuh waktu.

Hingga kini, pembahasan UMK 2026 di tingkat Kota Yogyakarta belum dilakukan. Salah satu alasannya adalah belum turunnya petunjuk teknis (juknis) perhitungan UMK dari Kementerian Ketenagakerjaan pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait regulasi ketenagakerjaan.

“Pusat sendiri belum mengeluarkan aturan resminya. Setelah putusan MK Agustus lalu, seharusnya ada penyesuaian perhitungan upah berbasis KHL, tetapi hingga sekarang belum ada tindak lanjut,” ujar Dinta.

Ia menyebut beberapa daerah seperti Sleman sudah melakukan survei KHL, sehingga KSPSI berharap data tersebut bisa dibandingkan dan dipertimbangkan bersama dalam proses pembahasan UMK nanti.

Terkait kemungkinan pemerintah tidak mengakomodasi hasil KHL seperti tahun sebelumnya, Dinta menilai perlu ada mekanisme untuk mengatasi defisit antara UMK dengan kebutuhan riil pekerja.

Ia mencontohkan, jika KHL mencapai Rp 4,4 juta sementara UMK diputuskan hanya sekitar Rp 2 juta hingga Rp 2,6 juta, maka terdapat selisih sekitar Rp 2 juta yang harus ditanggung pekerja tanpa adanya dukungan lain.

“Pekerja itu tidak masuk skema bantuan seperti PKH atau keluarga miskin. Jadi ketika upah dipatok di bawah kebutuhan hidup, beban defisit ekonominya ditanggungkan sendiri,” ucapnya.

KSPSI Kota Yogyakarta mendorong pemerintah daerah menyiapkan skema jangka panjang. Mulai dari pengawasan upah hingga memastikan aturan ketenagakerjaan ditegakkan dengan benar.

Dinta memastikan dalam pembahasan UMK mendatang, KSPSI akan tetap membawa hasil survei KHL sebagai dasar tuntutan. Meskipun regulasi turunan dari putusan MK belum rampung.

“Kami tetap menjadikan KHL sebagai acuan penetapan UMK 2026. Data surveinya sudah kami siapkan dan akan kami sampaikan dalam pembahasan nanti,” katanya.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyampaikan pemerintah masih perlu melakukan kajian sebelum menetapkan kebijakan terkait upah. Menurutnya, pada Desember hingga Januari mendatang, pihaknya akan melakukan survei untuk melihat bagaimana kondisi kebutuhan pokok harian masyarakat.

“Kami akan survei bagaimana kebutuhan pokok harian itu seperti apa,” ujarnya.

Ia menjelaskan besaran UMK akan ikut meningkat apabila pola konsumsi masyarakat juga naik karena hal itu mempengaruhi perhitungan indeks. Selain itu, ia menambahkan kontribusi tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi juga menjadi salah satu parameter penting dalam penetapan upah.

“UMR itu akan naik kalau selera orang itu naik. Kalau dia konsumsinya naik, baik yang pangan dan non pangan naik, maka UMR-nya akan naik, dan ada indeksnya. Ada indeks bagaimana kontribusi tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi. Saya akan menghitung itu,” ucap Hasto.

Tags: Dinta Yuliant Sukmakeluarga miskinKHLKonfederasi Serikat Pekerja Seluruh IndonesiaUMKYogyakarta

Related Posts

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Yogyakarta, Lana Unwanah memberikan keterangan terkait kasus super flu di Kota Yogyakarta, Jumat (9/1/2026)

Satu Warga Kota Yogyakarta Positif Super Flu Pada September 2025, Dinkes Pastikan Sudah Sembuh

January 9, 2026
Pasar Kranggan. [populi.id/Gregorius Bramantyo]

Pasar Kranggan Mendesak Dilakukan Revitalisasi

January 6, 2026
Ilustrasi sakit super flu

Muncul Satu Kasus Super Flu, Dinkes DIY Minta Warga Tak Panik

January 6, 2026
Ilustrasi keuangan negara

Perputaran Uang Selama Nataru di DIY Turun, BI Ungkap Biangnya

January 6, 2026
kawasan Malioboro dikunjungi 1 juta wisatawan saat libur Nataru 2025

Dikunjungi 1 Juta Wisatawan, Dispar Sebut Pondasi Wisata Yogyakarta Masih Kuat

January 6, 2026
Ilustrasi lanskape DIY

Jalan Tol Dongkrak Arus Wisatawan Nataru ke DIY, Dispar Catat 1,03 Juta Kunjungan

January 5, 2026
Next Post
Tim SAR lakukan evakuasi korban tertimpa pohon di Ringroad Utara, Sleman, DIY, Jumat (21/11/2025).

2 Orang Tewas Usai Tertimpa Pohon di Kawasan Ringroad Utara

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.