• Tentang Kami
Friday, July 17, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Bisnis

Menggema Fenomena Rojali, Pakar UMY: Bukan Indikator Pelemahan Daya Beli Masyarakat

Miftakhul menilai munculnya istilah “Rojali” kemungkinan besar berangkat dari keresahan para pelaku usaha, khususnya yang bergerak di sektor ritel.

byGalih Priatmojo
August 9, 2025
in Bisnis, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi kawasan pusat perbelanjaan

Ilustrasi kawasan pusat perbelanjaan. [pixabay/jarmoluk]

0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

BANTUL, POPULI.ID – Fenomena Rojali atau rombongan jarang beli kini menjadi perbincangan hangat di media sosial dan ruang-ruang diskusi publik.

Istilah ini merujuk pada kebiasaan sekelompok orang yang datang ke pusat perbelanjaan, melihat-lihat produk, namun jarang melakukan transaksi pembelian.

BERITA MENARIK LAINNYA

Soroti Pengalihan Isu Kasus Febrie Adriansyah, Ini Kata Pakar UMY

Korupsi Kepala Daerah Masih Marak, Pakar UMY: Ongkos Pilkada Jadi Penyebab

Meskipun fenomena ini baru viral belakangan ini, dosen Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Miftakhul Khasanah menyebut bahwa perilaku semacam ini sebenarnya sudah ada sejak lama.

“Kalau kita lihat dari zaman dulu, orang jalan-jalan ke mal itu sudah biasa. Mereka datang bukan hanya untuk belanja, tetapi juga untuk rekreasi. Pusat perbelanjaan sudah lama menjadi alternatif hiburan bagi masyarakat,” ujar Miftakhul dikutip dari laman UMY, Sabtu (9/8/2025).

Namun demikian, Miftakhul menilai munculnya istilah “Rojali” kemungkinan besar berangkat dari keresahan para pelaku usaha, khususnya yang bergerak di sektor ritel. Dalam situasi penjualan yang menurun, kehadiran pengunjung yang hanya melihat tanpa membeli dianggap tidak menguntungkan.

Fenomena ini tak lepas dari perubahan pola konsumsi masyarakat. Jika sebelumnya masyarakat cenderung langsung membeli produk yang dilihat di toko, kini perilaku tersebut mulai bergeser karena hadirnya e-commerce.

“Banyak konsumen memilih untuk membandingkan harga dan kemudian membeli secara online. Biasanya, mereka melihat produk di toko, lalu mengecek harga di marketplace. Jika lebih murah, mereka akan lebih memilih untuk membeli secara online,” jelasnya.

Meski fenomena “Rojali” tengah menjadi sorotan, hal tersebut belum cukup untuk dijadikan indikator pasti pelemahan daya beli masyarakat.

Penilaian semacam ini, menurutnya, memerlukan kajian yang lebih mendalam berbasis data yang valid. Salah satu pendekatannya adalah dengan melihat hasil survei konsumen dari Bank Indonesia maupun survei penjualan eceran.

“Kita harus melihat survei konsumen dari Bank Indonesia, survei penjualan eceran, dan sumber data lainnya. Jika hanya melihat fenomena “Rojali” saja, itu tidak cukup. Meskipun demikian, fenomena ini bisa menjadi sinyal awal penurunan daya beli di beberapa wilayah,” tambah Miftakhul.

Dampaknya terhadap sektor ritel pun tidak bisa diabaikan. Kehadiran konsumen yang hanya melihat-lihat tanpa melakukan transaksi turut memengaruhi performa pertokoan offline, terutama yang berada di pusat perbelanjaan.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi sektor perdagangan di tengah transformasi digital yang semakin pesat. Menurut Miftakhul, selain perlu ada inovasi, para pelaku usaha ritel fisik juga harus mengambil langkah konkret untuk menyesuaikan diri dengan preferensi konsumen yang terus berkembang. Ia menilai pelaku UMKM perlu segera beradaptasi dengan menjangkau pasar online.

“Namun kenyataannya, tidak semua pelaku UMKM siap. Banyak dari mereka yang sudah berusia di atas 50 tahun, belum melek digital, dan kesulitan memanfaatkan platform online. Tidak sedikit pula pemilik usaha yang enggan menyerahkan urusan digital kepada karyawan karena adanya gap tujuan dan kepercayaan,” paparnya.

Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa pemerintah melalui instansi terkait, seperti Kementerian Perdagangan, perlu lebih aktif dalam memberikan pelatihan digital marketing kepada para pedagang.

Lebih jauh lagi, Miftakhul menekankan pentingnya adaptasi bagi pelaku usaha. Fenomena “Rojali” mencerminkan transformasi sosial dan ekonomi yang sedang berlangsung dalam masyarakat. Dunia usaha, khususnya UMKM, dituntut untuk segera menyesuaikan diri atau bersiap menghadapi tekanan yang semakin besar. Pemerintah pun harus hadir sebagai fasilitator perubahan agar digitalisasi tidak menjadi momok, melainkan peluang baru bagi pelaku ekonomi kecil dan menengah.

Tags: daya beli masyarakatMiftakhul KhasanahRojaliRombongan Jarang BeliUMY

Related Posts

Ilistrasi hukum yang berkeadilan

Soroti Pengalihan Isu Kasus Febrie Adriansyah, Ini Kata Pakar UMY

July 16, 2026
Ilustrasi korupsi

Korupsi Kepala Daerah Masih Marak, Pakar UMY: Ongkos Pilkada Jadi Penyebab

July 14, 2026
Ilustrasi pelecehan seksual

Rentetan Kasus Kekerasan Seksual di Kampus Yogyakarta pada 2026, Ini Daftar Perkaranya

July 13, 2026
Ilustrasi kekerasan seksual atau pelecehan seksual

Dosen Farmasi UMY Dinonaktifkan Sementara Usai Tersangkut Dugaan Pelecehan Seksual

July 12, 2026
Ilustrasi cuaca panas ekstrem

Waspadai Dampak Cuaca Panas Ekstrem, Bayi hingga Penyandang Sakit Kronis Berisiko Tinggi

July 7, 2026
Ilustrasi penyekapan.

Kasus Penyekapan di Bandung, Guru Besar UMY Ingatkan Pentingnya Perlindungan Korban

June 27, 2026
Next Post
Pemain PSIM Yogyakarta berebut bola dengan penggawa Persebaya Surabaya saat melakoni laga perdana kompetisi Super League yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (8/8/2025) petang.

Pelatih Van Gastel Puji Penampilan Haljeta Usai PSIM Yogyakarta Curi Poin di Kandang Persebaya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.