• Tentang Kami
Wednesday, June 10, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

6 Fakta Terkini Terkait Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Kabupaten Sleman

Sejauh ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman telah melakukan pemeriksaan terhadap 365 saksi terkait dugaan kasus korupsi dana hibah pariwisata di Kabupaten Sleman

byGalih Priatmojo
July 29, 2025
in headline, Sleman
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi korupsi

ilustrasi korupsi. [pixabay/ leo2014]

0
SHARES
73
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Penanganan kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata Kabupaten Sleman masih terus bergulir.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman Bambang Yunianto mengungkapkan jajarannya masih melakukan penyidikan mendalam terkait kasus tersebut.

BERITA MENARIK LAINNYA

ICW Sebut Korupsi Program MBG Sistemik: Dari Konflik Kepentingan hingga Bagi-Bagi Proyek Politik

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

Bambang menyebut fokus jajarannya saat ini adalah menggali alat bukti yang kuat sebagai dasar guna menetapkan tersangka.

“Jadi saat ini konsentrasi kami adalah untuk memperkuat bukti terlebih dulu sebelum menetapkan terkait tersangka dalam kasus itu,” terangnya.

Berikut sejumlah fakta terkini terkait perkembangan kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata Kabupaten Sleman:

1. Asal Muasal Dana Hibah Pariwisata

Dana hibah pariwisata diketahui bersumber dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) lewat Tahun Anggaran (TA) 2020 yang disalurkan kepada Kabupaten Sleman.

Dana tersebut dikucurkan sebagai upaya penyelamatan terhadap pelaku wisata yang terdampak wabah Covid-19.

Hibah yang diterima Kabupaten Sleman mencapai Rp49,7 miliar dari total pagu anggaran sebesar Rp68,5 miliar yang disalurkan dalam dua tahap.

Alokasinya yakni Rp17,1 miliar yang disalurkan bagi 244 kelompok desa wisata dan objek wisata.

Kemudian senilai Rp27,5 miliar guna 92 hotel dan 45 restoran. Lalu senilai Rp177,9 juta bagi program CHSE, pengawasan protokol kesehatan hingga revitalisasi sarana kebersihan.

Selanjutnya Rp921,3 juta guna biaya operasional serta review oleh Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP).

2. Penyelidikan Dimulai 2023

Belakangan, Kejari Sleman mendapati adanya penyimpangan dari dana hibah senilai Rp68 miliar itu.

Pada Februari 2023, Kejari Sleman pun mulai melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan kasus korupsi atas dana hibah pariwisata tersebut.

Status kemudian ditingkatkan menjadi penyidikan pada April 2023.

Setelah melakukan koordinasi dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) DIY, dugaan kerugian negara atas penyimpangan tersebut mencapai Rp10 miliar.

3. Mantan Bupati hingga Anggota Dewan Dipanggil

Sejak ditingkatkan menjadi penyidikan, Kejari Sleman telah melakukan pemeriksaan terhadap 365 saksi.

Dari jumlah tersebut di antara yang diperiksa yakni mantan Bupati Sleman Sri Purnomo.

Disamping itu anggota DPRD Sleman yang juga merupakan putra Sri Purnomo yakni Raudi Akmal juga turut diperiksa.

Belakangan, Bupati Sleman terpilih untuk periode 2025-2030 Harda Kiswaya juga turut dimintai keterangan. Ia diperiksa kapasitasnya sebagai Sekda Sleman saat itu.

4. April 2025 Dijanjikan Ada Tersangka

Waktu berlalu, proses penyidikan terkait dugaan kasus korupsi dana hibah pariwisata Kabupaten Sleman urung menunjukkan progres berarti.

Sejumlah elemen masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Peduli Indonesia (ARPI) pun sempat menggelar audiensi guna meminta tindaklanjut kepada Kejari Sleman terkait perkembangan kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata tersebut.

Pihak Kejati Sleman yang diwakili Kasi Pidsus Indra Aprio Handry mengungkapkan bahwa penanganan kasus tersebut sudah mengerucut kepada nama tersangka.

Mereka menjanjikan April 2025 sudah ada penetapan tersangka.

Namun hingga menjelang berakhirnya bulan Juli 2025, urung ada penetapan nama tersangka yang dimaksud.

5. Saksi Dipanggil Ulang

Terkini, dikabarkan Kejari Sleman bakal memanggil kembali saksi-saksi yang sudah pernah dimintai keterangan.

Kepala Kejari Sleman Bambang Yunianto menyebut pemanggilan ulang itu sebagai upaya untuk memperkuat bukti guna menetapkan tersangka.

“Kami butuh alat bukti yang kuat guna menetapkan tersangka dan pasti kami akan membuktikan juga di pengadilan. Oleh karenanya kami butuh pendalaman yang menyeluruh,” terangnya.

Bambang menekankan bahwa jajarannya bekerja secara objektif dan profesional dalam menangani kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata tersebut.

