• Tentang Kami
Thursday, August 27, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Debat RKUHAP: Eddy Hiariej Akui RKUHAP Sulit Disusun, Haris Azhar Kritik Dominasi Negara

Dalam debat tersebut, Eddy mengakui bahwa penyusunan RKUHAP merupakan tantangan besar dalam reformasi hukum.

Gregorius BramantyobyGalih PriatmojoandGregorius Bramantyo
August 10, 2025
in headline, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Debat tentang rancangan KUHAP yang digelar Social Movement Institute (SMI) di Gedung Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia (UII) pada Sabtu (9/8/2025).

Debat tentang rancangan KUHAP yang digelar Social Movement Institute (SMI) di Gedung Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia (UII) pada Sabtu (9/8/2025). [populi.ID/Gregorius Bramantyo]

0
SHARES
21
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Wakil Menteri Hukum Eddy Hiariej berdebat tentang revisi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RKUHAP) dengan aktivis hak asasi manusia Haris Azhar dalam suatu forum yang digelar Social Movement Institute (SMI) di Gedung Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia (UII) pada Sabtu (9/8/2025).

Dalam debat tersebut, Eddy mengakui bahwa penyusunan RKUHAP merupakan tantangan besar dalam reformasi hukum. Ia menyebut revisi hukum acara pidana sebagai proses yang rumit karena adanya antinomi hukum, yaitu dua prinsip hukum yang saling bertentangan namun tidak bisa saling meniadakan.

“Puluhan undang-undang saya ikut bentuk, tapi yang paling sulit itu KUHAP. Karena di satu sisi hukum acara adalah hak negara untuk memproses, menuntut, menghukum, dan melaksanakan pidana. Namun di sisi lain, secara filosofis, hukum acara pidana juga berfungsi untuk melindungi hak asasi manusia dari kesewenang-wenangan negara,” ujar Eddy, Sabtu (9/8/2025).

Menurut Eddy, hukum acara pidana di manapun disusun dari perspektif aparat penegak hukum. Namun dalam revisi KUHAP, pemerintah berupaya merumuskan format yang netral dan seimbang.

“Ketika bicara tentang hak korban, hak tersangka, hak perempuan, hak saksi, dan hak disabilitas, semuanya akan kami tampung. Karena filosofi hukum acara pidana adalah untuk melindungi HAM dari kesewenang-wenangan individu, termasuk oleh negara,” jelasnya.

Namun Haris Azhar menyampaikan pandangan kritis. Menurutnya, sejak lama praktik hukum acara pidana di Indonesia tidak dijalankan secara proporsional dan profesional. Ia menyebut, meski Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang KUHAP sudah tidak relevan secara istilah dan substansi, tetapi implementasinya juga kerap disalahgunakan.
“Bahkan UU yang lama pun tidak dijalankan maksimal. Banyak aparat penegak hukum menyalahgunakannya. Maka dalam pembahasan revisi ini, pemerintah dan DPR seharusnya mendengarkan langsung persoalan-persoalan yang dialami korban,” tegas Haris.

Ia juga mengkritik pendekatan revisi yang menurutnya terlalu meniru model Anglo-American, di mana peran advokat begitu dominan. Haris menilai pendekatan tersebut tidak sesuai dengan sistem hukum Eropa Kontinental yang dianut Indonesia. Di mana negara harus bertanggung jawab menjamin keadilan.

“Kalau negaranya terlalu kuat dan rakyat tidak punya kekuatan, maka negara akan bertindak semena-mena. Dan itulah yang terjadi saat ini. Banyak aparat penegak hukum punya konflik kepentingan, mulai dari bisnis sawit, batubara, hingga nikel,” tukas Haris.

BERITA MENARIK LAINNYA

Gubernur DIY Sri Sultan HB X Lantik Sembilan Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemda DIY

Pakuwon Mall Bantah Pemasangan Pagar Terkait Isu Antisipasi Kerusuhan

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Wakil Menteri Hukum Eddy Hiariej berdebat tentang revisi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RKUHAP) dengan aktivis hak asasi manusia Haris Azhar dalam suatu forum yang digelar Social Movement Institute (SMI) di Gedung Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia (UII) pada Sabtu (9/8/2025).

Dalam debat tersebut, Eddy mengakui bahwa penyusunan RKUHAP merupakan tantangan besar dalam reformasi hukum. Ia menyebut revisi hukum acara pidana sebagai proses yang rumit karena adanya antinomi hukum, yaitu dua prinsip hukum yang saling bertentangan namun tidak bisa saling meniadakan.

