• Tentang Kami
Monday, May 25, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

Hasto mengakui Yogyakarta kerap dikritik karena memiliki UMK yang tergolong rendah. Karena itu, ia berharap tahun depan ada kenaikan.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
December 12, 2025
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. [populi.id/Gregorius Bramantyo]

0
SHARES
900
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Penetapan Upah Minimum Kota (UMK) Yogyakarta dan Upah Minimum Provinsi (UMP) DIY 2026 berpotensi mundur dari jadwal. Hal ini dipengaruhi keterlambatan pedoman resmi dari pemerintah pusat yang menjadi dasar perhitungan upah minimum.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan penentuan UMK selalu diawali survei kebutuhan hidup harian oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Survei tersebut nantinya menjadi dasar pembahasan bersama Gubernur DIY serta para bupati dan wali kota se-DIY.

BERITA MENARIK LAINNYA

Unik! Penjual Hewan Kurban Dadakan di Yogyakarta, Buka Lapak di Kompleks Makam

Harga Kedelai Melonjak Imbas Nilai Tukar Rupiah Lemah, Perajin Tahu di Yogyakarta Lakukan Strategi Ini

“Survei kebutuhan harian itu masih dipersiapkan. Hasil surveinya diekspos Januari, lalu kami rapat bersama Pak Gubernur. Semua bupati, wali kota duduk bersama membicarakan standar hidup masyarakat,” ujar Hasto, Jumat (12/12/2025).

Hasto mengakui Yogyakarta kerap dikritik karena memiliki UMK yang tergolong rendah. Karena itu, ia berharap tahun depan ada kenaikan.

“Jogja selalu dikritik UMK-nya paling rendah misalnya, itu di DIY itu. Harapan saya memang ada kenaikan, itu harapan saya,”

Menurutnya, berbagai harga kebutuhan, terutama emas, saat ini meningkat signifikan dan seharusnya ikut mempengaruhi penyesuaian standar upah. Namun meski begitu, Hasto belum bisa memberi gambaran besaran kenaikan UMK.

“Belum bisa bilang. Survei ini masih diproyeksikan lagi, angkanya tidak bisa dikira-kira,” ucapnya.

Terkait waktu pengesahan, ia menyebut biasanya UMK ditetapkan pada Desember. Kemudian mulai diterapkan pada Januari. Namun pengesahan tetap menunggu selesainya survei BPS.

“Biasanya Januari sudah ditetapkan. Survei mungkin selesai Desember, tapi saya belum tahu pasti,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY, Aryanto Wibowo, menyampaikan penetapan UMP DIY 2026 juga dipastikan molor. Penyebabnya, hingga kini lantaran daerah belum menerima pedoman resmi dari pemerintah pusat sebagai acuan perhitungan.

“Kami masih menunggu. Kemarin saya ketemu Pak Menteri (Ketenagakerjaan), tapi belum ada kepastian kapan peraturannya mau dikeluarkan,” kata Aryanto.

Pedoman tersebut dibutuhkan agar DIY dapat menggelar rapat dengan dewan pengupahan, serikat buruh, dan asosiasi pengusaha. Keterlambatan regulasi dikhawatirkan berdampak pada perusahaan yang memerlukan waktu untuk menyesuaikan struktur upah mulai Januari 2026. Pemda DIY juga membutuhkan UMP sebagai dasar penyusunan belanja pegawai tahun anggaran 2026.

Tahun lalu, UMP DIY diumumkan pada 11 Desember 2025. Aryanto khawatir jika pedoman terlalu lama diterbitkan, pengumuman akan berdekatan dengan awal 2026 sehingga perusahaan akan kesulitan menyesuaikan upah.

Belum adanya pedoman membuat daerah tidak dapat mengambil langkah apapun, termasuk berkoordinasi resmi dengan dewan pengupahan dan organisasi pekerja maupun pengusaha.

“Belum ada pedomannya, jadi kami belum bisa bergerak lebih jauh,” ujar Aryanto.

Ia juga mengaku tidak mengetahui penyebab keterlambatan pedoman tersebut, meski proses di Kementerian Ketenagakerjaan disebut sudah selesai dan kini menunggu tahap berikutnya di Sekretariat Negara.

Meski demikian, Aryanto tetap meyakini UMP DIY 2026 akan diumumkan pada Desember, sebelum masuk tahun baru.

“Kalau sampai Januari rasanya enggak, karena UMP itu kan harus mulai berlaku Januari,” tuturnya.

Tags: Aryanto Wibowohasto wardoyokebutuhan hidup hariankenaikanKota YogyakartaUMKupah

Related Posts

Unik! Penjual Hewan Kurban Dadakan di Yogyakarta, Buka Lapak di Kompleks Makam

Unik! Penjual Hewan Kurban Dadakan di Yogyakarta, Buka Lapak di Kompleks Makam

May 17, 2026
Aktivitas perajin tahu di tempat produksi tahu Bu Sum, Kelurahan Gedongkiwo, Kemantren Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Rabu (13/5/2026).

Harga Kedelai Melonjak Imbas Nilai Tukar Rupiah Lemah, Perajin Tahu di Yogyakarta Lakukan Strategi Ini

May 13, 2026
Suasana gelaran Psikoedukasi yang digelar Pemkot Yogyakarta untuk para orang tua korban daycare Little Aresha di Ruang Bima Balai Kota Yogyakarta, Minggu (10/5/2026).

Kuatkan Mental Orang Tua Korban Daycare Little Aresha, Pemkot Yogyakarta Beri Psikoedukasi

May 10, 2026
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Waean Harmawan, dan jajarannya saat memantau stok hewan kurban di UD Seger Farm Pakuncen, Kota Yogyakarta, Jumat (8/5/2026).

Pemkot Yogyakarta Pastikan Ketersediaan Hewan Kurban Aman Meski Bergantung Pasokan dari Luar Daerah

May 10, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wadoyo saat rumah warga Purwonikanti, Pakualaman Yogyakarta, Minggu (10/5/2026).

40 Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Koniadi Dapat Bantuan Bedah Rumah dari Pemkot Yogyakarta

May 10, 2026
hewan pengerat tikus menjadi satu di antara yang menyebabkan penyebaran penyakit hantavirus. Saat ini penyakit tersebut telah memasuki wilayah Kota Yogyakarta

Kasus Hantavirus Pernah Muncul di Kota Yogyakarta, Dinkes Imbau Masyarakat Jangan Panik dan Jaga PHBS

May 10, 2026
Next Post
Area Malioboro dilakukan uji coba sebagai kawasan pedestrian

Pakar Kebijakan Pariwisata Sebut Upaya Uji Coba Pedestrian di Malioboro Urung Komprehensif

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.