6. Sita Dokumen hingga Handphone

Lebih jauh Bambang menyebut sebagai upaya penyidikan mendalam, jajarannya telah melakukan penyitaan terhadap sejumlah dokumen hingga handphone terkait kasus yang tengah ditangani.

“Yang jelas kami sudah menyita handphone hingga sejumlah dokumen yang diduga terkait dengan kasus itu,” ungkapnya.

Meski begitu, ia tak merinci dokumen apa serta handphone milik siapa yang disita.

 

 

 

 

Tags: Bupati Slemandana hibah pariwisatafaktaKejari SlemanKorupsiSlemanSri Purnomotersangka

Related Posts

Kantor Badan Gizi Nasional (BGN).

ICW Sebut Korupsi Program MBG Sistemik: Dari Konflik Kepentingan hingga Bagi-Bagi Proyek Politik

June 6, 2026
YOGYAKARTA, POPULI.ID - Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjadi sorotan dalam agenda pertemuan Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, pada Kamis (4/6/2026). Kasus tersebut disinggung langsung di hadapan para pemimpin daerah sebagai pengingat keras dalam menyusun kebijakan publik. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, usai kegiatan. Dia mengungkapkan, dalam agenda silahturahmi Forkopimda se-Jawa Bali itu diisi dengan beberapa paparan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah menteri. Seperti diketahui, pertemuan itu dihadiri sejumlah menteri dan gubernur di wilayah Jawa dan Bali. Antara lain Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) Amalia Adininggar Widyasanti. Dalam kegiatan itu tampak hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sedangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Pramono Anung, serta Gubernur Banten Andra Soni tidak terlihat menghadiri kegiatan itu. "Pada dasarnya memotivasi kami semua para kepala daerah. Secara umum, yang saya tangkap adalah kami dibayar oleh rakyat, jadi jangan sekali-kali sakiti hati rakyat," ungkapnya. Selain membahas isu-isu strategis seperti penanganan hoaks, penguatan kepemimpinan daerah (pimda), dan pencegahan konflik melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Forum tersebut juga secara khusus menyoroti gaya hidup flexing atau pamer aparat negara dan akuntabilitas kebijakan. Kasus penangkapan Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung, atas kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG juga dijadikan contoh nyata agar para kepala daerah lebih mawas diri. Poin penekanan yang diberikan terkait pentingnya menjaga benteng pertahanan, baik secara personal maupun sistemik. "Salah satu yang disinggung seperti itu (soal kasus MBG). Jadi maksudnya bahwa jaga-jaga diri baik secara sistem, jangan sampai kami salah membuat kebijakan. Karena ada beberapa kebijakan yang kami tidak bermaksud tapi kebijakannya salah, bisa memperkaya pihak lain. Apalagi kalau ada mensrea (niat jahat)," jelasnya. Dia menyebut menjadi kepala daerah itu bukan hal yang mudah. Karena seluruh kepala daerah diharapkan dapat bekerja lebih all-out dan selektif dalam merancang program kerja demi memastikan setiap anggaran negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kalau kami bikin program, sebenarnya itu bermanfaat atau tidak. Walaupun suratnya lengkap, barangnya ada, tapi kalau ternyata sudah diadakan tapi tidak berguna untuk masyarakat, nanti malah menjadi salah satu tindakan koruptif," katanya. "Memang tidaj ada korupsi secara langsung tapi koruptif. Untuk apa kami belanja sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh masyarakat, begitu kurang lebih," tandasnya.

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

June 5, 2026
Mutfiana, pemilik rumah yang terbakar misterius di Padukuhan Kasuran, Margomukyo, Seyegan, Sleman, DIY saat diwawancarai, Kamis (4/6/2026).

Gegara Kebakaran Misterius, Pemilik Rumah di Seyegan Hanya Tidur Tiga Jam Sehari

June 5, 2026
Dosen Departemen Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Sarju Winardi saat menyampaikan paparanya terkait kebakaran misterius di sebuah rumah di Padukuhan Kasuran, Margomulyo, Seyegan, Sleman, Kamis (4/6/2026).

Tim UGM Duga Kebakaran Misterius di Seyegan Dipicu Gas dari Limbah Organik

June 5, 2026
Pemkab Sleman Dorong Pemerataan Pembangunan Kalurahan Berbasis Potensi Lokal

Pemkab Sleman Dorong Pemerataan Pembangunan Kalurahan Berbasis Potensi Lokal

June 5, 2026
Kondisi rumah di Padukuhan Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Seyegan, Sleman, Selasa (2/6/2026).

79 Kali Kebakaran Misterius di Seyegan Sleman, Pemilik Rumah Sebut Kerugian Capai Rp 40 Juta

June 2, 2026
Next Post
Suasana rumah almarhum diplomat muda Kemenerian Luar Negeri (Kemenlu) Arya Aru Pangayunan di Banguntapan, Bantul, DIY, saat didatangi wartawan, Selasa (29/7/2025).

Rumah Arya Daru di Bantul Sepi Usai Polisi Umumkan Penyebab Kematian Sang Diplomat Muda Kemenlu

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.