“Puluhan undang-undang saya ikut bentuk, tapi yang paling sulit itu KUHAP. Karena di satu sisi hukum acara adalah hak negara untuk memproses, menuntut, menghukum, dan melaksanakan pidana. Namun di sisi lain, secara filosofis, hukum acara pidana juga berfungsi untuk melindungi hak asasi manusia dari kesewenang-wenangan negara,” ujar Eddy, Sabtu (9/8/2025).

Menurut Eddy, hukum acara pidana di manapun disusun dari perspektif aparat penegak hukum. Namun dalam revisi KUHAP, pemerintah berupaya merumuskan format yang netral dan seimbang.

“Ketika bicara tentang hak korban, hak tersangka, hak perempuan, hak saksi, dan hak disabilitas, semuanya akan kami tampung. Karena filosofi hukum acara pidana adalah untuk melindungi HAM dari kesewenang-wenangan individu, termasuk oleh negara,” jelasnya.

Namun Haris Azhar menyampaikan pandangan kritis. Menurutnya, sejak lama praktik hukum acara pidana di Indonesia tidak dijalankan secara proporsional dan profesional. Ia menyebut, meski Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang KUHAP sudah tidak relevan secara istilah dan substansi, tetapi implementasinya juga kerap disalahgunakan.
“Bahkan UU yang lama pun tidak dijalankan maksimal. Banyak aparat penegak hukum menyalahgunakannya. Maka dalam pembahasan revisi ini, pemerintah dan DPR seharusnya mendengarkan langsung persoalan-persoalan yang dialami korban,” tegas Haris.

Ia juga mengkritik pendekatan revisi yang menurutnya terlalu meniru model Anglo-American, di mana peran advokat begitu dominan. Haris menilai pendekatan tersebut tidak sesuai dengan sistem hukum Eropa Kontinental yang dianut Indonesia. Di mana negara harus bertanggung jawab menjamin keadilan.

“Kalau negaranya terlalu kuat dan rakyat tidak punya kekuatan, maka negara akan bertindak semena-mena. Dan itulah yang terjadi saat ini. Banyak aparat penegak hukum punya konflik kepentingan, mulai dari bisnis sawit, batubara, hingga nikel,” tukas Haris.
Tags: Eddy HiariejHaris AzharhukumKUHAPreformasiUndang-undangYogyakarta

Related Posts

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, melantik sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Bangsal Kepatihan, kompleks Kantor Gubernur DIY, pada Rabu (5/8/2026).

Gubernur DIY Sri Sultan HB X Lantik Sembilan Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemda DIY

August 5, 2026
Sejumlah titik sekitar Pakuwon Mall dilakukan pemasangan pagar, Senin (3/7/2026).

Pakuwon Mall Bantah Pemasangan Pagar Terkait Isu Antisipasi Kerusuhan

August 5, 2026
Pengolahan sampah perolisis memanfaatkan minyak jelantah di Bank Sampah Berlian, Tompeyan, Kota Yogyakarta, Minggu (26/7/2026).

Bank Sampah Berlian Kembangkan Inovasi Ubah Sampah Residu dan Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar

July 27, 2026
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY Kusno Wibowo.

Proyek PSEL DIY Masih Matangkan Persiapan, Pembangunan Ditargetkan Dimulai Akhir 2026

July 27, 2026
Wamen UMKM, Helvi Moraza, saat menghadiri perjanjian kerja sama Kementerian UMKM dan Aprindo untuk menghapus biaya listing fee produk usaha mikro masuk ke ritel modern, di Teras Malioboro 1 Kota Yogyakarta, Jumat (17/7/2026) malam.

Dobrak Akses Pasar, Kementerian UMKM Bebaskan Listing Fee Ritel Modern untuk Usaha Mikro

July 19, 2026
Sejumlah penumpang mengantre di gate tiket setelah menggunakan layanan KAI Bandara YIA PSO, belum lama ini.

Tren Meningkat, KAI Bandara YIA PSO Layani 865.187 Penumpang Selama Januari-Juni 2026

July 19, 2026
Next Post
Pekan Perdana Liga 1 Super League Memanas, Persija Siap Kudeta Puncak Malam Ini

Pekan Perdana Liga 1 Super League Memanas, Persija Siap Kudeta Puncak Malam Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.