• Tentang Kami
Sunday, August 31, 2025
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • HOME
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • HOME
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Pakar UGM : Revisi UU TNI Mendegradasi Prinsip Meritokrasi di Lembaga Publik

Revisi UU TNI semestinya dilakukan dengan seksama dan hati-hati. Selain itu juga dilakukan dengan terbuka dengan partisipasi dan deliberasi publik yang luas

byGalih Priatmojo
March 21, 2025
in Cendekia, headline
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Sebuah poster kritik agar TNI kembali ke barak sebagai respon atas revisi UU TNI yang berpotensi melemahkan demokrasi dan prinsip meritokrasi

Sebuah poster kritik di aksi Jogja Memanggil agar TNI kembali ke barak yang merupakan respon atas revisi UU TNI yang berpotensi melemahkan demokrasi dan prinsip meritokrasi. [Dok. FIrda Ainun]

0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Revisi Undang-Undang (RUU) Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengenai eksistensi militer di sipil mendapat sorotan besar dari publik sejak ramainya pembahasan mengenai RUU ini yang dilakukan secara tertutup.

Kekhawatiran publik terhadap bayang-bayang dwifungsi ABRI yang bisa saja terulang kembali. Tak hanya itu, pembahasan RUU ini juga terkesan sangat tergesa-gesa.  Padahal, idealnya proses penyusunan atau revisi undang-undang seharusnya terbuka untuk publik.

BERITA MENARIK LAINNYA

Wadah MBG Diduga Mengandung Minyak Babi, Pakar UGM Beber Cara Mendeteksinya

Pakar Gizi UGM Ingatkan Program MBG Butuh Pengawasan Ketat, Bukan Sekadar Mengejar Proyek

Revisi UU TNI terkini sudah disahkan oleh DPR RI pada Kamis (20/3/2025) lewat rapat paripurna. Terdapat perubahan pada beberapa pasal seperti pada pasal yang menyebut prajurit TNI hanya dapat menduduki jabatan sipil setelah mengundurkan diri atau pensiun dari dinas aktif keprajuritan.

Di UU TNI yang baru, TNI aktif dapat menjabat di 14 kementerian atau lembaga. Lalu ada perubahan pada batas usia pensiun bintara dan tamtama paling tinggi 55 tahun; perwira sampai dengan pangkat kolonel adalah 58 tahun.

Kemudian, perwira tinggi bintang 1 adalah 60 tahun; perwira tinggi bintang 2 paling tinggi 61 tahun; dan perwira tinggi bintang 3 adalah 62 tahun. Selanjutnya, terdapat perubahan tugas pokok TNI membantu menanggulangi ancaman siber.

Kepala Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) UGM, Muhammad Najib Azca berpendapat bahwa proses revisi undang-undang seharusnya dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

“Perlu dilakukan dengan terbuka, dengan partisipasi dan deliberasi publik yang luas,” kata Najib Azca di Kampus UGM seperti dilansir dari laman UGM, Jumat (21/3/2025).

Menurutnya pembahasan sebuah RUU diperlukan semacam timeline, tambahnya, penjadwalan terbuka termasuk mengundang pihak-pihak untuk menyampaikan aspirasinya.

Keterlibatan dalam diskursus dan partisipasi publik diharapkan mampu menjaga prinsip demokratis sehingga mampu menimbulkan kepercayaan yang lebih besar kepada pemerintah maupun parlemen sebagai pembuat kebijakan.

“Jadi kan biar menjadi public discussion atau public deliberation”, katanya.

Najib mengakui indikasi kembalinya praktek dwifungsi ABRI seperti yang terjadi pada masa Orde Baru melalui revisi UU TNI masih jauh. Sebab, pada masa Orde Baru, militer bisa menduduki semua posisi sipil tanpa pengecualian, baik di legislatif melalui Fraksi ABRI maupun di eksekutif.

Namun begitu, ia menegaskan masih ada sejumlah agenda reformasi militer yang hingga belum dijalankan, misalnya mengenai struktur komando teritorial yang masih bertahan dan bahkan tampaknya akan dimekarkan padahal tidak compatible dengan sistem demokrasi.

