• Tentang Kami
Friday, January 16, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Dikukuhkan Sebagai Guru Besar, Uceng Soroti Pelemahan Independensi Lembaga Negara

Zainal, yang akrab disapa Uceng, dikenal sebagai akademisi UGM yang aktif berkontribusi dalam pengembangan hukum tata negara.

byredaksi
January 15, 2026
in Cendekia, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pakar hukum tata negara Zainal Arifin Mochtar dikukuhkan sebagai guru besar UGM

Pakar hukum tata negara Zainal Arifin Mochtar dikukuhkan sebagai guru besar UGM. [Dok UGM]

0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Ahli Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar, secara resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Hukum UGM, Kamis (15/1/2026).

Prosesi pengukuhan yang berlangsung di Balai Senat UGM tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Mantan Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Ketua Mahkamah Konstitusi Arsul Sani, Wakil Menteri Hukum dan HAM Eddy Hiariej, serta Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas.

BERITA MENARIK LAINNYA

Marak Konten Seksual Palsu, Dosen UGM Ingatkan Hal Ini

Evaluasi Program MBG, Ahli Gizi UGM: Penyedia Makan Serahkan ke Sekolah

Zainal, yang akrab disapa Uceng, dikenal sebagai akademisi yang aktif berkontribusi dalam pengembangan hukum tata negara. Ia juga konsisten menyuarakan kritik terhadap praktik korupsi, dominasi oligarki, serta penyalahgunaan kekuasaan oleh pemerintah.

Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Konservatisme yang Menguat dan Independensi Lembaga Negara yang Melemah: Mencari Relasi dan Mendesah Jalan Perbaikan”, Zainal menyoroti kecenderungan melemahnya lembaga-lembaga negara independen akibat menguatnya konservatisme politik.

Ia menilai, dominasi konservatisme telah mengikis kemandirian berbagai institusi negara dan menjadi peringatan serius bagi masa depan demokrasi di Indonesia.

“Lembaga-lembaga independen menjadi pihak yang paling terdampak. Hampir semuanya mengalami gangguan. Bahkan tidak menutup kemungkinan Bank Indonesia juga akan kehilangan independensinya jika melihat perkembangan yang ada,” ungkapnya.

Zainal menegaskan bahwa kondisi tersebut mencerminkan persoalan politik yang serius. Menurutnya, pelemahan independensi lembaga negara merupakan ancaman nyata terhadap demokrasi, bukan sekadar dinamika biasa.

“Ini adalah alarm berbahaya bagi demokrasi. Jika dibiarkan, dampaknya akan sangat besar,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa menguatnya konservatisme politik kerap berjalan beriringan dengan meningkatnya kecenderungan otoritarianisme. Hal itu ditandai dengan pemusatan kekuasaan pada satu aktor eksekutif dan melemahnya peran lembaga-lembaga penopang demokrasi.

“Ketika konservatisme menguat, tawaran otoritarianisme juga tinggi. Akhirnya terjadi sentralisasi kekuasaan. Lembaga demokrasi perlahan melemah, dan kita sudah melihat proses itu dimulai dari pelemahan KPK,” jelasnya.

Menanggapi wacana pemilihan kepala daerah secara tidak langsung melalui DPRD, Zainal menilai gagasan tersebut masih berada dalam pola yang sama. Ia menyebut mekanisme tersebut berpotensi mempermudah elite politik menguasai daerah.

“Pemilihan tidak langsung dilakukan karena ada keinginan mengontrol daerah. Pemilihan langsung memang bisa dikendalikan, tapi tidak sepenuhnya. Jika hanya melalui kesepakatan politik elite, kualitas demokrasinya jauh lebih lemah,” ujarnya.

Zainal menekankan bahwa pemulihan demokrasi harus dilakukan bersama-sama. Menurutnya, tanggung jawab memperkuat demokrasi tidak hanya berada di pundak akademisi atau fakultas hukum, tetapi seluruh elemen kelembagaan dan masyarakat.

“Solusinya adalah kembali memperkuat demokrasi. Dan itu bukan hanya tugas fakultas hukum, melainkan kerja bersama seluruh institusi,” pungkasnya.

Sementara itu, Jusuf Kalla menyampaikan bahwa gagasan-gagasan Zainal selama ini memberikan kontribusi penting bagi kemajuan bangsa.

“Pemikirannya bermanfaat bagi kita semua untuk membawa bangsa ini tetap berada di jalur demokrasi yang benar,” ujarnya.

Tokoh nasional lainnya, Ganjar Pranowo, juga menilai pandangan Zainal mencerminkan kekhawatiran nyata atas kondisi saat ini, di mana berbagai lembaga negara menunjukkan kecenderungan konservatif.

“Hari ini kita harus waspada karena ada tanda-tanda menuju otoritarianisme. Beberapa pihak bahkan tidak lagi bebas menyampaikan pendapat,” katanya.

Ia menambahkan, pemikiran Zainal memberikan pencerahan bagi publik. “Selamat kepada Mas Uceng sebagai profesor dan aktivis yang konsisten menyuarakan kebenaran berdasarkan data, fakta, dan kajian ilmiah,” tutupnya. (populi.id/Hadid Pangestu)

Tags: demokrasihukum tata negarakonservatisme politikpelemahan independensi lembaga negaraUcengUGMZainal Arifin Mochtar

Related Posts

Ilustrasi konten media sosial

Marak Konten Seksual Palsu, Dosen UGM Ingatkan Hal Ini

January 9, 2026
Ilustrasi MBG

Evaluasi Program MBG, Ahli Gizi UGM: Penyedia Makan Serahkan ke Sekolah

January 8, 2026
Guru Besar Universitas Gadjah Mada Zainal Arifin Mochtar. (Instagram/zainalarifinmochtar)

Polisi Sebut Teror Telepon ke Guru Besar UGM adalah Penipuan, Nomor Terlacak dari Cirebon

January 7, 2026
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Arga Pribadi Imawan

KUHP Baru Mulai Diterapkan, Arga Pribadi Imawan: Reformasi Setengah Jalan

January 5, 2026
Ilustrasi pilkada

Pakar Politik UMY: Pilkada Dipilih DPRD Berisiko Melemahkan Demokrasi Lokal

January 3, 2026
Ilustrasi orang stres

Siasat Cegah Stres di Akhir Tahun

December 24, 2025
Next Post
Ilustrasi hukum

Respon Polemik KUHP Baru, Wamenkum: Ikuti Prosesnya Saja

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.