• Tentang Kami
Friday, December 12, 2025
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • HOME
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • HOME
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Gunungkidul

Sri Sultan HB X Minta Dialog dan Solusi Manusiawi Soal Polemik Pantai Sanglen

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan tiga hal utama, yakni pentingnya membuka ruang dialog, pemberian kompensasi yang layak, serta penegasan bahwa tanah yang dipersoalkan merupakan milik Kraton, bukan hak warga.

Rahadian BagusbyRahadian Bagus
July 29, 2025
in Gunungkidul, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pantai Sanglen, Gunungkidul.

Pantai Sanglen, Gunungkidul.

0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

GUNUNGKIDUL, POPULI.ID – Polemik pengosongan kawasan Pantai Sanglen, Gunungkidul, memantik perhatian Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Menanggapi protes dari warga dan lembaga bantuan hukum (LBH), Sri Sultan menekankan pentingnya penyelesaian dengan pendekatan yang beradab dengan membuka ruang dialog, memberi kompensasi yang layak, dan tetap menjunjung aturan hukum.

BERITA MENARIK LAINNYA

Pemkab Gunungkidul Luncurkan Pemasangan Stiker Keluarga Miskin

Pemda DIY Salurkan Rp 3 Miliar untuk Korban Banjir dan Longsor di Tiga Provinsi Sumatra

“Ya gak apa-apa, mau dialog aja gak apa-apa. Didialogin aja. Itu loh. Untuk dipahami statusnya tanah bagaimana. Ya kan? Ada penggantinya gak. Jangan diterlantarkan,” ujar Sri Sultan di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (29/7).

Sultan menegaskan bahwa lahan yang kini dipersoalkan merupakan milik Kraton Yogyakarta.

Ia pun mempertanyakan dasar hukum warga yang selama ini menempati lahan tersebut, sembari tetap menekankan pentingnya memberikan ganti rugi secara pantas jika memang harus digusur.

“Kalau memang tidak punya hak atas tanah, ya harus menerima. Tapi kalau diberi pesangon, itu cukup atau tidak? Itu yang harus dibicarakan,” tegasnya.

Isu pengosongan ini muncul seiring rencana pembangunan hotel di kawasan Pantai Sanglen sebagai bagian dari pengembangan destinasi wisata Gunungkidul.

Menanggapi hal itu, Sultan menyatakan tak masalah selama prosesnya mengikuti prosedur yang berlaku dan telah mendapatkan restu dari Bupati.

“Silakan aja. Yang penting untuk bikin apa disetujui oleh Bu Bupati, ya boleh aja gitu. Untuk investasi atau apa pun, silakan aja. Tapi rembukan yang baik, gitu aja,” ujarnya.

Sultan juga mengingatkan bahwa relokasi bukan hal baru. Ia mencontohkan pengalamannya saat memindahkan para pedagang kaki lima (PKL) yang semula juga menolak, namun akhirnya tetap bersedia pindah setelah diberikan waktu dan solusi.

“Saya bilang, mau fasilitasi PKL juga suruh pindah, tapi saya ngerti, pindah dikasih waktu 2 tahun, tetep ngeyel. Ya kan?”

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengajak warga untuk mendukung pembangunan kawasan wisata tersebut.

Menurutnya, proyek ini didasari legalitas jelas, mulai dari izin dari Kraton hingga surat resmi dari pemerintah kalurahan.

“Potensi wisata ini akan membuka lapangan kerja, memberdayakan Pokdarwis, dan menggerakkan UMKM. Jangan disia-siakan,” kata Endah.

Bupati juga mengkritisi kehadiran sejumlah pihak yang baru muncul setelah kabar investasi mencuat.

Ia menilai, sebagian besar dari sekitar 50 warga yang menolak pengosongan bukanlah penduduk lama di kawasan tersebut.

“Dulu hanya satu-dua orang yang menetap. Setelah isu investasi muncul, tiba-tiba banyak yang datang dan mengklaim lahan,” ungkapnya.

Untuk menghindari konflik berlarut, Pemkab telah menyiapkan lokasi relokasi seperti Pasar Besole dan Taman Kuliner.

Endah mengimbau warga untuk memahami situasi dan tidak memaksakan kehendak atas lahan yang bukan haknya.

“Kita ini punya adat dan etika. Kalau tahu itu bukan tanahnya, sebaiknya mengalah. Kami siap bantu agar usaha warga tetap bisa berjalan, tapi di tempat yang tepat,” tegasnya.

Endah menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap turun ke lapangan dan memastikan proses ini berjalan dengan tertib dan bermartabat.

“Rezeki tidak akan tertukar. Yang penting kita jalani dengan cara yang baik, tertib, dan sesuai aturan,” tutup Endah.

Baik Sri Sultan maupun Bupati Endah sepakat bahwa proses pengosongan lahan tidak boleh dilakukan secara semena-mena.

Tags: Bupati GunungkidulEndah Subekti KuntariningsihGubernur Daerah Istimewa YogyakartaGunungkidulPantai SanglenSri SultanSri Sultan Hamengku Buwono X

Related Posts

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih memasang stiker keluarga miskin penerima bantuan sosial

Pemkab Gunungkidul Luncurkan Pemasangan Stiker Keluarga Miskin

December 11, 2025
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X (tiga dari kiri), menyerahkan bantuan uang tunai secara simbolis dari Pemprov DIY untuk Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat di Kompleks Kepatihan, Selasa (9/12/2025).

Pemda DIY Salurkan Rp 3 Miliar untuk Korban Banjir dan Longsor di Tiga Provinsi Sumatra

December 9, 2025
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X

Pemerintah Anggarkan Rp19 Miliar Revitalisasi Jembatan Kewek yang Kritis

December 4, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo

Kebijakan Full Pedestrian Malioboro Masih Tahap Identifikasi, Wali Kota Yogyakarta: Masih Parsial

December 4, 2025
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X (kiri) usai rapat di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (4/12/2025).

Uji Coba Malioboro Full Pedestrian Picu Maraknya Parkir Liar, Sri Sultan HB X Minta Evaluasi Menyeluruh

December 4, 2025
Ilustrasi cabai

Terpengaruh Perubahan Cuaca, Harga Cabai di Gunungkidul Tembus Rp80 Ribu

December 3, 2025
Next Post
Piala AFF U-23 2025, pemain Timnas Indonesia U-23 berebut bola dengan pemain dari Vietnam

Vietnam Hattrick Juara AFF U-23, Timnas Indonesia Gigit Jari di Kandang Sendiri

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI asyik berjoget usai sidang tahunan MPR RI (tangkapan layer : YT/TVParlemen)

Joget di Atas Luka Rakyat, Tarian di Tengah Kubangan Derita Bangsa

August 18, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.