Selain itu, belum adanya peradilan sipil untuk militer yang melakukan pelanggaran-pelanggaran sipil juga merupakan agenda yang perlu diwujudkan. “Nah, saat ini trendnya justru berkebalikan dengan semangat reformasi sektor keamanan”, tuturnya.

Sebagai negara yang  menjalankan supremasi sipil dalam arti kepala pemerintahan merupakan otoritas sipil yang dipilih secara demokratis, kata Najib, masyarakat sipil perlu terus mengawal agar praktiknya betul-betul sejalan dengan prinsip dan mekanisme demokratis.

Namun yang dikhawatirkan para aktivis masyarakat sipil adalah semakin banyaknya personil militer mengisi jabatan sipil justru mengurangi profesionalisme militer.

“Jadi yang dicemaskan dengan penambahan porsi militer untuk berperan di jabatan sipil ini adalah berkurangnya profesionalisme militer serta merosotnya prinsip meritokrasi di lembaga publik,” tandasnya.

Najib Azca mengajak peran masyarakat sipil dan media untuk terus mengawal kebijakan pasca disahkannya UU TNI. Masyarakat sipil perlu konsisten membangun kecakapan dan kepakarakan dalam isu-isu spesifik, termasuk di bidang pertahanan dan keamanan.

Sehingga masyarakat sipil mampu melakukan pengkajian secara mendalam, mendetail, dan menyampaikan suara-suara kritis. Begitu pula media berkewajiban untuk mewartakan dan mengabarkan kepada publik mengenai diskusi kritis ini.

“Saya kira proses yang terjadi sekarang ini harus terus dikritisi oleh publik, oleh civil society”, tukasnya.

Tags: meritokrasimiliterMuhammad Najib Azcaprofesionalismerevisi UU TNIUGM

Related Posts

Pakar UGM Sebut Program MBG Bagus, Asal Jangan Jadi Bancakan Korupsi

Wadah MBG Diduga Mengandung Minyak Babi, Pakar UGM Beber Cara Mendeteksinya

August 28, 2025
Sejumlah siswa SMP di Sleman yang diduga keracunan usai mengonsumsi MBG tengah dilarikan ke puskesmas terdekat, Rabu (13/8/2025)

Pakar Gizi UGM Ingatkan Program MBG Butuh Pengawasan Ketat, Bukan Sekadar Mengejar Proyek

August 28, 2025
UGM satu diantara perguruan tinggi di Jogja. [Dok Indi Wijayanti]

UGM Nonaktifkan Status Mahasiswa DH yang Jadi Otak Penculikan dan Pembunuhan Kepala Cabang Bank BRI

August 27, 2025
ilustrasi gedung DPR/MPR RI di Senayan, Jakarta. [vecteezy/Syahrir Maulana]

Penghasilan Anggota DPR Naik, Pengamat Politik UGM: Sangat Tidak Empatik

August 26, 2025
Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr. Sardjito, Banu Hermawan. (populi.id/Gregorius Bramantyo)

Dokter Residen Sardjito Jadi Korban Kekerasan Keluarga Pasien, RS Tempuh Jalur Mediasi

August 25, 2025
Ilustrasi musik

Pakar Hukum UGM Sebut Royalti Lagu Adalah Hak Ekonomi Penciptanya

August 23, 2025
Next Post
Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryanto. [Dok. populi.id]

Deddy Sebut Kebijakan Efisiensi Anggaran Jadi Pukulan Berat Bagi Industri Perhotelan di DIY

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI asyik berjoget usai sidang tahunan MPR RI (tangkapan layer : YT/TVParlemen)

Joget di Atas Luka Rakyat, Tarian di Tengah Kubangan Derita Bangsa

August 18, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Para ojol dari berbagai aplikasi menggelar aksi di kawasan Titik Nol Kilometer bertajuk Kebangkitan Transportasi Online, Selasa (20/5/2025).

Aksi Ojol Turun ke Jalan Direspons, Sekda DIY Sambut Aspirasi Soal Regulasi dan Kesejahteraan

May 21, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.