• Tentang Kami
Friday, July 17, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Pakar Gizi UMY Bongkar Penyebab Keracunan Massal Usai Konsumsi MBG

Dalam kurun beberapa waktu terakhir kasus keracunan MBG terus bermunculan. Terbaru kasus keracunan massal diduga karena MBG terjadi di Kabupaten Bandung

byGalih Priatmojo
September 25, 2025
in Cendekia, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi keracunan MBG

Ilustrasi keracunan MBG. [Dok. TRC BPBD DIY]

0
SHARES
49
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

BANTUL, POPULI.ID – Kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini tercatat mencapai 6.452 orang. Padahal, program MBG dirancang untuk meningkatkan gizi anak sekolah sekaligus memperkuat kualitas pendidikan. Alih-alih membawa manfaat, ribuan korban keracunan ini menjadi alarm keras adanya persoalan serius dalam tata kelola pangan, distribusi, hingga pengawasan.

Menurut pakar gizi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dr. Merita Arini MBG pada dasarnya merupakan program baik yang patut dilanjutkan. Namun, kasus keracunan ini memperlihatkan bahwa banyak aspek yang belum siap dan harus segera dibenahi.

BERITA MENARIK LAINNYA

Soroti Pengalihan Isu Kasus Febrie Adriansyah, Ini Kata Pakar UMY

Korupsi Kepala Daerah Masih Marak, Pakar UMY: Ongkos Pilkada Jadi Penyebab

“Tujuan MBG ini sangat bagus. Banyak penelitian membuktikan bahwa program makan siang di sekolah berdampak positif, mulai dari kontrol nutrisi, kebersihan, hingga peningkatan kehadiran dan prestasi siswa. Tetapi ketika muncul kasus keracunan hingga ribuan orang, ini jelas menimbulkan keprihatinan. Artinya ada hal besar yang perlu kita evaluasi, baik dalam pengawasan, distribusi makanan, maupun keterlibatan masyarakat,” ungkap dr. Merita dikutip dari laman UMY, Kamis (25/9/2025).

Ia menjelaskan, penyebab utama keracunan massal biasanya bukan karena makanan sengaja diracuni, melainkan akibat kontaminasi. Kontaminasi bisa berasal dari bakteri, virus, jamur, atau parasit yang menempel pada makanan, peralatan, maupun wadah distribusi. Selain itu, bahan pangan yang tidak segar, terutama produk hewani seperti ikan atau kerang, lebih berisiko menghasilkan zat beracun yang memicu keracunan.

“Yang paling sering penyebabnya itu kontaminan. Bisa dari mikroba atau toksin alami pada makanan yang tidak fresh. Produk hewani yang terlalu lama disimpan bisa mengandung histamin dalam kadar tinggi, dan tubuh tidak bisa mentoleransi itu. Karena itu, rantai pengadaan harus benar-benar ketat. Mulai dari bahan pangan segar, proses pengolahan higienis, alat yang steril, hingga jalur distribusi yang jangan terlalu panjang. Kalau distribusinya lama, risiko kontaminasi makin tinggi,” jelasnya.

Dalam hal penanganan, dr. Merita menekankan pentingnya masyarakat segera membawa pasien dengan gejala keracunan ke fasilitas kesehatan. Gejala bisa bervariasi, mulai dari ringan seperti mual, hingga berat seperti muntah hebat, diare, sesak napas, bahkan kejang.

“Kalau gejalanya ringan, tetap harus segera diperiksa. Tapi kalau sudah muncul tanda bahaya seperti muntah atau diare berat, sesak napas, atau kejang, pasien harus segera dibawa ke IGD. Selain itu, kasus harus dilaporkan ke puskesmas setempat agar ada investigasi dan pencegahan lebih lanjut,” paparnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa pengawasan MBG tidak bisa hanya mengandalkan dapur produksi. Ada pilar lain yang harus diperkuat, yakni perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta edukasi bagi semua pihak, baik penerima makanan maupun pengelola. Guru, siswa, hingga petugas dapur harus terbiasa menjaga kebersihan, mencuci tangan sebelum makan, dan memastikan peralatan tetap steril.

“Program MBG hanya akan berhasil kalau semua pilar dijalankan. Bukan sekadar penyediaan makanan, tapi juga PHBS dan edukasi. SOP dapur harus dijalankan ketat. Begitu juga bahan baku harus fresh dan benar-benar dikontrol oleh pengawas yang berkompeten. Kalau itu dijalankan, risiko keracunan bisa ditekan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan publik dalam memantau, melaporkan, dan mengevaluasi jalannya program MBG.

“Selama ini masyarakat cenderung dibatasi, tidak boleh foto atau lapor. Padahal peran masyarakat sangat penting. Jangan sampai program ini hanya _top-down_, tetapi harus partisipatif supaya semua merasa ini program bersama,” tegas dr. Merita.

Tags: keracunan massalkontaminanMakan Bergizi GratisMBGMerita AriniPakar GiziUMY

Related Posts

Ilistrasi hukum yang berkeadilan

Soroti Pengalihan Isu Kasus Febrie Adriansyah, Ini Kata Pakar UMY

July 16, 2026
Ilustrasi korupsi

Korupsi Kepala Daerah Masih Marak, Pakar UMY: Ongkos Pilkada Jadi Penyebab

July 14, 2026
Ilustrasi pelecehan seksual

Rentetan Kasus Kekerasan Seksual di Kampus Yogyakarta pada 2026, Ini Daftar Perkaranya

July 13, 2026
Ilustrasi kekerasan seksual atau pelecehan seksual

Dosen Farmasi UMY Dinonaktifkan Sementara Usai Tersangkut Dugaan Pelecehan Seksual

July 12, 2026
Ilustrasi cuaca panas ekstrem

Waspadai Dampak Cuaca Panas Ekstrem, Bayi hingga Penyandang Sakit Kronis Berisiko Tinggi

July 7, 2026
Petugas menyiapkan paket makanan bergizi gratis di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Korupsi Ompreng MBG Seret Brigjen Polisi, Eks Ketua Komnas HAM: Sudah Lewati Batas Kemanusiaan

July 6, 2026
Next Post
Pakar Gizi Tan Shot Yen yang mencuri perhatian usai memberi kritik pedas terhadap menu MBG

5 Fakta Pakar Gizi Tan Shot Yen yang Kritik Pedas Soal Menu MBG

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.